KERETA API

Tim i-Humor's picture

Hari ini, tanggal 28 September merupakan peringatan hari Kereta Api Nasional di Indonesia. Oleh karena itu, e-Humor pada edisi 2480 ini menyajikan bahan-bahan pilihan dengan tema kereta api.

HHari ini, tanggal 28 September merupakan peringatan hari Kereta Api Nasional di Indonesia. Oleh karena itu, e-Humor pada edisi 2480 ini menyajikan bahan-bahan pilihan dengan tema kereta api. Kiranya edisi kali ini dapat menghibur Anda serta mencerahkan hari Anda. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Humor,

Odysius B. Temara

SIULAN

Seorang pria, yang telah menghabiskan seluruh hidupnya di padang gurun, berkunjung ke rumah temannya. Pria ini sama sekali belum pernah melihat kereta api maupun relnya. Suatu hari, saat dia berdiri di tengah rel, dia mendengar siulan keras, tetapi dia tidak tahu dari mana sumbernya. Tak pelak lagi, dia ditabrak oleh kereta api yang lewat dan terlempar ke seberang rel. Untungnya, kereta itu berjalan lambat sehingga dia hanya mengalami luka-luka ringan, sedikit patah tulang dan memar-memar.

KetelSetelah beberapa minggu dirawat di rumah sakit, luka-lukanya telah sembuh. Sore harinya, dia menghadiri pesta yang diadakan di rumah temannya. Saat di dapur, pria ini mendengar teko air mengeluarkan siulan. Pria ini langsung mengambil tongkat besi yang ada di rak dan langsung memukul teko air itu sampai menjadi lempengan logam yang tidak jelas bentuknya. Temannya yang mendengar suara gaduh, segera berlari ke dapur.

"Mengapa kamu menghancurkan tekoku yang bagus ini?" tanya temannya dengan marah.

Pria padang gurun tadi menjawab, "Teman, kamu harus segera membunuh makhluk ini selagi kecil. Kalau tidak, saat besar nanti dia bisa membunuh orang."

[Sumber: http://humor.sabda.org/siulan]

"Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya." (Amsal 1:32)

TELUR REBUS AJAIB

Telur AjaibSuami istri, Coco dan Cici, baru pertama kali naik kereta api. Mereka membawa bekal telur rebus. Ketika suaminya baru selesai mengupas telur, kereta api masuk ke dalam terowongan dan gerbong menjadi gelap.

Sang suami dengan gelisah berbisik pada istrinya, "Telur rebusmu masih ada?"

"Masih. Belum saya kupas," jawab istrinya.

"Oh, untunglah. Jangan coba-coba kupas. Tadi saya nggak sengaja mengupas telur saya dan tiba-tiba jadi gelap begini."

[Sumber: http://humor.sabda.org/telur_rebus_ajaib]

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." (Amsal 3:5)

LUBANG

Sakri dan Nasip berjalan pergi memancing. Di tengah jalan, mereka melihat lubang yang sangat besar.

Lubang"Mari kita tes dalamnya lubang ini," kata Nasip, sambil mengambil batu kali dan melemparkan ke dalamnya. Lama ... nggak kedengaran suaranya sama sekali. "Wuih ... dalam sekali!" kata Nasip. "Batunya kurang besar kali, coba pakai kelapa ini," kata Sakri. Seperti yang pertama tadi, lama ... nggak kedengaran suaranya. "Wuih ... dalam sekali!" kata Sakri.

"Mari kita cari benda yang lebih besar lagi." Setelah lama mencari, mereka akhirnya menemukan beton bekas bantalan kereta api. Berhubung berat, beton tadi mereka gotong berdua dan terus dimasukkan ke dalam lubang. Sama seperti tadi, lama nggak kedengaran suaranya .... Wah ... berarti sangat dalam sekali lubang ini, pikir mereka berdua.

KambingTiba-tiba dari arah semak-semak, ada kambing yang berlari menuju mereka dan akan menabrak mereka. Untung saja mereka bisa menghindar, tetapi malang bagi si kambing yang langsung masuk ke dalam lubang tersebut. Mereka kaget bukan kepalang.

Belum hilang rasa kagetnya, tiba-tiba muncul Wak Badri sambil bawa arit di hadapan mereka dan bertanya, "Hei Rek, kalian lihat tidak yang mencuri kambingku? Aku mau bacok dia!!".

"Wah ... kami nggak tahu Wak Dri, cuman saja barusan ada kambing yang masuk lubang ini," kata Nasip.

"Ooo ... itu tidak mungkin kambingku, soalnya kambingku tadi aku ikat di beton bantalan kereta api!"

[Sumber: http://humor.sabda.org/lubang]

"Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran," (2 Timotius 2:23)

PASTI KELUAR

TerowonganTerjadi kecelakaan hebat dalam terowongan kereta api. Semua penumpang yang selamat terjebak di tengah terowongan. Saat itu semuanya panik, banyak penumpang yang berteriak, "Kita tidak bisa keluar, kita terjebak, kita akan mati."

Tiba-tiba seorang pak tua berteriak, "Tenang-tenang, kita semua pasti akan keluar, saya jamin!!" Kemudian, suasana menjadi tenang. Lalu, seorang penumpang bertanya, "Bagaimana caranya keluar? Semua jalan keluar tertutup?"

Dengan tenang, pak tua menjawab, "Kita pasti keluar di koran besok ...."

[Sumber: http://humor.sabda.org/pasti_keluar]

"Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi." (Mazmur 124:8)

Tinggalkan Komentar