Pemadam Kebakaran

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Kebakaran terjadi di suatu padang rumput di dekat suatu peternakan. Pemadam kebakaran daerah dipanggil untuk memadamkan kebakaran itu, tetapi api yang harus dipadamkan jauh melebihi apa yang dapat mereka atasi. Seseorang mengusulkan untuk memanggil kru relawan pemadam kebakaran. Tidak seorang pun yakin apabila para relawan itu dapat memberikan bantuan apa pun, tetapi akhirnya orang-orang memanggil mereka juga.

Gambar: Pemadam Kebakaran

Para relawan itu tiba dengan truk pemadam kebakaran tua yang sudah usang. Mereka bergemuruh menuju api, melaju tepat ke dalam tengah-tengah kobaran api, dan berhenti! Para relawan pemadam kebakaran itu melompat dari dalam truk dan dengan liar mulai menyemprotkan air ke segala arah. Tidak lama kemudian, mereka telah memadamkan pusat kobaran api, memecahkan nyala apinya menjadi dua bagian yang lebih kecil yang kemudian mereka padamkan dengan mudah.

Melihat semuanya ini, si petani sangat terkesan dengan usaha para relawan pemadam kebakaran tersebut, dan begitu berterima kasih karena peternakannya telah diselamatkan sehingga seketika itu juga, dia memberikan cek sebesar 1.000 dolar kepada para relawan itu. Wartawan berita lokal bertanya kepada kapten relawan pemadam kebakaran tersebut tentang apa yang akan mereka lakukan dengan dana itu.

"Seharusnya cukup jelas," jawabnya, sambil menyeka abu dari mantelnya. "Hal pertama yang akan kami lakukan adalah memperbaiki rem truk pemadam kami!"

[Diterjemahkan dari: http://www.jokesoftheday.net/jokes-archive/2017/05/26/]


“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”
Yesaya 43:2

Guru Jawa Mengajar di Papua

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Seorang guru transmigran dari Jawa yang mengajar di Papua bertanya kepada muridnya.

Bu Guru: "Gareng, siapakah Suharto?"

Gambar: Guru dan muridnya

Gareng: "Tra tau, Ibu."

Bu Guru: "Kalau Megawati Soekarno Putri?"

Gareng: "Sa tra kenal juga, Ibu."

Bu Guru: "Bagaimana ini. Kamu tidak pernah belajarkah?"

Gareng: "Belajarlah, Bu. Sekarang, saya tanya Ibu. Ibu kenal Dominggus Pigomekah?"

Bu Guru: "Tidak."

Gareng: "Zakharias Kayame?"

Bu Guru: "Tidak tahu juga. Memang mereka siapa?"

Gareng: "Ya itulah, Ibu. Kita ini 'kan punya kenalan sendiri-sendiri. Jadi, jangan paksa saya tahu kenalan Ibu."

[Diambil dari: http://riajenaka.com/2016/10/19/cerita-lucu-humor-jawa/]


“Saudara-saudaraku, jangan ada banyak di antaramu menjadi guru karena kamu tahu bahwa kita yang mengajar akan dihakimi dengan ukuran yang lebih berat.”
Yakobus 3:1, AYT

Sayembara Juragan Tambak

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Alkisah ada seorang juragan tambak bernama Sablah yang sedang mengadakan sayembara.

"Siapa saja yang berani terjun ke dalam tambakku akan mendapat hadiah berupa sepeda motor," kata Sablah.

Gambar: aligator

Banyak orang berkumpul menonton sayembara tersebut, tetapi tidak ada satu pun yang berani terjun ke dalam tambak. Sebab, tambak tersebut bukan berisi ikan, melainkan buaya, biawak, aligator, dan sebangsanya.

Karena tidak ada yang berani terjun, hadiahnya pun diganti dengan mobil Kijang terbaru. Akan tetapi, tetap saja tidak ada yang berani terjun ke tambak karena ngeri melihat buaya yang besar-besar itu dengan mulutnya yang menganga.

Akhirnya, Sablah menambah lagi hadiahnya: mobil Kijang terbaru ditambah rumah beserta segala isinya. Meski demikian, tetap saja tidak ada yang berani terjun.

Setelah semuanya terdiam sepi, tiba-tiba Muntiyadi melompat ke dalam tambak. Semua penonton bertepuk tangan melihat Muntiyadi berkelahi dengan buaya.

Setelah kira-kira satu jam, Muntiyadi pun tampil sebagai pemenang. Bajunya compang-camping akibat berkelahi dengan makhluk-makhluk ganas tersebut.

Setelah menghela napas, Sablah menghampiri Muntiyadi untuk menyerahkan hadiahnya, tetapi Muntiyadi menolak.

"Baiklah, akan aku tambah lagi dengan uang tunai sebesar lima ratus juta," kata Sablah, tetapi Muntiyadi tetap menolak.

"Aku tambah lagi dengan emas seberat satu kilogram," kata Sablah lagi, tetapi Muntiyadi tetap tidak mau menerimanya.

"Ya sudah, begini saja, kamu mau minta apa pun akan aku turuti," kata Sablah tidak mau kalah.

Akhirnya, Muntiyadi menjawab, "Aku minta supaya orang yang mendorong aku tadi dibawa ke sini sekarang juga."

[Diambil dari: https://newcurzon.wordpress.com/2008/03/14/humor-jawa-guyonan/]


“Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”
Yohanes 3:16

Logikanya Bener Enggak Ya?

Submitted by Tim i-Humor on

Amsal 22:1

Logikanya Bener Enggak Ya?
Download Audio

Gambar: Yoghurt stroberi

Pramuniaga: "Mbak, beli yoghurtnya yang ini saja, satu produk, tetapi yang ini lima kali lebih bagus dari yang Mbak pilih itu."

Pembeli: "Harganya lebih mahal tidak?"

Pramuniaga: "Iya, tetapi kualitasnya lebih bagus. Minum satu botol ini sama dengan lima botol yang itu."

Pembeli: "Oh, berarti kalau saya minum itu satu botol, lima hari lagi dong baru minum botol berikutnya?"

[Diambil dan disunting seperlunya dari: http://ngupingjakarta.blogspot.co.id/2012/08/logikanya-bener-gak-ya.html]


“Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.”
Pengkhotbah 3:12-13

Nama Jawa

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Di balik nama-nama pria Jawa, sesungguhnya ada harapan tertentu dari orang tuanya agar ketika anaknya dewasa kelak, mereka bisa menjadi orang yang sesuai dengan harapan orang tuanya.

Contohnya:

  • Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
  • Pandai memperbaiki mobil, diberi nama Karman.
  • Pandai main golf, diberi nama Parman.
  • Pandai dalam korespondensi, Suratman.
  • Gagah perkasa, Suparman.
  • Kuat berjalan, Wakiman.
  • Berani bertanya, Asman (askman).Gambar: Orang Jawa
  • Ahli membuat kue, Paiman.
  • Pandai berdagang, Saliman.
  • Pandai melukis, Saniman.
  • Agar menjadi orang kaya, Sugiman.
  • Agar pandai mencari muka, Yasman.
  • Suka makan taoge goreng, Togiman.
  • Selalu ketagihan, Tuman.
  • Selalu sibuk, Bisiman.
  • Biar pintar bermain game, diberi nama Giman.
  • Biar bisa sering cuti, diberi nama Sutiman.
  • Biar jadi juragan sate, diberi nama Satiman.
  • Biar jadi juragan terasi, diberi nama Tarsiman.
  • Biar pintar memecahkan problem, diberi nama Sukarman.
  • Biar kalau ujian tidak perlu mengulang, diberi nama Herman.
  • Biar pintar bikin jus, diberi nama Yusman.
  • Biar jadi orang yang berwibawa, diberi nama Jaiman.
  • Biar jadi pemain musik, diberi nama Basman.
  • Biar awet muda, diberi nama Boiman.
  • Biar pintar berperang, diberi nama Warman.
  • Biar jadi orang Bali, diberi nama Nyoman.
  • Biar jadi orang Sunda, diberi nama Maman.
  • Biar lincah seperti monyet, diberi nama Hanoman.
  • Biar jadi orang Belanda, diberi nama Kuman.
  • Biar tetap tinggal di Jogja, diberi nama Sleman.
  • Biar jadi tukang sepatu andal, diberi nama Soleman.
  • Biar tetap bisa jalan walau tidak menggunakan mesin, diberi nama Delman.

[Diterjemahkan dari: https://newcurzon.wordpress.com/2008/03/14/humor-jawa-guyonan/]


“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”
Amsal 22:1

Pembeli Adalah Raja

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Humhum baru saja diterima bekerja sebagai pramusaji di suatu restoran yang juga baru saja dibuka. Pada suatu malam, ketika sedang melayani rombongan tamu di meja nomor 45, Humhum terlihat berdebat dengan salah seorang pelanggan yang duduk dalam rombongan tersebut. Pak Manajer pun meminta maaf kepada pelanggan tersebut dan memanggil Humhum untuk menasihatinya secara pribadi.

Gambar: Pembeli adalah raja

Manajer: "Hum, ada apa tadi? Kenapa kamu berdebat dengan pelanggan kita?"

Humhum: "Maaf, Pak. Habisnya ... dia bawel terus, tanya-tanya terus setiap menu yang ada, tetapi belum pesan-pesan juga, padahal yang lain sudah pesan. Lagi pula, setiap saya menjelaskan menu tersebut, dia selalu berpikiran negatif terhadap penjelasan saya."

Manajer: "Setiap orang itu berbeda, Hum. Lagi pula, bukankah kamu sudah di-briefing setelah diterima bekerja di sini? Ingat tidak dengan semboyan utama kita?"

Humhum: "Ingat, Pak. Pembeli adalah raja, benar 'kan?"

Manajer: "Betul, bagus kalau kamu hafal, tetapi jangan cuma dihafalkan, harus dipraktikkan juga."

Humhum: "Itu sudah saya lakukan, Pak."

Manajer: "Lalu, mengapa tadi kamu nekat berdebat dengan tamu itu?"

Humhum: "Soalnya saya tahu dia bukan pembeli, Pak. Dia makan di sini cuma ditraktir doang."

Manajer: "*&^%&**))!!!"

[Sumber: Kiriman dari Mahardhika Dicky Kurniawan]


“Apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Kolose 3:23

Tebak-Tebakan Kue

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Sepasang kekasih saling bermain tebak-tebakan. Tampaknya, dalam permainan mereka, sang pria selalu menang sehingga kekasihnya menjadi sebal karena terus-menerus tidak bisa menjawab. Hal ini terus terjadi sampai pada tebak-tebakan tentang kue.

Pria: "Kue apa yang bisa nyanyi?"

Gambar: Kue kering

Wanita: "Enggak tau."

Pria: "Kue ora jamu."

Wanita: "????"

Pria, yang merasa kreatif dengan tebakan tentang kue, berkata lagi, "Kue apa yang enggak enak dilihat?"

Wanita: "Enggak tau."

Pria: "Kuetika kamu jerawatan."

Wanita: (Menghela napas dengan wajah mulai kencang.)

Masih belum mau berhenti, sang pria berkata lagi, "Kue apa yang bikin galau?"

Kekasihnya, yang sudah merasa kesal, tidak mau lagi menjawab.

Sang pria, yang tidak juga peka dengan perubahan wajah sang kekasih, dengan terkekeh menjawab, "Kuepepet harus ngajak kamu nonton pada akhir bulan."

Tidak bisa menahan emosi karena sejak tadi mendengar jawaban sang kekasih yang agak-agak menyinggung hati, sang wanita akhirnya berkata, "Oke, kue apa yang bikin kamu enggak bakal kasih tebak-tebakan lagi ke aku?"

Sang pria berusaha berpikir keras, tetapi tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Si wanita, dengan berseru berkata, "Kue, Elo, End!"

[Sumber: Kiriman dari N. Risanti]


“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
Amsal 4:23

Makanya Itu

Submitted by Tim i-Humor on

Download Audio

Gambar: Bingung

KEUANGAN: "Pak, saya mau memberi info tentang tagihan yang sudah jatuh tempo dari bulan Juli."

DISTRIBUTOR: "Ya, makanya itu, saya minta tolong kalau setiap ada tagihan jatuh tempo, diemailkan ke saya saja!"

KEUANGAN: "Sebenarnya, setiap minggu, saya selalu kirim info tagihan via email, Pak. Ke blabla​@​blabla​.​com 'kan?"

DISTRIBUTOR: "Iya, benar, tetapi saya 'kan jarang buka email."

[Diterjemahkan dari: http://ngupingjakarta.blogspot.co.id/2013/07/lain-kali-pake-merpati-pos-deh.html]


“Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.”
Amsal 18:13

Tentang Kami

Situs yang berisi kumpulan humor-humor bersih dan Kristen yang tidak mengandung unsur-unsur SARA dan pornografi.
Selengkapnya

YLSA SABDA

Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Kontak Kami | E-Mail: webmaster(at)sabda.org
© 2003-