Matius

Tim i-Humor's picture

RALAT

Pada suatu hari sebuah surat kabar menerbitkan berita utama dengan judul besar-besar di halaman depan, "50% PEJABAT TINGGI KITA KORUPTOR."

Tentu saja penanggungjawabnya mendapat teguran keras dan harus meralat beritanya, kalau tidak, surat izin terbitnya akan dicabut.

Maka keesokan harinya dimuatlah ralat dari berita sehari sebelumnya:
"Dengan ini kami meralat berita utama kemarin yang berjudul´50% PEJABAT TINGGI KITA KORUPTOR,´ yang ternyata tidak benar. Yang benar adalah "50% PEJABAT TINGGI KITA BUKAN KORUPTOR."

Tim i-Humor's picture

KEBIASAAN

Dua orang ibu yang sudah lanjut umur saling membicarakan kebiasaan buruk suaminya. Ibu yang pertama mengatakan bahwa dia sangat jengkel akan kebiasaan suaminya yang suka sekali menggigit kuku.

Lalu ibu yang kedua berkata, "Wah sama Bu, suami saya juga suka sekali menggigit kuku dan itu membuat saya menjadi frustasi," lanjutnya lagi, "tapi saat ini saya sudah bisa mengatasi kebiasaan buruknya tersebut."

"Wah, bagaimana bisa?" tanya ibu yang pertama penuh kekaguman. "Sangat mudah .... aku sembunyikan saja giginya."

Tim i-Humor's picture

BECAK PHILIPINA

Di Philipina, yang namanya becak ... lain banget ama becak di Indonesia. Becak di Philipina itu ditarik dari depan. Jadi si abang becak ada di depan dan penumpangnya duduk di belakang.

Para abang becak di Philipina telah mengenal 1 daerah, yang konon katanya angker abis! Pokoknya jarang ada orang yang mao lewatin tuh jalan. Jam sembilan malem aja biasanya udah sesepi jam 12 malem, cuma ada suara anjing-anjing kedinginan.

Suatu ketika, ada 1 orang abang becak, yang baru pulang nganterin penumpang, dan entah gimana, jalan buat balik ke rumah yang biasanya dia lewatin, di-TUTUP. Akhirnya dia dengan terpaksa melewati jalan angker tersebut dengan hati yang berat. Eh ... pas di tengah-tengah jalan, tiba-tiba ada seorang gadis yang cuuantiiiiikkkkkkkk banget, yang pake baju putih, rambutnya panjang, dan gadis tersebut sangat wangi. Gadis itu menghentikan becaknya si abang. Si abang yang
ketakutan setengah mati, akhirnya mau juga berhenti, walaupun keringat dingin udah mengalir. Gadis tersebut minta dianter sampai ke ujung jalan. Karena takut Si abang membiarkan si gadis menaiki becaknya.

Tim i-Humor's picture

DISANGKA PENGEMIS

Pulang dari toko, hujan turun dengan derasnya. Saya terpaksa berteduh di teras toko menunggu hujan reda.

Tim i-Humor's picture

SUMPAH PALSU

Di suatu persidangan dengan kasus pembunuhan,

Hakim
:
"Apakah anda yang membunuh korban?"
Terdakwa
:
"Bukan saya, Pak Hakim."
Hakim
:
"Anda tahu tidak, hukuman apa yang akan dijatuhkan pada orang yang bersumpah palsu?"
Terdakwa
:
"Ya, saya tahu. Dan hukuman untuk orang yang bersumpah palsu lebih ringan dibandingkan dengan hukuman untuk seorang pembunuh."
Tim i-Humor's picture

FITNAH

Seorang hakim berkata kepada seorang pencuri.
"Kau dituduh telah mencuri di toko pakaian itu sebanyak tiga kali. Apakah benar?"

"Itu fitnah Pak Hakim! Yang benar saya hanya mencuri satu kali dan yang saya curi itu hanya sebuah gaun. Sedangkan yang dua kalinya itu hanya untuk menukar, karena gaun yang saya curi itu kesempitan." jawab si pencuri.

/Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.* (Matius 6:20)

Tim i-Humor's picture

YANG INI BUKAN ANAK MAMA

Seusai kebaktian Nyonya Martini pulang duluan, karena suaminya harus mengikuti rapat dulu di gereja. Nyonya Martini segera menggandeng anaknya keluar. Begitu mereka sampai di pintu gerbang gereja, ada seorang pengemis tua sedang menadahkan tangannya. Melihat pengemis itu, anak Nyonya Martini segera ingat kotbah pendeta tadi. Pendeta mengatakan, terlebih bahagia memberi, daripada menerima. Maka dengan spontan si anak menarik lengan ibunya.
"Ma, Mama. Pengemis itu dikasi uang, Ma. Kasihan!"
Tetapi Nyonya Martini menanggapinya dengan sinis.
"Ngga usah!" jawabnya. "Pak Pendeta tadi khan bilang, barangsiapa tidak bekerja, jangan makan."
"Ha!" si anak terbelalak. "Mama juga!" sahut si anak.
"Mama juga bagaimana ?"
"Kan Papa yang kerja, tapi Mama ikut makan, hayo!"

Tim i-Humor's picture

IMAN YANG MENOLONG

Seorang bapak yang telah kehilangan penglihatan sejak lama karena sakit, menghampiri pendeta yang baru saja melayankan kotbah pada kebaktian hari minggu di gereja.

Bapak
:
"Pak pendeta, tolong saya didoakan agar penglihatan saya normal kembali.."
Pendeta
:
"Baiklah saya akan berdoa untuk bapak, tapi satu hal saya ingin bertanya kepada bapak, bagaimana bapak bisa sampai tempat ini?? "
Bapak
:
"Saya berjalan dengan Iman, Pak.."
Pendeta
:
(dengan setengah berteriak) "Bagus... dengan iman pula bapak akan disembuhkan dari penyakit yang bapak derita.."
Bapak
:
"Man...man...Iman...(memanggil anaknya) sini Nak...kenapa kamu tidak bilang dari dulu kalau kamu bisa menyembuhkan Bapak ??"
Pendeta
:
"????.."
Tim i-Humor's picture

BERISIK

"Tetangga yang tinggal di lantai atas sangatlah jahil," kata seorang penghuni rumah susun di lantai bawah. "Tadi malam mereka menghentak- hentakkan kakinya di lantai sampai jauh tengah malam." "Apakah kau terganggu gara-gara suara gaduh itu?" tanya ketua RT. "Tidak." sahut si penghuni rumah susun di lantai bawah tadi, "Sebab untungnya saya sedang latihan terompet."

/Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?* (Matius 7:3)

Tim i-Humor's picture

TIDAK BISA BERENANG

Sutradara film sedang memberi petunjuk terakhir kepada seorang pemeran Petrus mengenai adegan berjalan di atas air.
"Sebentar lagi anda harus keluar dari perahu itu dan berjalan di atas sungai!" kata sang sutradara.
"Tapi bagaimana kalau saya tenggelam? Saya khan tidak bisa berenang?" tanya sang aktor gugup.
"Tidak apa-apa. Kebetulan ini memang syuting adegan terakhir kok!" jawab si sutradara dengan tenang.

/Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.* (Matius 22:39)

Tim i-Humor's picture

BIAR KUGENDONG SEBENTAR....

Tim i-Humor's picture

BURUNG BANGAU

Seorang perawat rumah sakit bersalin tempat Ibunya Toto dirawat datang menghampiri Toto.
"Toto sebentar lagi burung bangau akan datang memberimu adik... apakah kamu senang?"
Sahut Tono: "Saya sudah punya 5 orang adik. Sebetulnya saya tidak terlalu senang mendapat adik baru lagi, tapi ya ... kalau diberi lagi, apa boleh buat, pasti saya terima. Omong-omong, boleh nggak saya ketemu burung bangau itu yang nggak bosan-bosan memberi saya adik?"

/"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.* (Matius 18:6)

Tim i-Humor's picture

PENARI ISTIMEWA

Di depan pintu gerbang gedung pertunjukan yang akan mengadakan "Hawaian Night Show", terpampang sebuah slogan yang bertuliskan:
"Silakan anda masuk untuk melihat Elaine, penari istimewa yang mempesona. Hanya dengan $10 saja, Anda boleh berdansa sepuasnya dengan Elaine."

Maka malam itu berduyun-duyun pengunjung membanjiri gedung pertunjukan. Setelah ditunggu dengan tenang oleh para pengunjung, akhirnya dengan didahului bunyi genderang, muncullah Elaine di bawah gemerlap sinar lampu, meliuk-liukkan tubuhnya dengan lincah dan gemulai. Semua pengunjung menahan nafas, terpana dan tidak beranjak dari tempat duduknya. Ternyata Elaine adalah seekor ular python betina yang panjangnya lebih dari 5 meter.

Tim i-Humor's picture

AKTOR DAN PENDETA

Seorang Pendeta yang sedang melihat pertunjukkan seorang aktor tertarik ingin mengetahui rahasia bagaimana aktor itu dapat menarik perhatian banyak orang.

Sesudah pertunjukkan itu berakhir, Pendeta itu segera pergi ke belakang panggung untuk menemui aktor tadi. "Pak, kami para Pendeta selalu menceritakan kepada jemaat tentang kehidupan kekal yang kelak mereka hadapi, tetapi mengapa mereka lebih tertarik untuk menghadiri pertunjukkanmu?

"Karena," jawab aktor itu sambil mengedipkan matanya, "kebenaran yang Bapak khotbahkan seperti cerita fiksi, sedangkan saya memerankan cerita fiksi yang seolah-olah benar terjadi."

Tim i-Humor's picture

SEPOTONG KEJU

Ketika Leonardo baru berumur 5 tahun, Pamannya datang mengunjungi ayahnya. Pada saat makan malam, sang Paman yang amat suka makan keju mencari-cari makanan tersebut, tapi tak sepotong pun yang ia temukan di meja makan.

"Oh, maaf Angelo, aku lupa membeli keju. Padahal persediaan di rumah sudah habis." kata ibu Leonardo.

Mendengar hal itu, Leonardo segera berjalan ke dapur dan tidak lama kemudian datang dengan membawa sepotong keju Italia yang lezat. Lalu diberikannya pada Angelo, Pamannya.

Sudah pasti sang Paman amat girang dan segera melahap keju itu. Lalu katanya sambil menepuk pundak Leonardo,
"Kamu sungguh baik, keponakanku. Oh ya... omong-omong darimana kamu memperoleh keju yang lezat ini?"

Tinggalkan Komentar