- 28/08/2008 - 05:38
PERMEN KARET
Submitted by admin on Rab, 11/14/2007 - 04:32.
Seorang pemuda duduk berhadapan dengan seorang nyonya di sebuah kereta api. Pemuda itu sedang asyik mengunyah permen karet sambil melamun menatap langit-langit.
"Percuma kau berbicara padaku, Nak!" kata nyonya itu. "Aku tuli."
"Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar." (Matius 13:16)
Kiriman: Yani <sweat_heart(at)xxxx>