MIRAS
Di suatu Sekolah Minggu, seorang guru menerangkan mengenai bahayanya minuman keras.
MIRASDi suatu Sekolah Minggu, seorang guru menerangkan mengenai bahayanya minuman keras. KALAU MAMA MARAHSabtu larut malam. Dering telepon membangunkan seorang ibu. Dengan suara jengkel karena masih mengantuk, ia menjawab, "Halo?" Penelepon di seberang sana tidak segera menyahut. Tidak lama kemudian, terdengar suara berbicara dengan terburu-buru. "Ma, ini Santi. Maaf, Ma, bangunin Mama malam-malam. Mau kasih tahu, Santi pulangnya telat. Ban mobilnya bocor. Bukan salahku, lho, Ma. Baru beberapa menit keluar dari bioskop, bannya mendadak bocor. Jangan marah ya, Ma?" Karena tidak memiliki anak perempuan, ibu itu langsung tahu kalau Santi salah nomor. "Maaf, Nak," jawabnya. "Kau menekan nomor yang salah. Saya tidak punya anak bernama Santi. Bahkan, saya tidak punya anak sama sekali." Penelepon di seberang kembali terdiam beberapa saat. "Aduh, Ma!" terdengar suara bergetar. "Masa sampai segitunya sih marahnya?" IRI HATI"Oh, sayangku," rayu sang istri pada suaminya. "Wanita di sebelah rumah sudah punya baju merah seperti yang kau belikan untukku kemarin." "Jadi, sekarang kau minta dibelikan baju yang lain lagi?" tanya suaminya. "Bukankah itu lebih murah daripada kita harus pindah rumah?"
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Amsal 14:30) |