Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

ANAK PEMBERANI

Joni berusia 9 tahun dan ia anak yang sangat nakal. Ibunya selalu berharap ia akan berperilaku baik. Suatu hari setelah ia pulang dari sekolah, guru Joni menelepon ibunya dan berkata, "Tahukah Anda, Nyonya Ratih, bahwa tadi pagi, saat guru olahraga melakukan pemanasan di luar sekolah, dia melihat Joni menyelamatkan seorang anak yang jatuh ke sungai!"

Tim i-Humor's picture

NAIK DELMAN

Pada suatu hari, kampung tempat tinggal Ani mengadakan kontes menyanyi. Kontes ini tidak ditentukan oleh usia, jadi siapa saja boleh ikut. Si kecil Ani gemar menyanyi. Oleh karena itu, dia mengotot ikut kontes walaupun hanya hafal beberapa lagu anak.

Tibalah gilirannya menyanyi. "Selamat siang, Bapak, Ibu, Om, Tante, Kakak-kakak, dan Teman-teman ... Saya akan menyanyikan lagu berjudul Naik Delman ...."

"Pada Hari Minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka, kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja, mengendarai kuda supaya baik jalannya ... tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tuk-tik-tak-tik-tuk tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tuk-tik-tak-tik-tuk tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tuk-tik-tak-tik-tuk ..."

"Stop!" teriak sang juri. "Kapan selesainya?"

"Sabar, Om. 'Kan, kotanya masih jauh!"

Tim i-Humor's picture

MENIKAHI IBU

Hary adalah anak Pak Bambang yang masih berusia 6 tahun. Suatu hari dia berkata kepada ayahnya, "Ayah, aku ingin menikah."

Ayahnya heran dan berpikir sejenak, lalu bertanya, "Apa kamu punya orang yang istimewa?"

"Ya," jawab anak itu. "Aku mau nikah dengan nenek."

"Tunggu dulu," kata ayahnya. "Kamu tidak boleh menikah dengan nenek. Beliau 'kan ibunya ayah?"

"Kok tidak boleh?" tanya anak itu. "Ayah juga sudah menikah dengan ibuku!"

Tim i-Humor's picture

X dan Y

Andi diberi PR oleh guru matematikanya. Kebetulan ayah Andi sedang mengerjakan sesuatu di kamar Andi.

Andi: Ayah, bisa tolong aku menemukan X dan Y ini?
Ayah: Lho, gurumu menyuruhmu menemukannya?

Andi: Iya, memangnya kenapa, Yah?
Ayah: Ayah heran, sejak ayah duduk di bangku SD sampai sekarang, X dan Y masih belum ditemukan!

Tim i-Humor's picture

MASIH 10 MENIT LAGI

Seorang lelaki berpakaian jas lengkap dan perlente sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat. Tiba-tiba seorang anak membawa seekor anjing muncul di hadapannya dan bertanya, "Maaf, Om. Boleh tanya 'kan. Sekarang ini pukul berapa, sih?"

Lelaki tersebut melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tangannya dan berkata, "Sekarang pukul tiga kurang seperempat."

Si anak mengucapkan terima kasih, lalu berkata, "Tepat pukul tiga nanti Om boleh mencium anjing saya," katanya sambil melarikan diri. Lelaki perlente tersebut merasa dilecehkan lalu mengejar si anak dan anjingnya untuk memberikan pelajaran.

Ketika sedang berlari mengejar, seorang rekan kantor menghentikannya, "Ada apa kamu lari-lari begitu?" tanyanya.

Sambil menunjuk si anak, lelaki perlente itu bercerita, "Anak itu bertanya pukul berapa, lalu aku jawab pukul tiga kurang seperempat. Eee, dia bilang pukul tiga tepat, aku boleh mencium anjingnya."

Temannya melihat jam dan berkata, "Lho, masih 10 menit lagi, kenapa buru-buru?"

Tim i-Humor's picture

TIDAK, TERIMA KASIH

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya 7 digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu, halaman rumah ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak, terima kasih.

Pemilik toko: Tapi, tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk ibu tadi!

Tim i-Humor's picture

MANDIRI

Seorang anak pergi ke kantor pos sambil menggenggam amplop di tangan kiri dan prangko di tangan kanan. Kedua benda itu diserahkannya kepada petugas.

"Nak, kamu 'kan sudah besar. Kamu harus belajar mandiri. Segala sesuatu untuk keperluan sendiri harus dikerjakan sendiri," kata petugas.

"Apa yang harus saya kerjakan sendiri, Pak?"

"Kamu harus merekatkan sendiri prangko itu."

"Wah, Bapak salah. Surat itu milik temanku. Jadi, saya bawa pulang saja biar temanku yang merekatkannya."

Tim i-Humor's picture

DOA PESERTA UJIAN AKHIR

  1. Pikiran yang destruktif.
    Ya Tuhan, berikanlah hujan yang besar, guntur yang kuat, agar gedung ujian atapnya roboh, ruangan kelas banjir, gardu listrik depan meledak sehingga ujian dibatalkan.

  2. Merasa pintar tapi belum PD (percaya diri).
    Ya Tuhan, mudah-mudahan gurunya memberikan ujian yang luar biasa susahnya, sehingga tidak ada seorang pun yang mampu mengerjakannya. Dan buatlah agar semua mengulang tahun depan, sehingga saya sudah lebih siap.

  3. Merasa pintar, parsial, dan oportunis.
    Ya Tuhan, buatlah soal ujian yang keluar hanya yang saya pelajari saja. Saya belum sempat baca semua bahan.

Tim i-Humor's picture

PROKLAMASI

Dalam mata pelajaran sejarah, seorang guru menceritakan bagaimana bangsa Indonesia berjuang memperoleh kemerdekaan bangsa, sampai pada dideklarasikannya proklamasi Indonesia.

Tiba-tiba, guru bertanya kepada salah seorang murid yang agak terkantuk-kantuk, "Coba, di mana ditandatangani naskah proklamasi?"

Murid: (Agak tergagap karena bangun tidur) "Saya ra... raasa, di se... sebelah bawah agak ke kanan, Pak."

PENEMUAN BARU

Dito adalah siswa baru di sekolah Dita, Jakarta. Dia berasal dari Solo. Usai sekolah, Dita memberi tahu ibunya tentang suatu penemuan baru yang dia dapat dari teman barunya itu.

Dita: Bu, dalam bidang pengetahuan, ada penemuan baru lho.

Ibu: Penemuan apa?

Dita: Hasil persilangan antara pohon kelapa dengan pohon singkong.

Ibu: Jadi, penemuan apa?

Dita: Getuk lindri, getuk goreng, dll..

(Getuk adalah penganan dibuat dari ubi yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa lalu ditumbuk bersama)

Tim i-Humor's picture

JAWABAN TEPAT

Ibu Roni heran melihat anaknya pulang, padahal masih pukul 09.00.

"Roni, sekarang baru pukul 09.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.

"Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Roni.

"Kamu hebat, apa pertanyaannya?"

"Bu guru bertanya, 'Siapa yang melempar kapur ke ibu?'"

Tim i-Humor's picture

DI SEBELAH

Seorang pelancong tersesat dan kelaparan, karena baru pertama kali ia berada di daerah itu. Ia tidak dapat menemukan tempat untuk makan. Akhirnya, ia bertanya kepada seorang bocah yang bernama Bobby.

Pelancong: Nak, di mana restoran dekat sini?

Bobby: Oh, di sana, Pak. Di sebelah kanan kantor pos.

Pelancong: (Karena masih ragu) Lalu kantor posnya ada di mana?

Bobby: Ya di sebelah kiri restoran, Pak.

Tim i-Humor's picture

5 ROTI DAN 2 IKAN

Sebuah sekolah minggu sedang mengadakan acara perjamuan kasih. Anak-anak disuruh membawa makanan untuk dimakan bersama-sama.

"Anak-anak, ayo keluarkan makanan yang sudah kalian bawa," kata guru sekolah minggu.

"Baik, Bu!" sahut anak-anak.

"Badu, apa yang kamu bawa?" tanya guru saat melihat bungkusan Badu.

"Ini 5 roti dan 2 ikan, Bu."

"Wah, kamu mau menghayati apa yang tertulis di Alkitab ya?"

"Bukan, Bu. Saya membawa makanan ini supaya bisa bertambah dan bisa dimakan 5000 orang. Jadi, bisa untuk makan se-RT," jawab Badu dengan polosnya.

Tim i-Humor's picture

KE SURGA

"Anak-anak, siapa yang mau masuk surga?" tanya pak guru.

"Saya Pak...," teriak murid-murid kecuali si Udin yang diam.

"Yang mau masuk surga berdiri...!" kata pak guru.

Semua murid berdiri, kecuali si Udin.

"Udin, kamu tidak mau masuk surga?" tanya pak guru.

"Mau donk, Pak!" jawabnya.

"Kenapa tidak berdiri?" tanya pak guru.

"Lha, memang mau berangkat sekarang, Pak?"

Tim i-Humor's picture

ORANG INDONESIA ASLI

Seorang siswa ditegur wali kelasnya, karena nilai rapor untuk Bahasa Inggris sangat kurang dan tidak pernah ada kenaikan. "Sebenarnya, kamu anak pandai. Tetapi kenapa nilai bahasa Inggrismu sangat rendah?"

"Karena saya orang Indonesia asli, Pak."

Tinggalkan Komentar