Humor Anak-Anak

BINGUNG
Submitted by Tim i-Humor on Mon, 02/27/2012 - 15:17Seorang murid baru sedang memperkenalkan diri di depan kelas.
Chika: "Hai semua... namaku Chika, rumahku jauh di sana."
Bu guru: "Oh, Chika anak ke berapa?"
Chika: "Kalau dari ibu, saya anak pertama; kalau bapak, belum punya anak."
Bu guru: "Lho, kok bisa begitu? Kan Chika anak bapak dan ibu?"
Chika: "Kata ibu aku dilahirkan ibu, sedang bapak tidak bisa melahirkan. Kasihan ya, Bu... bapak tidak bisa punya anak?"

LAUT JAWA
Submitted by Tim i-Humor on Mon, 02/20/2012 - 13:20Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.
Usrok: "Ayahku super kaya, sebentar lagi dia mau beli Laut Jawa!"
Cuplis: "Oya? Kalau begitu aku akan bilang ke ayahku supaya Laut Jawa jangan jadi dijual!"

SARUNGKU JATUH
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/10/2012 - 16:45Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya. Pada suatu hari, nenek menyuruh cucunya yang baru pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.
Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu, sang nenek menyuruh cucunya.
Nenek: "Cucuku, tolong kamu panjatin pohon mangga di depan rumah, nenek ingin makan mangga."
Cucu: "Iya Nek, mau memetik berapa?"
Nenek: "Dua buah saja, cukup. Hati-hati ya!"
Dengan tetap memakai sarung, sang cucu memanjat pohon mangganya. Selang beberapa saat terdengar suara, "buk...!"
Sang nenek menghitungnya,
Nenek: "Satu..."
Beberapa saat kemudian terdengar lagi, "gedebuk...!"
Pikir Nenek, "Dua.... Tapi kok suaranya keras sekali?"
Nenek: "Cu, itu suara apa yang jatuh?"
Sambil meringis,
Cucu: "Sarungku yang jatuh, Nek!"
Nenek: "Kok keras sekali?"
Cucu: "Iya, sarungnya masih kupakai, Nek!"

KENA BATUNYA
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/10/2012 - 16:40Ita yang baru masuk SMU, masa-masa pubernya membuat dia centil dan suka menjahili orang. Kali ini, dia mendapat kata-kata baru.
Hari pertama, dia menelepon temannya: "Rin, gue sudah tahu semuanya!"
"Hah..." Suara di sana terdengar lemas.
"Ta, elu jangan bilang Indri kalau gue jalan sama cowoknya ya, Ta. Gue ada voucher makan di restoran terkenal, elu jangan bilang-bilang yah. Maaf gue cuma bisa memberi itu doang."
"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapat voucher makan gratis. Coba gue praktik lagi!"
Kali ini, Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan di dekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.
"Wa, gue sudah tahu semuanya. Ternyata gitu ya, Wa."

PAHLAWAN
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/03/2012 - 16:40Tina adalah anak yang manis. Dodi, teman sepermainannya menyukai Tina. Suatu ketika, Tina bermain sendiri di dekat rumah tua yang tidak terpakai. Tiba-tiba Bona, anak yang terkenal nakal dan badannya tambun, datang lalu merebut mainan Tina dan membuat Tina menangis.
Ternyata Bona disuruh Dodi untuk menakut-nakuti si Tina. Dengan gaya pemberani si Dodi datang menolong Tina, Dodi juga menyombongkan diri dengan menyebut dirinya seorang pahlawan. Tujuannya supaya Tina terpesona. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada seekor kecoak terbang dan hinggap di tangan Dodi!
"Huuuaaaa....!!!" Dodi lari ketakutan.
Tina berkata dalam hati, "Katanya Pahlawan, tapi sama kecoak saja takut!"

SUDAH TAHU
Submitted by Tim i-Humor on Thu, 01/26/2012 - 13:52Seorang ibu sedang berusaha mengajar anaknya, yang masih berusia 6 tahun, mengenali suatu benda.
Ia bertanya, "Coba kamu sebutkan, ini benda apa namanya?"
Anaknya mengamati sejenak dan menjawab, "Kenapa? Apa Ibu tidak tahu namanya?"
Ibunya menjawab, "Bukannya Ibu tidak tahu. Apa kamu tahu benda apa ini?"
Si anak menjawab, "Iya, saya tahu."
Ibunya mulai kesal, "Kalau begitu, coba kamu sebutkan benda apa ini?"
Si anak menjawab, "Buat apa? Kan Ibu tahu benda apa itu. Saya juga tahu. Jadi, tidak usah dikatakan, kan?"

PUNYA SAUDARA?
Submitted by Tim i-Humor on Thu, 01/26/2012 - 13:47"Ma, Bu Guru tadi bertanya, apakah aku masih punya adik yang nanti akan bersekolah di sekolahku juga?"
"Wah, dia penuh perhatian ya? Apa komentarnya ketika kau menjawab kau ini anak tunggal?"
"Bu Guru hanya berkata 'syukurlah'."

TIDAK MOOD
Submitted by Tim i-Humor on Mon, 01/02/2012 - 11:37Seorang anak kecil berusia 4 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan pendeta di depan pintu. Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, "Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?" Anak itu tidak menjawab.
Pak pendeta mendekatkan kepalanya, "Umurmu berapa, Sayang?" tanyanya.
Si anak mengangkat empat jari tangannya. Pak pendeta tersenyum. "Itu berapa?" tanyanya lagi. Si anak diam. Pak pendeta bertanya lagi, "Nak, kamu bisa omong, tidak?"
Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, "Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?"

MAKAN PERMEN
Submitted by Tim i-Humor on Tue, 12/13/2011 - 09:20Seorang ibu mendatangi seorang pendeta, meminta pendeta itu berbicara kepada anaknya, agar menghentikan kebiasaannya makan permen. Pendeta itu menyimak permohonan ibu tersebut, lalu meminta ibu itu datang lagi minggu depan.
Ibu itu mematuhinya. Ketika ia datang lagi, pendeta itu menatap si bocah dan berkata, "Nak, berhentilah makan permen!"
Terperangah oleh sederhananya penyelesaian masalah itu, si ibu bertanya, "Pak Pendeta, kenapa kami harus menunggu sampai seminggu? Bukankah Bapak bisa mengatakannya waktu kami datang menemui Bapak dulu?"
"Saya meminta kalian menunggu selama seminggu karena seminggu yang lalu saya masih makan permen."
PEDAGANG KAKI LIMA
Submitted by admin on Fri, 12/09/2011 - 10:55Mama: "Fredy, kalau sudah besar kamu ingin jadi apa?"
Fredy: "Ingin jadi pedagang kaki lima, Ma!"
Mama: "Lho?"
Fredy: "Kan asyik, Ma. Kalau capek berjalan dengan dua kaki, bisa pakai kaki yang lainnya."

TIDAK BOLEH
Submitted by Tim i-Humor on Wed, 11/23/2011 - 17:07Si kecil Amy, adalah anak tunggal dari keluarga Pak Joyo. Dia adalah anak yang patuh juga taat kepada orang tuanya. Suatu ketika dia menceritakan sebuah rahasia kepada pamannya.
Amy: "Paman, Kalau sudah besar nanti aku akan menikah dengan anak lelaki di rumah sebelah." (setengah berbisik)
Paman: "Kenapa?"
Amy: "Karena aku tidak boleh menyeberang jalan."

BAKPAO
Submitted by Tim i-Humor on Thu, 10/27/2011 - 17:52Karena bangun kesiangan, Adam, anak kecil berusia 5 tahun berlari-lari ke sekolah minggu. Di tengah jalan, dia melihat penjual bakpao. Karena belum sarapan, ia membeli satu bakpao dan akan memakannya sedikit demi sedikit saat khotbah nanti.
Puji-pujian dan doa usai sudah. Tibalah saatnya untuk mendengarkan firman Tuhan. Adam mulai makan sedikit demi sedikit bakpao yang dibelinya tadi.
Cerita Alkitab minggu itu berjudul "Kejatuhan Manusia dalam Dosa". Guru sekolah minggu yang telah mempersiapkan diri dengan baik sangat antusias, semangatnya berkobar-kobar sehingga ketika dia bercerita dia bersuara setengah berteriak,
"... Tuhan bertanya, Adam... apa yang kau makan?" Mendadak Adam kecil yang sedang asik makan berdiri dengan takut dan menjawab, "Bakpao, Kak.."

TEMBOK YOSUA
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 10/21/2011 - 14:28Esther seorang guru sekolah minggu mengadakan praktik mengajar di sekolah minggu, di daerah terpencil. Dengan bersemangat ia bertanya pada anak-anak, "Anak-anak, siapa yang merobohkan tembok Yerikho?"
Dengan polosnya anak-anak serempak menjawab, "Bukan kami... Bukan Kami...". Esther sedih dan mengemukakan hal ini kepada Guru Sekolah Minggu di jemaat itu.
Guru-gurunya pun menjawab, "Ibu Esther, anak-anak memang begitu, mereka tidak mau mengakui perbuatan mereka. Nanti, kami tanyakan pelan-pelan pasti ada yang mau mengakuinya..." Ibu Esther makin sedih.
Malamnya ada rapat majelis, Esther mengemukakan kejadian pagi dan siang hari itu. "Saya Sedih karena anak-anak sekolah minggu bahkan guru-gurunya tidak ada yang tahu siapa yang merobohkan tembok Yerikho..." Sidang majelis berembuk sejenak, dan ketika ada keputusan, Ibu Esther dipanggil.
Ketua sidang berkata demikian, "Ibu Esther kami telah sepakat. Begini saja. Hitung saja berapa anggarannya nanti kami yang ganti."
Ibu Esther langsung pingsan.

PALING MALAS
Submitted by Tim i-Humor on Fri, 10/14/2011 - 16:32Seorang ayah memarahi anaknya yang terkenal sangat malas. "Siapa agaknya yang paling malas di kelasmu?" sindir ayahnya.
Nanda: "Wah, saya tidak tahu."
Ayah: "Aku rasa kamu tahu. Kalau semua murid sedang belajar atau menulis pelajarannya, lalu ada yang hanya duduk-duduk saja tanpa mengerjakan sesuatu. Itulah si pemalas."
Nanda: (Dengan santainya) "Ooo..., itu saya tahu, guruku yang sering begitu."

HAMIL
Submitted by Tim i-Humor on Tue, 10/11/2011 - 10:07Pak Guru sedang memberikan pelajaran bahasa di sebuah SD kelas 1.
Guru: "Hary, coba buatlah kalimat yang menggunakan kata 'turun'!"
Hary: "Petugas pemadam kebakaran itu turun menggunakan tangga dengan hamil."
Guru: "Hary, kalimat apa itu? Apa kau tahu artinya 'hamil'?"
Hary: "Ya, Pak. Saya tahu. Hamil artinya membawa seorang bayi kecil."




Publikasi e-Humor adalah buletin mingguan yang diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dan dipublikasikan melalui sistem I-KAN (Internet- Komputer Alkitab Network), menyajikan humor-humor yang jauh dari unsur SARA dan pornografi lengkap dengan ayat-ayat pendukung dari setiap humor.