Humor Anak-Anak

PENEMUAN BARU

Dito adalah siswa baru di sekolah Dita, Jakarta. Dia berasal dari Solo. Usai sekolah, Dita memberi tahu ibunya tentang suatu penemuan baru yang dia dapat dari teman barunya itu.

Dita: Bu, dalam bidang pengetahuan, ada penemuan baru lho.

Ibu: Penemuan apa?

Dita: Hasil persilangan antara pohon kelapa dengan pohon singkong.

Ibu: Jadi, penemuan apa?

Dita: Getuk lindri, getuk goreng, dll..

(Getuk adalah penganan dibuat dari ubi yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa lalu ditumbuk bersama)

Tim i-Humor's picture

JAWABAN TEPAT

Ibu Roni heran melihat anaknya pulang, padahal masih pukul 09.00.

"Roni, sekarang baru pukul 09.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.

"Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Roni.

"Kamu hebat, apa pertanyaannya?"

"Bu guru bertanya, 'Siapa yang melempar kapur ke ibu?'"

Tim i-Humor's picture

DI SEBELAH

Seorang pelancong tersesat dan kelaparan, karena baru pertama kali ia berada di daerah itu. Ia tidak dapat menemukan tempat untuk makan. Akhirnya, ia bertanya kepada seorang bocah yang bernama Bobby.

Pelancong: Nak, di mana restoran dekat sini?

Bobby: Oh, di sana, Pak. Di sebelah kanan kantor pos.

Pelancong: (Karena masih ragu) Lalu kantor posnya ada di mana?

Bobby: Ya di sebelah kiri restoran, Pak.

Tim i-Humor's picture

5 ROTI DAN 2 IKAN

Sebuah sekolah minggu sedang mengadakan acara perjamuan kasih. Anak-anak disuruh membawa makanan untuk dimakan bersama-sama.

"Anak-anak, ayo keluarkan makanan yang sudah kalian bawa," kata guru sekolah minggu.

"Baik, Bu!" sahut anak-anak.

"Badu, apa yang kamu bawa?" tanya guru saat melihat bungkusan Badu.

"Ini 5 roti dan 2 ikan, Bu."

"Wah, kamu mau menghayati apa yang tertulis di Alkitab ya?"

"Bukan, Bu. Saya membawa makanan ini supaya bisa bertambah dan bisa dimakan 5000 orang. Jadi, bisa untuk makan se-RT," jawab Badu dengan polosnya.

Tim i-Humor's picture

KE SURGA

"Anak-anak, siapa yang mau masuk surga?" tanya pak guru.

"Saya Pak...," teriak murid-murid kecuali si Udin yang diam.

"Yang mau masuk surga berdiri...!" kata pak guru.

Semua murid berdiri, kecuali si Udin.

"Udin, kamu tidak mau masuk surga?" tanya pak guru.

"Mau donk, Pak!" jawabnya.

"Kenapa tidak berdiri?" tanya pak guru.

"Lha, memang mau berangkat sekarang, Pak?"

Tim i-Humor's picture

ORANG INDONESIA ASLI

Seorang siswa ditegur wali kelasnya, karena nilai rapor untuk Bahasa Inggris sangat kurang dan tidak pernah ada kenaikan. "Sebenarnya, kamu anak pandai. Tetapi kenapa nilai bahasa Inggrismu sangat rendah?"

"Karena saya orang Indonesia asli, Pak."

Tim i-Humor's picture

RAJA BELI CENDOL

Seorang anak kecil yang memiliki uang seribu rupiah mendatangi abang tukang cendol.

Anak: Bang, beli cendol seribu rupiah!

Abang tukang cendol mengambil gelas dan hanya mengisi setengah gelas.

Anak: Bang, kok cuma setengah gelas?

Abang: Duit kamu cuma mampu segitu, Dek.

Anak: Wah, jangan gitu dong, Bang. Abang tidak tahu ya, pembeli adalah raja!

Abang: Owalah, Dek. Raja kok beli cendol.

Tim i-Humor's picture

JATUH DI SELOKAN

Karto: Hari ini ada seorang anak yang jatuh di selokan. Semua temannya menertawakannya, hanya saya sendiri yang tidak ikut tertawa.

Ibu: Bagus. Kamu memang anak Ibu yang baik. Lalu siapa yang jatuh ke selokan itu?

Karto: Saya sendiri.

Tim i-Humor's picture

LETAK GALILEA

Lina pulang dari gereja dengan wajah cemberut. Dia merasa bahwa hari ini adalah hari yang tidak baik untuknya.

"Kenapa wajahmu masam, Nak?" tanya bapaknya.

Lina menjawab, "Tadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan guru sekolah minggu, Pak."

"Memangnya, apa pertanyaan gurumu?" tanya bapaknya lagi.

"Guru saya bertanya di mana letak Galilea."

"Oh, gitu. Ya sudah. Tidak usah sedih. Lain kali kalau meletakkan sesuatu, ingat baik-baik tempatnya, ya," kata bapaknya sambil mengelus kepala anaknya.

Tim i-Humor's picture

SANGAT PEMBERANI

Seorang anak sekolah minggu bercerita kepada temannya.

Anak 1: "Saya pernah berhadapan muka dengan muka dengan seekor singa."

Anak 2: "Oh ya? Apa yang kamu lakukan?"

Anak 1: "Saya berdiri diam dan memandang matanya. Singa itu kemudian berjalan mendekati saya. Saya mundur perlahan, tetapi singa itu terus maju mendekat."

Anak 2: "Lalu, bagaimana kamu bisa lolos dari singa itu?"

Anak 1: "Saya segera membalikkan badan dan segera pindah melihat ke kandang lain."

Anak 2: "Oh, di kebun binatang!"

Tim i-Humor's picture

ANAK BAIK?

Seorang ibu dengan tidak sabar menunggu kepulangan anaknya, Badu. Anak itu seharusnya sudah pulang sekolah setengah jam yang lalu. Akhirnya, Badu pulang.

"Kenapa kau terlambat?" tanya Ibunya. "Apakah memang ada pelajaran tambahan?"

"Tidak, bukan karena itu. Aku berhenti di jalan," sahutnya.

"Kenapa?"

"Karena ada seorang nenek kehilangan uang dua puluh ribu."

"Oh, jadi kau terlambat karena membantu nenek itu menemukan uangnya? Aduh, baik sekali anak Ibu yang satu ini!"

"Bukan, bukan begitu, Bu," bantah Badu.

"Aku tidak bisa bergerak selama setengah jam karena aku menginjak uang nenek itu. Aku menunggu nenek itu kelelahan mencari uangnya dan pergi."

Tim i-Humor's picture

BINGUNG

Seorang murid baru sedang memperkenalkan diri di depan kelas.

Chika: "Hai semua... namaku Chika, rumahku jauh di sana."

Bu guru: "Oh, Chika anak ke berapa?"

Chika: "Kalau dari ibu, saya anak pertama; kalau bapak, belum punya anak."

Bu guru: "Lho, kok bisa begitu? Kan Chika anak bapak dan ibu?"

Chika: "Kata ibu aku dilahirkan ibu, sedang bapak tidak bisa melahirkan. Kasihan ya, Bu... bapak tidak bisa punya anak?"

Tim i-Humor's picture

LAUT JAWA

Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.

Usrok: "Ayahku super kaya, sebentar lagi dia mau beli Laut Jawa!"

Cuplis: "Oya? Kalau begitu aku akan bilang ke ayahku supaya Laut Jawa jangan jadi dijual!"

Tim i-Humor's picture

SARUNGKU JATUH

Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya. Pada suatu hari, nenek menyuruh cucunya yang baru pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.

Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu, sang nenek menyuruh cucunya.

Nenek: "Cucuku, tolong kamu panjatin pohon mangga di depan rumah, nenek ingin makan mangga."
Cucu: "Iya Nek, mau memetik berapa?"
Nenek: "Dua buah saja, cukup. Hati-hati ya!"

Dengan tetap memakai sarung, sang cucu memanjat pohon mangganya. Selang beberapa saat terdengar suara, "buk...!"
Sang nenek menghitungnya,
Nenek: "Satu..."

Beberapa saat kemudian terdengar lagi, "gedebuk...!"
Pikir Nenek, "Dua.... Tapi kok suaranya keras sekali?"
Nenek: "Cu, itu suara apa yang jatuh?"

Sambil meringis,

Cucu: "Sarungku yang jatuh, Nek!"
Nenek: "Kok keras sekali?"
Cucu: "Iya, sarungnya masih kupakai, Nek!"

Tim i-Humor's picture

KENA BATUNYA

Ita yang baru masuk SMU, masa-masa pubernya membuat dia centil dan suka menjahili orang. Kali ini, dia mendapat kata-kata baru.

Hari pertama, dia menelepon temannya: "Rin, gue sudah tahu semuanya!"

"Hah..." Suara di sana terdengar lemas.

"Ta, elu jangan bilang Indri kalau gue jalan sama cowoknya ya, Ta. Gue ada voucher makan di restoran terkenal, elu jangan bilang-bilang yah. Maaf gue cuma bisa memberi itu doang."

"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapat voucher makan gratis. Coba gue praktik lagi!"

Kali ini, Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan di dekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.

"Wa, gue sudah tahu semuanya. Ternyata gitu ya, Wa."

Tinggalkan Komentar