Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

RAJA BELI CENDOL

Seorang anak kecil yang memiliki uang seribu rupiah mendatangi abang tukang cendol.

Anak: Bang, beli cendol seribu rupiah!

Abang tukang cendol mengambil gelas dan hanya mengisi setengah gelas.

Anak: Bang, kok cuma setengah gelas?

Abang: Duit kamu cuma mampu segitu, Dek.

Anak: Wah, jangan gitu dong, Bang. Abang tidak tahu ya, pembeli adalah raja!

Abang: Owalah, Dek. Raja kok beli cendol.

Tim i-Humor's picture

JATUH DI SELOKAN

Karto: Hari ini ada seorang anak yang jatuh di selokan. Semua temannya menertawakannya, hanya saya sendiri yang tidak ikut tertawa.

Ibu: Bagus. Kamu memang anak Ibu yang baik. Lalu siapa yang jatuh ke selokan itu?

Karto: Saya sendiri.

Tim i-Humor's picture

LETAK GALILEA

Lina pulang dari gereja dengan wajah cemberut. Dia merasa bahwa hari ini adalah hari yang tidak baik untuknya.

"Kenapa wajahmu masam, Nak?" tanya bapaknya.

Lina menjawab, "Tadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan guru sekolah minggu, Pak."

"Memangnya, apa pertanyaan gurumu?" tanya bapaknya lagi.

"Guru saya bertanya di mana letak Galilea."

"Oh, gitu. Ya sudah. Tidak usah sedih. Lain kali kalau meletakkan sesuatu, ingat baik-baik tempatnya, ya," kata bapaknya sambil mengelus kepala anaknya.

Tim i-Humor's picture

SANGAT PEMBERANI

Seorang anak sekolah minggu bercerita kepada temannya.

Anak 1: "Saya pernah berhadapan muka dengan muka dengan seekor singa."

Anak 2: "Oh ya? Apa yang kamu lakukan?"

Anak 1: "Saya berdiri diam dan memandang matanya. Singa itu kemudian berjalan mendekati saya. Saya mundur perlahan, tetapi singa itu terus maju mendekat."

Anak 2: "Lalu, bagaimana kamu bisa lolos dari singa itu?"

Anak 1: "Saya segera membalikkan badan dan segera pindah melihat ke kandang lain."

Anak 2: "Oh, di kebun binatang!"

Tim i-Humor's picture

ANAK BAIK?

Seorang ibu dengan tidak sabar menunggu kepulangan anaknya, Badu. Anak itu seharusnya sudah pulang sekolah setengah jam yang lalu. Akhirnya, Badu pulang.

"Kenapa kau terlambat?" tanya Ibunya. "Apakah memang ada pelajaran tambahan?"

"Tidak, bukan karena itu. Aku berhenti di jalan," sahutnya.

"Kenapa?"

"Karena ada seorang nenek kehilangan uang dua puluh ribu."

"Oh, jadi kau terlambat karena membantu nenek itu menemukan uangnya? Aduh, baik sekali anak Ibu yang satu ini!"

"Bukan, bukan begitu, Bu," bantah Badu.

"Aku tidak bisa bergerak selama setengah jam karena aku menginjak uang nenek itu. Aku menunggu nenek itu kelelahan mencari uangnya dan pergi."

Tim i-Humor's picture

BINGUNG

Seorang murid baru sedang memperkenalkan diri di depan kelas.

Chika: "Hai semua... namaku Chika, rumahku jauh di sana."

Bu guru: "Oh, Chika anak ke berapa?"

Chika: "Kalau dari ibu, saya anak pertama; kalau bapak, belum punya anak."

Bu guru: "Lho, kok bisa begitu? Kan Chika anak bapak dan ibu?"

Chika: "Kata ibu aku dilahirkan ibu, sedang bapak tidak bisa melahirkan. Kasihan ya, Bu... bapak tidak bisa punya anak?"

Tim i-Humor's picture

LAUT JAWA

Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.

Usrok: "Ayahku super kaya, sebentar lagi dia mau beli Laut Jawa!"

Cuplis: "Oya? Kalau begitu aku akan bilang ke ayahku supaya Laut Jawa jangan jadi dijual!"

Tim i-Humor's picture

SARUNGKU JATUH

Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya. Pada suatu hari, nenek menyuruh cucunya yang baru pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.

Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu, sang nenek menyuruh cucunya.

Nenek: "Cucuku, tolong kamu panjatin pohon mangga di depan rumah, nenek ingin makan mangga."
Cucu: "Iya Nek, mau memetik berapa?"
Nenek: "Dua buah saja, cukup. Hati-hati ya!"

Dengan tetap memakai sarung, sang cucu memanjat pohon mangganya. Selang beberapa saat terdengar suara, "buk...!"
Sang nenek menghitungnya,
Nenek: "Satu..."

Beberapa saat kemudian terdengar lagi, "gedebuk...!"
Pikir Nenek, "Dua.... Tapi kok suaranya keras sekali?"
Nenek: "Cu, itu suara apa yang jatuh?"

Sambil meringis,

Cucu: "Sarungku yang jatuh, Nek!"
Nenek: "Kok keras sekali?"
Cucu: "Iya, sarungnya masih kupakai, Nek!"

Tim i-Humor's picture

KENA BATUNYA

Ita yang baru masuk SMU, masa-masa pubernya membuat dia centil dan suka menjahili orang. Kali ini, dia mendapat kata-kata baru.

Hari pertama, dia menelepon temannya: "Rin, gue sudah tahu semuanya!"

"Hah..." Suara di sana terdengar lemas.

"Ta, elu jangan bilang Indri kalau gue jalan sama cowoknya ya, Ta. Gue ada voucher makan di restoran terkenal, elu jangan bilang-bilang yah. Maaf gue cuma bisa memberi itu doang."

"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapat voucher makan gratis. Coba gue praktik lagi!"

Kali ini, Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan di dekat kuping kakaknya yang lagi tiduran.

"Wa, gue sudah tahu semuanya. Ternyata gitu ya, Wa."

Tim i-Humor's picture

PAHLAWAN

Tina adalah anak yang manis. Dodi, teman sepermainannya menyukai Tina. Suatu ketika, Tina bermain sendiri di dekat rumah tua yang tidak terpakai. Tiba-tiba Bona, anak yang terkenal nakal dan badannya tambun, datang lalu merebut mainan Tina dan membuat Tina menangis.

Ternyata Bona disuruh Dodi untuk menakut-nakuti si Tina. Dengan gaya pemberani si Dodi datang menolong Tina, Dodi juga menyombongkan diri dengan menyebut dirinya seorang pahlawan. Tujuannya supaya Tina terpesona. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada seekor kecoak terbang dan hinggap di tangan Dodi!

"Huuuaaaa....!!!" Dodi lari ketakutan.

Tina berkata dalam hati, "Katanya Pahlawan, tapi sama kecoak saja takut!"

Tim i-Humor's picture

SUDAH TAHU

Seorang ibu sedang berusaha mengajar anaknya, yang masih berusia 6 tahun, mengenali suatu benda.

Ia bertanya, "Coba kamu sebutkan, ini benda apa namanya?"

Anaknya mengamati sejenak dan menjawab, "Kenapa? Apa Ibu tidak tahu namanya?"

Ibunya menjawab, "Bukannya Ibu tidak tahu. Apa kamu tahu benda apa ini?"

Si anak menjawab, "Iya, saya tahu."

Ibunya mulai kesal, "Kalau begitu, coba kamu sebutkan benda apa ini?"

Si anak menjawab, "Buat apa? Kan Ibu tahu benda apa itu. Saya juga tahu. Jadi, tidak usah dikatakan, kan?"

Tim i-Humor's picture

PUNYA SAUDARA?

"Ma, Bu Guru tadi bertanya, apakah aku masih punya adik yang nanti akan bersekolah di sekolahku juga?"

"Wah, dia penuh perhatian ya? Apa komentarnya ketika kau menjawab kau ini anak tunggal?"

"Bu Guru hanya berkata 'syukurlah'."

Tim i-Humor's picture

TIDAK MOOD

Seorang anak kecil berusia 4 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan pendeta di depan pintu. Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, "Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?" Anak itu tidak menjawab.

Pak pendeta mendekatkan kepalanya, "Umurmu berapa, Sayang?" tanyanya.

Si anak mengangkat empat jari tangannya. Pak pendeta tersenyum. "Itu berapa?" tanyanya lagi. Si anak diam. Pak pendeta bertanya lagi, "Nak, kamu bisa omong, tidak?"

Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, "Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?"

Tim i-Humor's picture

MAKAN PERMEN

Seorang ibu mendatangi seorang pendeta, meminta pendeta itu berbicara kepada anaknya, agar menghentikan kebiasaannya makan permen. Pendeta itu menyimak permohonan ibu tersebut, lalu meminta ibu itu datang lagi minggu depan.

Ibu itu mematuhinya. Ketika ia datang lagi, pendeta itu menatap si bocah dan berkata, "Nak, berhentilah makan permen!"

Terperangah oleh sederhananya penyelesaian masalah itu, si ibu bertanya, "Pak Pendeta, kenapa kami harus menunggu sampai seminggu? Bukankah Bapak bisa mengatakannya waktu kami datang menemui Bapak dulu?"

"Saya meminta kalian menunggu selama seminggu karena seminggu yang lalu saya masih makan permen."

PEDAGANG KAKI LIMA

Mama: "Fredy, kalau sudah besar kamu ingin jadi apa?"

Fredy: "Ingin jadi pedagang kaki lima, Ma!"

Mama: "Lho?"

Fredy: "Kan asyik, Ma. Kalau capek berjalan dengan dua kaki, bisa pakai kaki yang lainnya."

Tinggalkan Komentar