Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

MANDIRI

Seorang anak pergi ke kantor pos sambil menggenggam amplop di tangan kiri dan prangko di tangan kanan. Kedua benda itu diserahkannya kepada petugas.

"Nak, kamu 'kan sudah besar. Kamu harus belajar mandiri. Segala sesuatu untuk keperluan sendiri harus dikerjakan sendiri," kata petugas.

"Apa yang harus saya kerjakan sendiri, Pak?"

"Kamu harus merekatkan sendiri prangko itu."

"Wah, Bapak salah. Surat itu milik temanku. Jadi, saya bawa pulang saja biar temanku yang merekatkannya."

Tim i-Humor's picture

DOA PESERTA UJIAN AKHIR

  1. Pikiran yang destruktif.
    Ya Tuhan, berikanlah hujan yang besar, guntur yang kuat, agar gedung ujian atapnya roboh, ruangan kelas banjir, gardu listrik depan meledak sehingga ujian dibatalkan.

  2. Merasa pintar tapi belum PD (percaya diri).
    Ya Tuhan, mudah-mudahan gurunya memberikan ujian yang luar biasa susahnya, sehingga tidak ada seorang pun yang mampu mengerjakannya. Dan buatlah agar semua mengulang tahun depan, sehingga saya sudah lebih siap.

  3. Merasa pintar, parsial, dan oportunis.
    Ya Tuhan, buatlah soal ujian yang keluar hanya yang saya pelajari saja. Saya belum sempat baca semua bahan.

Tim i-Humor's picture

PROKLAMASI

Dalam mata pelajaran sejarah, seorang guru menceritakan bagaimana bangsa Indonesia berjuang memperoleh kemerdekaan bangsa, sampai pada dideklarasikannya proklamasi Indonesia.

Tiba-tiba, guru bertanya kepada salah seorang murid yang agak terkantuk-kantuk, "Coba, di mana ditandatangani naskah proklamasi?"

Murid: (Agak tergagap karena bangun tidur) "Saya ra... raasa, di se... sebelah bawah agak ke kanan, Pak."

PENEMUAN BARU

Dito adalah siswa baru di sekolah Dita, Jakarta. Dia berasal dari Solo. Usai sekolah, Dita memberi tahu ibunya tentang suatu penemuan baru yang dia dapat dari teman barunya itu.

Dita: Bu, dalam bidang pengetahuan, ada penemuan baru lho.

Ibu: Penemuan apa?

Dita: Hasil persilangan antara pohon kelapa dengan pohon singkong.

Ibu: Jadi, penemuan apa?

Dita: Getuk lindri, getuk goreng, dll..

(Getuk adalah penganan dibuat dari ubi yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa lalu ditumbuk bersama)

Tim i-Humor's picture

JAWABAN TEPAT

Ibu Roni heran melihat anaknya pulang, padahal masih pukul 09.00.

"Roni, sekarang baru pukul 09.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.

"Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Roni.

"Kamu hebat, apa pertanyaannya?"

"Bu guru bertanya, 'Siapa yang melempar kapur ke ibu?'"

Tim i-Humor's picture

DI SEBELAH

Seorang pelancong tersesat dan kelaparan, karena baru pertama kali ia berada di daerah itu. Ia tidak dapat menemukan tempat untuk makan. Akhirnya, ia bertanya kepada seorang bocah yang bernama Bobby.

Pelancong: Nak, di mana restoran dekat sini?

Bobby: Oh, di sana, Pak. Di sebelah kanan kantor pos.

Pelancong: (Karena masih ragu) Lalu kantor posnya ada di mana?

Bobby: Ya di sebelah kiri restoran, Pak.

Tim i-Humor's picture

5 ROTI DAN 2 IKAN

Sebuah sekolah minggu sedang mengadakan acara perjamuan kasih. Anak-anak disuruh membawa makanan untuk dimakan bersama-sama.

"Anak-anak, ayo keluarkan makanan yang sudah kalian bawa," kata guru sekolah minggu.

"Baik, Bu!" sahut anak-anak.

"Badu, apa yang kamu bawa?" tanya guru saat melihat bungkusan Badu.

"Ini 5 roti dan 2 ikan, Bu."

"Wah, kamu mau menghayati apa yang tertulis di Alkitab ya?"

"Bukan, Bu. Saya membawa makanan ini supaya bisa bertambah dan bisa dimakan 5000 orang. Jadi, bisa untuk makan se-RT," jawab Badu dengan polosnya.

Tim i-Humor's picture

KE SURGA

"Anak-anak, siapa yang mau masuk surga?" tanya pak guru.

"Saya Pak...," teriak murid-murid kecuali si Udin yang diam.

"Yang mau masuk surga berdiri...!" kata pak guru.

Semua murid berdiri, kecuali si Udin.

"Udin, kamu tidak mau masuk surga?" tanya pak guru.

"Mau donk, Pak!" jawabnya.

"Kenapa tidak berdiri?" tanya pak guru.

"Lha, memang mau berangkat sekarang, Pak?"

Tim i-Humor's picture

ORANG INDONESIA ASLI

Seorang siswa ditegur wali kelasnya, karena nilai rapor untuk Bahasa Inggris sangat kurang dan tidak pernah ada kenaikan. "Sebenarnya, kamu anak pandai. Tetapi kenapa nilai bahasa Inggrismu sangat rendah?"

"Karena saya orang Indonesia asli, Pak."

Tim i-Humor's picture

RAJA BELI CENDOL

Seorang anak kecil yang memiliki uang seribu rupiah mendatangi abang tukang cendol.

Anak: Bang, beli cendol seribu rupiah!

Abang tukang cendol mengambil gelas dan hanya mengisi setengah gelas.

Anak: Bang, kok cuma setengah gelas?

Abang: Duit kamu cuma mampu segitu, Dek.

Anak: Wah, jangan gitu dong, Bang. Abang tidak tahu ya, pembeli adalah raja!

Abang: Owalah, Dek. Raja kok beli cendol.

Tim i-Humor's picture

JATUH DI SELOKAN

Karto: Hari ini ada seorang anak yang jatuh di selokan. Semua temannya menertawakannya, hanya saya sendiri yang tidak ikut tertawa.

Ibu: Bagus. Kamu memang anak Ibu yang baik. Lalu siapa yang jatuh ke selokan itu?

Karto: Saya sendiri.

Tim i-Humor's picture

LETAK GALILEA

Lina pulang dari gereja dengan wajah cemberut. Dia merasa bahwa hari ini adalah hari yang tidak baik untuknya.

"Kenapa wajahmu masam, Nak?" tanya bapaknya.

Lina menjawab, "Tadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan guru sekolah minggu, Pak."

"Memangnya, apa pertanyaan gurumu?" tanya bapaknya lagi.

"Guru saya bertanya di mana letak Galilea."

"Oh, gitu. Ya sudah. Tidak usah sedih. Lain kali kalau meletakkan sesuatu, ingat baik-baik tempatnya, ya," kata bapaknya sambil mengelus kepala anaknya.

Tim i-Humor's picture

SANGAT PEMBERANI

Seorang anak sekolah minggu bercerita kepada temannya.

Anak 1: "Saya pernah berhadapan muka dengan muka dengan seekor singa."

Anak 2: "Oh ya? Apa yang kamu lakukan?"

Anak 1: "Saya berdiri diam dan memandang matanya. Singa itu kemudian berjalan mendekati saya. Saya mundur perlahan, tetapi singa itu terus maju mendekat."

Anak 2: "Lalu, bagaimana kamu bisa lolos dari singa itu?"

Anak 1: "Saya segera membalikkan badan dan segera pindah melihat ke kandang lain."

Anak 2: "Oh, di kebun binatang!"

Tim i-Humor's picture

ANAK BAIK?

Seorang ibu dengan tidak sabar menunggu kepulangan anaknya, Badu. Anak itu seharusnya sudah pulang sekolah setengah jam yang lalu. Akhirnya, Badu pulang.

"Kenapa kau terlambat?" tanya Ibunya. "Apakah memang ada pelajaran tambahan?"

"Tidak, bukan karena itu. Aku berhenti di jalan," sahutnya.

"Kenapa?"

"Karena ada seorang nenek kehilangan uang dua puluh ribu."

"Oh, jadi kau terlambat karena membantu nenek itu menemukan uangnya? Aduh, baik sekali anak Ibu yang satu ini!"

"Bukan, bukan begitu, Bu," bantah Badu.

"Aku tidak bisa bergerak selama setengah jam karena aku menginjak uang nenek itu. Aku menunggu nenek itu kelelahan mencari uangnya dan pergi."

Tim i-Humor's picture

BINGUNG

Seorang murid baru sedang memperkenalkan diri di depan kelas.

Chika: "Hai semua... namaku Chika, rumahku jauh di sana."

Bu guru: "Oh, Chika anak ke berapa?"

Chika: "Kalau dari ibu, saya anak pertama; kalau bapak, belum punya anak."

Bu guru: "Lho, kok bisa begitu? Kan Chika anak bapak dan ibu?"

Chika: "Kata ibu aku dilahirkan ibu, sedang bapak tidak bisa melahirkan. Kasihan ya, Bu... bapak tidak bisa punya anak?"

Tinggalkan Komentar