Yakobus

Tim i-Humor's picture

DOA PESERTA UJIAN AKHIR

  1. Pikiran yang destruktif.
    Ya Tuhan, berikanlah hujan yang besar, guntur yang kuat, agar gedung ujian atapnya roboh, ruangan kelas banjir, gardu listrik depan meledak sehingga ujian dibatalkan.

  2. Merasa pintar tapi belum PD (percaya diri).
    Ya Tuhan, mudah-mudahan gurunya memberikan ujian yang luar biasa susahnya, sehingga tidak ada seorang pun yang mampu mengerjakannya. Dan buatlah agar semua mengulang tahun depan, sehingga saya sudah lebih siap.

  3. Merasa pintar, parsial, dan oportunis.
    Ya Tuhan, buatlah soal ujian yang keluar hanya yang saya pelajari saja. Saya belum sempat baca semua bahan.

Tim i-Humor's picture

SANGAT PEMBERANI

Seorang anak sekolah minggu bercerita kepada temannya.

Anak 1: "Saya pernah berhadapan muka dengan muka dengan seekor singa."

Anak 2: "Oh ya? Apa yang kamu lakukan?"

Anak 1: "Saya berdiri diam dan memandang matanya. Singa itu kemudian berjalan mendekati saya. Saya mundur perlahan, tetapi singa itu terus maju mendekat."

Anak 2: "Lalu, bagaimana kamu bisa lolos dari singa itu?"

Anak 1: "Saya segera membalikkan badan dan segera pindah melihat ke kandang lain."

Anak 2: "Oh, di kebun binatang!"

Tim i-Humor's picture

SALAH BELI

Sepasang suami-istri lanjut usia sudah bersiap hendak tidur. Mendadak sang istri berkata, "Aku kok ingin sekali makan es krim, ya. Wah, tetapi es krim kita habis."

"Kau mau kubelikan?"

"Oh, sayang, kau memang baik sekali. Aku ingin es krim vanila dan cokelat, dengan ceri di atasnya. Catatlah, supaya tidak lupa."

"Tak akan," jawab suaminya. "Vanila dan cokelat."

"Dengan ceri di atasnya," tambah istrinya.

"Dengan ceri di atasnya," ulang suaminya.

"Makanya, sudah ditulis saja biar tidak lupa."

"Aku tidak lupa!" suaminya bersikeras. "Es krim vanila dan cokelat dengan ceri diatasnya. Ya kan?"

Benar saja. Ketika kembali, suaminya membawa bungkusan plastik, dan ketika dibuka, istrinya menemukan setangkup hamburger!

"Tuh, kan. Aku menyuruhmu mencatatnya!" hardik istrinya. "Lihat ini, mana saus tomatnya?"

Tim i-Humor's picture

MAKAN PERMEN

Seorang ibu mendatangi seorang pendeta, meminta pendeta itu berbicara kepada anaknya, agar menghentikan kebiasaannya makan permen. Pendeta itu menyimak permohonan ibu tersebut, lalu meminta ibu itu datang lagi minggu depan.

Ibu itu mematuhinya. Ketika ia datang lagi, pendeta itu menatap si bocah dan berkata, "Nak, berhentilah makan permen!"

Terperangah oleh sederhananya penyelesaian masalah itu, si ibu bertanya, "Pak Pendeta, kenapa kami harus menunggu sampai seminggu? Bukankah Bapak bisa mengatakannya waktu kami datang menemui Bapak dulu?"

"Saya meminta kalian menunggu selama seminggu karena seminggu yang lalu saya masih makan permen."

Tim i-Humor's picture

TEMBOK YOSUA

Esther seorang guru sekolah minggu mengadakan praktik mengajar di sekolah minggu, di daerah terpencil. Dengan bersemangat ia bertanya pada anak-anak, "Anak-anak, siapa yang merobohkan tembok Yerikho?"

Dengan polosnya anak-anak serempak menjawab, "Bukan kami... Bukan Kami...". Esther sedih dan mengemukakan hal ini kepada Guru Sekolah Minggu di jemaat itu.

Guru-gurunya pun menjawab, "Ibu Esther, anak-anak memang begitu, mereka tidak mau mengakui perbuatan mereka. Nanti, kami tanyakan pelan-pelan pasti ada yang mau mengakuinya..." Ibu Esther makin sedih.

Malamnya ada rapat majelis, Esther mengemukakan kejadian pagi dan siang hari itu. "Saya Sedih karena anak-anak sekolah minggu bahkan guru-gurunya tidak ada yang tahu siapa yang merobohkan tembok Yerikho..." Sidang majelis berembuk sejenak, dan ketika ada keputusan, Ibu Esther dipanggil.

Ketua sidang berkata demikian, "Ibu Esther kami telah sepakat. Begini saja. Hitung saja berapa anggarannya nanti kami yang ganti."

Ibu Esther langsung pingsan.

Tim i-Humor's picture

MENCOBAI

Jono pengkhotbah muda. Dengan semangat Jono berkata,

"Kalau ditampar pipi kirimu, berikan pipi kananmu!"

Perkataan itu selalu di ulang-ulang dalam khotbahnya, sehingga Budi yang mendengar khotbahnya ingin menguji perkataan Jono.

Selesai khotbah Budi langsung menampar pipi kiri Jono dan Jono memberi pipi kanannya juga untuk ditampar.

... Dua hari kemudian Jono meninju muka Budi. Sembari menahan sakit, Budi protes kepada Jono: "Kok kamu membalasnya?"

Dengan santai Jono menjawab: "Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai... dan bisa berlipat ganda"

Tim i-Humor's picture

DOA ANAK

Ridi, yang baru kelas dua SD, malam itu mengeluh kepada Mamanya karena besok akan ada ulangan.

Ridi: "Ma, susah banget pelajarannya... sejak tadi tidak bisa-bisa sekarang Ridi pusing, Ma..."

Mama: "Jangan mengeluh sayang... cobalah sekali lagi dan jangan lupa berdoa. Besok kamu pasti berhasil."

Ridi masuk ke kamarnya lagi dan Mamanya merasa senang karena Ridi mulai tenang dan tidak sebentar-sebentar keluar. Selang beberapa lama Ridi keluar lagi tapi kini dengan wajah ceria.

Mama: "Kamu tadi sudah berdoa, sayang?"
Ridi: "Oh... pasti, Ma."

Mama: "Benarkan kata Mama, kalau kamu mau berdoa kamu pasti bisa belajar dengan baik. Eh, ngomong-ngomong kamu tadi berdoanya bagaimana?"

Ridi: "Ya Tuhan, Ridi pusing banget nih, tolonglah agar besok Bu Guru tidak masuk, sehingga tidak jadi ulangan. Terima kasih ya, Tuhan."

Mama: $%$&!%$%!^%...

Tim i-Humor's picture

PEMBUAL

Seorang Amerika membual, "Musim salju kami begitu dingin sehingga kami memasang alat pemanas di bawah tubuh sapi supaya mereka tidak menghasilkan es krim."

Jhody yang diajaknya bicara tidak mau kalah, "Itu bukan apa-apa! Musim panas kami begitu panas sehingga kami harus mengipasi ayam betina supaya tidak mengeluarkan telur rebus!"

Tim i-Humor's picture

PERPUSTAKAAN

Pada tengah malam, telepon di rumah seorang petugas perpustakaan bernama Bobi berdering. "Selamat malam. Maaf, saya mau tanya. Perpustakaan buka jam berapa ya?" tanya suara seorang lelaki.

"Ya, ampun. Anda menelepon saya tengah malam begini hanya ingin tahu kapan perpustakaan buka?" tanya Bobi.

"Tapi ini sangat penting," kata si penelepon.
"Pukul 09.00," kata Bobi.
"Pukul 09.00! Tidak bisa lebih pagi?!" tanya si penelepon.
"Memangnya kenapa Anda ingin datang pagi-pagi?"

"Siapa bilang saya ingin datang? Saya terkunci di dalam ruangan perpustakaan dan saya ingin keluar dari perpustakaan ini...."

Tim i-Humor's picture

ISTRIKU HEBAT

Jas dan Jus asyik berbincang, membanggakan istri masing-masing. "istriku adalah wanita istimewa," kata Jas. "Ia bisa berjam-jam berbicara membahas sebuah persoalan."

"Itu belum apa-apa," kata Jus. "Istriku bisa berjam-jam berbicara tanpa membahas persoalan apa pun."

Tim i-Humor's picture

SEMBUH

Seorang dokter sangat gembira karena kesembuhan pasiennya.

"Semua itu berkat kesabaran dan ketabahan istri Anda, dia selalu mendoakan Anda, Tuan Lim," kata si dokter.

"Kalau begitu, saya akan menuliskan cek untuk istri saya saja. Terima kasih Dokter," jawab Tuan Lim senang.

Tim i-Humor's picture

TIGA MINGGU

Paidul, si pengantin baru itu, bertemu dengan sahabat lamanya. "Nah, bagaimana rasanya menjadi pengantin baru?" sang sahabat bertanya.

"Ya...begitulah," Paidul mengeluh. "Pada minggu pertama, saya yang bicara dan dia yang mendengarkan. Pada minggu kedua, dia bicara dan saya yang mendengarkan. Pada minggu ketiga, kami berdua berebut bicara dan tetangga yang mendengarkan."

Tim i-Humor's picture

LEMAH LEMBUT

Yunita ditangkap polisi karena menabrak 3 orang. Thomas sang saksi sangat heran. "Bagaimana mungkin seorang gadis yang lemah lembut dan berperasaan halus seperti itu bisa menabrak orang," tanya Thomas kepada polisi yang mengurus si Yunita.

Polisi menjawab, "Kita juga tahu, Yunita memang super lemah lembut. Tapi kedipannya itu lho, bisa mencelakakan orang."

Segera saja Thomas memperhatikan gadis yang super lemah lembut itu. Karena lemah lembutnya, mengedipnya pun lambat sekali. Semenit dia berkedip, dua menit kemudian baru membuka mata lagi lagi.

Tim i-Humor's picture

CEREWET

Anton mengajak kekasihnya makan malam untuk meminta maaf karena lupa memberi hadiah saat Valentine. Saat makanan siap disantap, Anton mulai bicara, "Sayang, maafkan aku ya. Aku lupa memberimu hadiah...," dia kaget karena ada hal yang mengejutkan, "eh, Sayang, lihat...," tapi belum selesai berbicara, sang kekasihnya menyela sambil sedikit membentak.

"Sudahlah! Kalau makan, ya makan dulu. Tidak usah cerewet!" dengan sikap yang cuek dan geram sang kekasih memotong pembicaraan Anton. Karena takut kekasihnya semakin marah, Anton pun memutuskan untuk diam saja. Baru, setelah makanan selesai disantap, sang kekasih membuka pembicaraan.

"Kamu mau ngomong apa tadi?" tanya kekasihnya dengan emosi yang lebih stabil.

"Tadi waktu kamu makan mi itu, di daunnya ada ulat yang ikut kamu makan," bisik Anton dengan lirih.

"Kenapa kamu tidak memberitahuku!!!!!" bentak sang kekasih.

Anton menjawab dengan santai, "Lha, katamu aku tidak boleh CEREWET!!??"

Tim i-Humor's picture

BUKAN PENDETA KECIL

Johan sering diminta teman dan ibu temannya memimpin doa. Suatu hari, Johan protes.

"Jangan saya terus yang memimpin doa, sekali-kali teman yang lain."

"Lho, Joh, bapak kamu kan pendeta, mengapa kamu tidak mau?" sanggah Petrus.

"Kalau bapak saya pendeta, bukan berarti saya pendeta kecil, tahu!" jawab Johan meninggi.

Tinggalkan Komentar