1 Timotius

warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/sabda/public_html/humor/sites/all/modules/cck/content.module on line 1333.
Tim i-Humor's picture

Polisi dan Facebook

Polisi: "Saya mohon Bapak segera kemari karena saudara Bapak yang bernama Parman menjadi korban tabrak lari."

Tim i-Humor's picture

MEREKA MENAIKKAN GAJI SAYA DUA KALI LIPAT

Seorang anak laki-laki pulang dari kerja musim panas dan merasa sangat senang.

Tim i-Humor's picture

ANGKA KEBERUNTUNGAN

Ada seorang pria yang lahir pada hari ke-5, bulan ke-5, tahun 1955, yang memiliki angka keberuntungan, yaitu 5.

Tim i-Humor's picture

CERITA SEBELUM TIDUR

Darlene sedang duduk di pangkuan kakeknya yang sedang membacakan cerita sebelum tidur.

Tim i-Humor's picture

PILIH YANG MANA

Tim i-Humor's picture

AKU HAUS

Si kecil Boboy disuruh ayahnya pergi tidur, tetapi 5 menit kemudian ia berteriak, "Ayah!"

"Ada apa, Boboy?"

Tim i-Humor's picture

KISAH SEDIH

Gara-gara ada gempa, lift di hotel tempat Ucup, Harry, dan Joni menginap dimatikan. Jalan satu-satunya bagi Ucup dkk.

Tim i-Humor's picture

MENCARI PEMBURU

Beberapa bulan lalu, komunitas pemburu harta karun menyewa seorang ahli untuk mendapatkan harta yang terpendam di suatu pulau. Suatu saat, ketua perkumpulan mengundang seluruh anggota untuk rapat bersama.

Tim i-Humor's picture

ALASAN LAMARAN DITOLAK (II)

Mengapa surat lamaran kerja ditolak? Karena terlalu banyak lampiran yang tidak perlu. Contohnya:

Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini saya sertakan:

  1. Fotokopi KTP Bapak dan Ibu saya.
  2. Pas foto ketika saya dibaptis.
  3. Surat kelakuan baik dari seluruh keluarga saya.
  4. Rekening listrik dan telepon selama 3 bulan terakhir.

Pelajaran: Sebaiknya, kita bijak menggunakan kesempatan. Jangan membuang-buang waktu untuk menyertakan informasi yang tidak terlalu penting.

Tim i-Humor's picture

KALAU MAMA MARAH

Sabtu larut malam. Dering telepon membangunkan seorang ibu. Dengan suara jengkel karena masih mengantuk, ia menjawab, "Halo?"

Penelepon di seberang sana tidak segera menyahut. Tidak lama kemudian, terdengar suara berbicara dengan terburu-buru.

"Ma, ini Santi. Maaf, Ma, bangunin Mama malam-malam. Mau kasih tahu, Santi pulangnya telat. Ban mobilnya bocor. Bukan salahku, lho, Ma. Baru beberapa menit keluar dari bioskop, bannya mendadak bocor. Jangan marah ya, Ma?"

Karena tidak memiliki anak perempuan, ibu itu langsung tahu kalau Santi salah nomor. "Maaf, Nak," jawabnya. "Kau menekan nomor yang salah. Saya tidak punya anak bernama Santi. Bahkan, saya tidak punya anak sama sekali."

Penelepon di seberang kembali terdiam beberapa saat.

"Aduh, Ma!" terdengar suara bergetar. "Masa sampai segitunya sih marahnya?"

Tim i-Humor's picture

SEPASANG RAYAP

Ketika nabi Nuh dan keluarganya turun dari perahu, mereka berhenti di atas tebing untuk menoleh ke belakang.

"Kita harus melakukan sesuatu Nuh," kata istrinya. "Bangkai perahu yang besar itu akan tetap berdiri di sana selama bertahun-tahun dan merusak pemandangan."

"Semua sudah kupikirkan," kata Nuh meyakinkan istrinya. "Aku meninggalkan sepasang rayap di perahu."

Tim i-Humor's picture

LENCANA HILANG

Kakek dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Ia sangat menyayangi lencana-lencana kehormatan yang sudah dia dapatkan. Pada malam tirakatan, sang kakek mendapat kehormatan untuk berpidato. Dia mempersiapkan diri dengan seragamnya dan mengumpulkan lencana-lencana itu untuk dipamerkan ke masyarakat. Tapi ketika dia mengeluarkan lencana-lencana itu dari kotaknya tiba-tiba sang kakek terlihat bingung.

Nurdi: Ada apa, Kek. Kok sepertinya kebingungan?

Kakek: Begini lho Nur, kemarin lencana kakek kan ada sepuluh, Kenapa sekarang kakek hitung-hitung lagi kok tinggal 9 ya? (Sambil mengeluarkan semua lencananya dari kotak dan mulai menghitung.) Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan. Tuh kan, cuma sembilan.

Nurdi: Ya, iyalah, Kek. Lha itu yang Kakek pakai belum masuk hitungan.

Tim i-Humor's picture

TAWON

Seorang pasien yang hidungnya bengkak, mendatangi seorang dokter.

Dokter: Tawon?

Pasien: Betul ....

Dokter: Hinggap dihidung?

Pasien: Benar....

Dokter: Menyengat?

Pasien: Belum sempat tawon itu menyengat, sepupuku menghantamnya dengan pemukul golf.

Tim i-Humor's picture

KEBAKTIAN

Pada suatu hari Minggu pada bulan Februari yang amat dingin dan bersalju, hanya sang pendeta dan seorang peternak sapi yang datang ke gereja di sebuah dusun.

Pendetanya berkata, "Aku kira, kita hari ini tidak ada kebaktian."

"Sial, padahal jika hanya seekor lembuku yang datang pada waktu pemberian makanan, pasti aku akan memberikannya," jawab sang peternak.

Pak pendeta menurut dan ia pun menyelenggarakan seluruh kebaktian sampai selesai. Tatkala sang peternak hendak meninggalkan gereja, pendeta menjabat tangannya dan bertanya, "Bagaimana kebaktiannya?"

Pak peternak itu menjawab, "Lumayan. Namun bila hanya seekor lembu datang pada waktu pemberian makanan, aku pasti tidak akan memberikan seluruh persediaan makanan kepadanya."

n/a

Tinggalkan Komentar