PEMBAGIAN

Submitted by Tim i-Humor on Thu, 08/04/2011 - 17:01

Ibu Guru: "Anak-anak, hari ini Ibu akan mengajar tentang 'pembagian'."
Sambil menulis di papan 1 kg:20= ...

Ibu Guru: "Sudah jelas bukan. Nah, Rahmat, jika sekilo beras dibagi untuk dua puluh orang berapa bagian yang didapat masing-masing orang?"

Rahmat yang sedari tadi hanya menjahili teman-temannya dan ketawa-ketiwi, seketika itu juga keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya. Dengan sangat ketakutan dia menjawab,

"Semangkuk bubur, Bu Guru."

JANGAN MAIN LAGI DENGANNYA

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 07/20/2011 - 13:58

"Sayang, Mama tidak mau lagi mendengarkan kamu mengucapkan kata-kata tidak sopan seperti itu!" kata seorang ibu ketika mendengar anaknya yang masih SD mengucapkan "jalang" dan "binatang" berkali-kali.

"Tapi, Ma, Chairil Anwar juga mengucapkannya," kata si anak.

"Kalau begitu, kamu tidak boleh main sama dia lagi!"

GURU KREATIF

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 07/13/2011 - 10:13

Pak Arifin, seorang guru SD yang kreatif namun pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. "Anak-anak... Pada suatu hari di sebuah hutan, ada pemuda yang suka berburu. Ia bernama Malin Kundang..." Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Arifin keliru, sehingga ia menyela, "Maaf, Pak... Pemburu itu kan mestinya ..."

"Ssssttt... Jangan memotong dulu... Kalau mau bertanya nanti saja..." potong Pak Arifin. "Nah, saya teruskan ya... Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah, di tengah telaga itu dia melihat tujuh bidadari dari balik sebuah pohon besar."

Sementara murid-muridnya mulai senyam-senyum, sadarlah Pak Arifin bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide cemerlang...

"Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru: Hei Malin Kundang, ngapain kamu di situ? Seharusnya kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ..."

KUE COKELAT

Submitted by Tim i-Humor on Sat, 03/05/2011 - 14:51

Suatu hari seorang pendeta memimpin kelas sekolah minggu dan menjelaskan bagaimana anggota tubuh Gereja saling melengkapi dan saling mendukung dalam pelayanan bagi Tuhan. Karena berhadapan dengan anak-anak, maka ia pun menggunakan contoh yang memadai. Ia membagikan kue biskuit dengan butiran cokelat yang terdapat di atas kue tersebut kepada anak-anak.

Sambil menunjuk kepada cokelatnya ia menjelaskan, "Gereja itu seperti kue ini; untuk membuatnya diperlukan bahan seperti tepung, gula, telur, dan butiran cokelat ini. Gereja juga begitu, ada perlu banyak orang untuk saling melengkapi dalam pelayanan jemaat."

Ia melanjutkan, "Bagaimana jadinya jika butiran cokelat ini diambil dari kue ini? Apa yang saya dapatkan?" sambil menunjuk kepada butiran cokelat di kue tersebut.

Seorang anak mengacungkan tangan dan menjawab: "Lemak yang diserap akan berkurang empat gram".

BERPASANGAN

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 11/24/2010 - 11:53

Guru: "Anak-anak, kalian harus tahu bahwa bilangan di Indonesia memiliki keistimewaan. Mereka saling berpasangan. Satu berpasangan dengan sembilan, dan keduanya sama-sama diawali dengan huruf S. Dua dan delapan diawali dengan huruf D. Tiga dan tujuh diawali dengan huruf T. Sedangkan empat dan enam diawali dengan huruf E."

Lukas: "Tapi, kok lima tidak ada pasangannya, Pak!"

Guru: "Ada. Lima berpasangan dengan lima belas, lima puluh, lima ratus, lima ribu, lima juta, ..."

HARI SABAT

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 11/24/2010 - 11:47

Pada suatu Minggu pagi, si Yohanes dan teman-temannya memancing. Tetapi sampai siang tidak satu ikan pun mereka peroleh, sampai akhirnya mereka bertemu seekor kura-kura dan inilah obrolan mereka,

Yohanes: "Hai, kura-kura. Kenapa sih, dari pagi sampai siang begini ikan-ikan tidak ada yang keluar?

Kura-kura: "Sori ya... soalnya kalau hari Minggu mereka semua pergi ke Gereja. Apa kalian tidak pergi?"

CERDIK SEPERTI ULAR, TULUS SEPERTI MERPATI

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 07/21/2010 - 10:37

Seorang anak laki-laki yang jujur mengembalikan dompet seorang bapak yang jatuh 2 hari lalu di lapangan futsal dekat rumahnya.

Bapak: Heran, ya, ketika dompet saya hilang hanya terdapat uang sebanyak lima puluh ribuan satu lembar. Kenapa sekarang berubah menjadi empat lembar sepuluh ribuan dan 10 lembar seribuan?

Anak: Sayalah yang menukarnya, soalnya dulu saya pernah mengembalikan dompet orang, dan ia mengatakan bahwa ia tidak punya uang kecil untuk hadiah bagi saya.

MINTA ROTI

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 07/22/2009 - 08:50

Metode orang ateis untuk membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada adalah dengan doa minta roti.

Suatu hari, seorang guru di sebuah negara menerapkan metode tersebut kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, Tuhan itu tidak ada. Mau tahu buktinya? Coba, Novich maju ke depan dan berdoa kepada Tuhan minta roti!"

Anak yang pintar ini maju lalu berdoa minta roti pada Tuhan. Ternyata tidak muncul roti sepotong pun.

"Nah, Novich, mana rotimu?" tanya sang guru.

Jawab Novich, "Tuhan memang tidak mau memberi roti, percuma saja, karena Dia tahu saya sudah sarapan pagi sampai kenyang sekali!"

Tentang Kami

Situs yang berisi kumpulan humor-humor bersih dan Kristen yang tidak mengandung unsur-unsur SARA dan pornografi.
Selengkapnya

Berlangganan
i-Humor SABDA

Dapatkan humor-humor segar untuk menemani hari-hari Anda.

Kontak Kami | Buku Tamu | E-Mail: webmaster(at)sabda.org
Disclaimer | i-Humor © 2003-2019
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran