TIPS MENGATASI "ANGIN JELEK" (2)

Tim i-Humor's picture

Bagaimana, sudah berhasilkah Anda mengatasi "angin jelek" Anda? Nah, melanjutkan artikel sebelumnya, berikut beberapa kiat untuk mengatur suasana hati, agar Anda tidak didikte oleh mood Anda sendiri.

Bukan hanya otot tubuh yang harus dilatih supaya lebih kuat dan liat. "Otot emosional" pun perlu latihan intensif, agar suasana hati tetap terjaga, sehingga siap melakukan aktivitas apa saja. Joseph Pizzorno N.D., penulis buku Total Wellness menguraikan pentingnya senam mood (mood gym) melalui "gerakan-gerakan" tertentu.

Pertama, bersikap optimistis. Sikap ini akan menular pada orang- orang di sekitar kita. Dapatkan juga hal-hal positif itu dari bacaan, film, atau pertemuan dengan orang lain. Dengan begitu, sistem imun dalam tubuh akan meningkat, sirkulasi darah yang diperlukan tubuh pun menjadi lebih bagus.

Aroma Makanan yang Anda pilih juga sangat besar kemungkinannya untuk mempengaruhi tingkah laku dan keadaan emosi. Ada makanan yang justru membuat Anda jadi cemas, tapi ada juga yang bisa meningkatkan kualitas otak, bahkan ada juga makanan yang membuat Anda jadi kecanduan.

Menurut penelitian nutrisi, antara makanan dan suasana hati memang ada hubungannya. Berikut beberapa poin penting berkaitan dengan makanan dan mood.

Untuk meningkatkan energi dan vitalitas, tubuh sedikitnya harus mengonsumsi delapan gelas air setiap hari. Jangan menunggu sampai dahaga datang, baru minum. Karena dehidrasi diyakini bisa mempengaruhi suasana hati. Sebaiknya, sediakan selalu air minum di meja kerja.

Menurut penelitian, hanya dengan menghirup aroma mentol, suasana hati seseorang sudah bisa terangkat. Cobalah mengonsumsi penganan atau permen rasa mentol. Menurut Alan Hirsch, M.D. dari Smell & Taste Treatment And Research Foundation, aroma mentol itu ibarat harum tubuh bayi, wangi permen karet, serta udara pegunungan yang segar. Dia juga bisa membangkitkan diri dari kemalasan.

Makanan yang mengandung gula dan pati tinggi, misalnya pada makanan kaya karbohidrat, akan meningkatkan kadar kimiawi otak, khususnya serotonin. Serotonin adalah neurotransmiter (substansi yang menyampaikan informasi antarsel di otak) yang berhubungan dengan mood, emosi atau keinginan untuk ngemil.

Dengan mengonsumsi makanan kaya karbohidrat (roti, sereal, jagung) kadar serotonin akan meningkat, sehingga Anda merasa lebih rileks dan tenang. Sebaliknya, makanan yang mengandung protein tinggi justru akan memberikan efek sebaliknya. Yang disebut terakhir ini akan memicu pengeluaran neurotransmiter lain, yang membuat Anda berpikir dan bertindak lebih cepat, atau merasa lebih waspada dan enerjik.

Makan cokelat juga dapat meningkatkan mood. Pasalnya, makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi ini bisa menaikkan kadar serotonin dan endorfin dalam otak. Namun ingat, jangan kebanyakan. Jangan sampai suasana hati terpelihara, berat badan malah beranjak naik.

Jangan terlalu banyak minum kopi untuk mengusir jeleknya suasana hati. Banyak orang mencoba mengusir kantuk dan lesu dengan kopi. Bahkan sebagian berpikir, mengonsumsi kopi dalam jumlah lebih banyak dari biasanya dapat mengatasi masalah yang tengah dihadapi. Namun penelitian menyebutkan, minum kopi lebih dari tiga atau empat cangkir justru bisa menurunkan energi. Minumlah kopi dalam jumlah yang wajar, misalnya cukup secangkir atau paling banyak dua cangkir kopi.

Santaplah makanan yang menyehatkan (kaya vitamin dan mineral). Jangan tinggalkan sarapan pagi, agar tidak mengganggu keseimbangan gula darah dalam tubuh. Kadar gula darah yang tidak seimbang akan membuat suasana hati tak menentu.

Konsentrasi tinggi dianggap sebagai cara lain dan cukup ampuh untuk mengusir mood yang jelek. Namun, untuk mendapatkan konsentrasi tinggi, otak harus selalu dilatih misalnya dengan rajin membaca buku atau cerita fiksi, menonton film atau pementasan kesenian. Bagi yang hobi masak, sesekali cobalah resep masakan baru.

Musik klasik juga baik digunakan untuk meningkatkan suasana hati dan kemampuan belajar. Teorinya, proses belajar seseorang dapat ditingkatkan bila seluruh bagian otak ikut terangsang selama proses belajar tersebut. Itu sebabnya, banyak siswa yang menyadari, kemampuan pemahaman dan ingatan mereka ternyata bertambah bila diiringi musik klasik pada saat belajar. Pada praktiknya, proses belajar menggunakan otak kiri, sedangkan musik menempati otak kanan.

Karena kedua sisi otak sama-sama digunakan pada saat bersamaan, terciptalah sinergi atau kerja sama yang sangat baik. Berbagai keuntungan yang diperoleh, misalnya, daya ingat jadi lebih baik, pemahaman lebih tinggi, serta sikap mau menerima sesuatu secara lebih baik. Perusahaan-perusahaan raksasa di Jepang telah menemukan, produktivitas pekerja mereka bertambah bila musik klasik diputar di semua lantai dalam pabrik.

Dengan mengenali dan mengelola suasana hati dengan sebaik-baiknya, niscaya Anda akan lebih mudah mengenali kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Introspeksi dan proyeksi diri ke depan menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Pendek kata, manajemen mood merupakan salah satu kunci keberhasilan, baik di kantor maupun dalam rumah tangga. Tak ada lagi kekisruhan dan hambatan berkomunikasi. Anda pun bisa leluasa berucap, "Selamat tinggal bete!"

Tinggalkan Komentar