TIPS MENGATASI "ANGIN JELEK" (1)

Tim i-Humor's picture

Suasana hati itu bagai angin. Bisa datang dan pergi kapan saja. Kalau yang datang angin baik (good mood), rasanya semua aktivitas dan pekerjaan berjalan lancar. Namun, jika angin jelek yang muncul bagaimana? Tenang saja. Berikut ini dipaparkan rahasia bagaimana supaya Anda bisa selalu mendapat angin baik dalam setiap kesempatan. Kasus "perubahan mood" bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, di mana saja. Mood atau bisa disebut gambaran suasana hati seseorang, dapat mempengaruhi bahasa tubuh. Kalau suasana hati sedang bagus, seseorang bisa menularkan energi positif, kegembiraan, dan antusiasme kepada orang-orang di sekitarnya. Namun, jika suasana hati sedang buruk, justru berpotensi menyebarkan energi negatif pada orang di sekelilingnya. Terutama pada orang yang suasana hatinya mudah berubah.

Mempelajari manajemen suasana hati perlu agar seseorang bisa mengelola perasaannya, sehingga relevan dengan situasi saat itu dan dapat bekerja secara maksimal.

Jadi, cara mudahnya adalah, mulailah hari dengan senyum, walaupun Anda sedang tertimpa berbagai masalah. Cobalah memandang masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda dan penuh harapan. Hal ini akan menumbuhkan inisiatif. Minimal memberikan harapan positif untuk mencoba hal-hal baru.

Kedua, hilangkan kelelahan fisik dan mental dengan melakukan olahraga, latihan relaksasi atau perilaku lain yang menunjang kesehatan. Salah satu syarat mencapai suasana hati yang bagus memang kondisi tubuh yang bugar. Aktivitas olahraga diyakini mampu melepaskan segala ketegangan yang dirasakan tubuh dan memicu kinerja otak. Setelah berolahraga, tubuh biasanya menjadi lebih segar, pikiran pun lebih jernih. Cobalah dengan bersepeda, jalan cepat, atau lompat tali.

Dengan kondisi tubuh dan mental yang baik, Anda akan dapat melihat masalah secara lebih objektif. Serta mengembangkan pikiran-pikiran positif dengan mudah dan praktis. Lewat cinta, kasih sayang, kedamaian, keberanian, komitmen, keyakinan, dan harapan.

Ditemani alunan musik klasik, mood datang, kerja pun jadi lebih asyik. Dapat bereaksi secara sesuai pula. Manajemen mood juga bagian dari kecerdasan emosional yang akan sangat menunjang pekerjaan.

Diambil dan disunting dari: Intisari edisi September 2004

Tinggalkan Komentar