Hari Besar

Tim i-Humor's picture

NASKAH PROKLAMASI

Di sebuah desa yang letaknya terpencil, seorang kepala sekolah yang berasal dari Jakarta baru datang untuk bertugas. Pada hari pertama ia bertemu dengan murid-murid kelas 6, "Anak-anak, siapa yang menulis dan menandatangani naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?" Tapi kelas itu cuma diam. Tidak ada yang menjawab. Pak Kepala Sekolah kecewa berat karena di antara murid kelas enam di sekolah itu tidak ada yang tahu nama Bung Karno dan Bung Hatta. Tapi ia tidak berkata apa-apa, dan baru mengemukakan kekecewaannya ini di depan rapat guru.

Di sore harinya, Pak Midun, guru kelas 6, yang cemas jangan-jangan dia akan dipecat, memanggil muridnya satu demi satu. Kepada setiap murid dia berkata dengan sungguh-sungguh. "Ini soal naskah proklamasi yang ditanyakan oleh Bapak Kepala Sekolah tadi pagi. Sebaiknya kamu mengaku kalau kamu yang menulis dan menandatanganinya," ujarnya.

Tim i-Humor's picture

TIDAK ADA TEKSNYA

Untuk memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus, maka terjadilah perdebatan seru seputar analisis, kritik, apresiasi, dan perkembangan film Indonesia sekarang ini. Ada yang berpendapat bahwa banyaknya film yang diproduksi bukan indikator kemajuan film Indonesia. Ada juga yang berpendapat bahwa bagaimanapun banyaknya film yang sudah diproduksi merupakan bukti kemajuan film Indonesia. Pokoknya seru sekali perdebatan saat itu. Namun, ada satu mahasiswa yang dari awal diskusi hingga akhir tampak bengong saja seperti enggan terlibat dalam diskusi.

Pak dosen bertanya, "Anton, dari tadi kamu kok diam saja. Apa kamu tidak suka dengan film Indonesia?"

"Bukan, Pak."

"Lalu kenapa diam?"

"Soalnya tidak ada teksnya, Pak. Kalau film barat kan ada teksnya."

Tim i-Humor's picture

PRAKTIK JURUS MERAYU CEWEK

Si Anton sedang membaca emailnya, dan ada artikel menarik tentang cara berkenalan dengan (baca: merayu) cewek. Salah satunya adalah dengan memulai perbincangan seperti berikut:

Cowok: Maaf, Mbak. Punya obeng, tidak?
Cewek: Ha? Tidak!
Cowok: Kalau nomor HP punya, kan?

Akhirnya, Anton ingin mencoba "rayuan maut" tersebut. Dalam satu taman...

Anton: Maaf, Mbak. Punya obeng tidak?
Cewek: Punya .... Mau yang plus atau minus?
Anton: Eh?!? Yang minus saja, Mbak. Kalau palu punya tidak?
Cewek: Punya juga, ... nih ....
Anton: Kalau kunci inggris, ada tidak? (Dengan penuh pengharapan agar si cewek menjawab "tidak")
Cewek: Ooo ... itu juga ada ... dari ukuran 10 sampai 20. Mas mau yang mana?
Anton: Langsung aja deh, Mbak. Punya nomor HP, tidak?
Cewek: Ooo ... ini .... (Sambil menyodorkan kartu nama dan brosur Ace Hardware). Kalau Mas butuh perkakas, hubungi saya saja. Saya kebetulan di bagian penjualan Ace Hardware, pusat perkakas yang terlengkap. Ace Hardware gitu lho!
Anton: Nasiiib.... (Sambil pergi dengan tertunduk lesu.)

Tim i-Humor's picture

PANGGILAN MESRA

Dito berkunjung ke rumah Agus, sahabat karibnya. Agus mengajak Dito berkunjung ke rumah kos pacar barunya untuk memberikan coklat. Hari itu bertepatan dengan hari Valentine. Agus adalah laki-laki yang terkenal "playboy". Pada sepanjang pertemuan itu, Agus selalu memanggil pacarnya dengan sebutan mesra, "Sayang, nih aku ada sesuatu buatmu."; "Cintaku, tolong buatkan minuman, ya."; "Honey ..." bla ... bla ... bla ....

"Gus, sayang sekali kau pada pacar baru kau itu. Tiap kali kau memanggilnya Sayang-lah, Cinta-lah,... mau tobat kau?" tanya Dito penasaran.

"Ssst, aku sudah lupa namanya seminggu yang lalu," jawab Agus lirih.

Tim i-Humor's picture

BAHASA CINTA

Hawa sayangku,
Kau adalah satu-satunya gadisku. Tanpamu, rasanya aku sendirian di dunia ini.

Salam sayang, Adam.

Nuh,
Saya tidak mengeluh, Sayang. Tapi ketika kau mengatakan bahwa kita akan pergi berlayar untuk ulang tahun pernikahan kita, saya membayangkan sesuatu yang lain dalam pikiranku.

Istrimu yang setia... meski mabuk laut.

Cintaku, Delila,
Aku mencintai kamu, tapi berhentilah memaksaku untuk membuka rahasia kekuatanku, aku tidak akan pernah memberitahukan kepadamu bahwa rambutkulah yang tidak pernah kena gunting ini yang menjadi rahasia kekuatanku. Takkan pernah!

Cium sayang, Simson.

Tim i-Humor's picture

MENGAMEN

Untuk memperingati Hari Kasih Sayang, seorang musisi ingin menunjukkan kasihnya kepada para pengamen jalanan yang setiap hari berkeliling jalan dan rumah-rumah tanpa mengenal lelah walaupun cuaca panas ataupun hujan. Sesaat kemudian, dia bertemu dengan seorang pengamen yang kira-kira usianya sudah di atas 50 tahun. Muncullah rasa penasaran terhadap kegigihan bapak pengamen itu sehingga ia mulai menginterogasinya.

"Pak, sejak kapan Bapak mengamen dan penghasilan Bapak seharinya kira-kira berapa?" tanya sang musisi.

"Sejak usia 30 tahun, Dik. Yah, lumayan. Paling sedikit Rp 50.000," jawab Bapak pengamen. "Anak saya ada 4 orang, pertama di UI, kedua di ITB, ketiga di UGM, dan yang terakhir di UNDIP," lanjutnya.

"Hebat, mereka kuliah di sana, Pak?" ujar sang musisi dengan rasa kagum.

"Ngamen juga seperti saya."

Tim i-Humor's picture

ALIRAN KEPERCAYAAN

Bambang seorang cowok yang banyak diidolakan cewek. Dia penganut aliran kepercayaan "14". Baginya tidak ada sesuatu yang istimewa kalau tidak dikaitkan dengan angka tersebut. Maka menjelang hari Valentine, ia mencoba mencari pacar.

Persyaratannya adalah: "calon pendampingnya itu mesti berhubungan dengan angka 14. Misalnya: jumlah huruf dalam nama si cewek harus 14 huruf, jumlah calon pun ditetapkan 14 orang, rata-rata rambutnya 14 cm di bawah pundak, rumahnya harus bernomor 14, tanggal lahirnya tanggal 14, dan sebagainya."

Dari keempat belas cewek tersebut, terpilihlah Munah. Bambang memang belum pernah bertemu dengan Munah, tapi ia merasa cocok dengan cewek itu, karena di surat lamarannya, Munah mengaku bernama Munah Romunahce (14 huruf), hobinya surat-menyurat, setiap surat ditulis 14 baris kalimat, tiap kalimat 14 kata. Munah mengaku berkaca mata minus 14, dan dia juga mengaku anak ke 14 dari 14 bersaudara, lahir tanggal 14 bulan ke 14 (loh??).

Suatu hari, Bambang dan Munah berjanji untuk bertemu. Hari itu, tanggal 14, mereka untuk pertama kalinya bertemu.

"Permisi...," sapa suara di luar rumah. Bambang buru-buru membuka pintu. Dia celingukan kebingungan.

"Permisi...," suara itu terdengar lagi. Bambang makin celingukan. Mencari ke mana-mana.

"Hei, aku di sini!"

Bambang menoleh: "Alamak!" Ternyata Munah diantar oleh 14 orang pacarnya.

Tim i-Humor's picture

CEREWET

Anton mengajak kekasihnya makan malam untuk meminta maaf karena lupa memberi hadiah saat Valentine. Saat makanan siap disantap, Anton mulai bicara, "Sayang, maafkan aku ya. Aku lupa memberimu hadiah...," dia kaget karena ada hal yang mengejutkan, "eh, Sayang, lihat...," tapi belum selesai berbicara, sang kekasihnya menyela sambil sedikit membentak.

"Sudahlah! Kalau makan, ya makan dulu. Tidak usah cerewet!" dengan sikap yang cuek dan geram sang kekasih memotong pembicaraan Anton. Karena takut kekasihnya semakin marah, Anton pun memutuskan untuk diam saja. Baru, setelah makanan selesai disantap, sang kekasih membuka pembicaraan.

"Kamu mau ngomong apa tadi?" tanya kekasihnya dengan emosi yang lebih stabil.

"Tadi waktu kamu makan mi itu, di daunnya ada ulat yang ikut kamu makan," bisik Anton dengan lirih.

"Kenapa kamu tidak memberitahuku!!!!!" bentak sang kekasih.

Anton menjawab dengan santai, "Lha, katamu aku tidak boleh CEREWET!!??"

Tim i-Humor's picture

UNTUK CINTAKU SATU-SATUNYA

Roger ingin memberikan kejutan untuk pacarnya pada Hari Kasih Sayang. Karena itu, dia pergi ke toko perhiasan yang mewah dan terkenal. Dia lalu membeli sebuah cincin emas yang harganya mahal.

Penjaga toko tersebut kemudian bertanya, "Apa kamu mau nama pacarmu diukir di cincin itu?"

Roger terdiam selama beberapa saat, berpikir, lalu menjawab, "Jangan! Ukir saja begini, 'Untuk Cintaku Satu-Satunya'."

Penjaga toko merasa sanget kagum dengan Roger. Dia tersenyum dan berkata, "Wah, kamu ini sangat romantis ya!"

Roger tersenyum dan mengedipkan matanya, "Saya tidak romantis, tapi cermat. Karena jika kami putus, saya kan dapat menggunakan cincinnya kembali."

Tim i-Humor's picture

SELAMAT HARI KASIH SAYANG

Seorang siswa SMA malas mempersiapkan diri menghadapi ulangan pada malam Hari Kasih Sayang yang selalu ia rayakan bersama dengan pasangannya. Keesokan harinya, pada lembar jawaban ia hanya menuliskan keluh kesahnya.

"Soal-soal ini terlalu sukar. Cuma Tuhan yang bisa menjawabnya. Selamat Hari Kasih Sayang, Bu."

Ketika pulang sekolah, ia menerima hasil ulangan bertuliskan:

"Tuhan dapat 100, kamu dapat 0, Selamat Hari Kasih Sayang"

Tim i-Humor's picture

KEBAKTIAN

Pada suatu hari Minggu pada bulan Februari yang amat dingin dan bersalju, hanya sang pendeta dan seorang peternak sapi yang datang ke gereja di sebuah dusun.

Pendetanya berkata, "Aku kira, kita hari ini tidak ada kebaktian."

"Sial, padahal jika hanya seekor lembuku yang datang pada waktu pemberian makanan, pasti aku akan memberikannya," jawab sang peternak.

Pak pendeta menurut dan ia pun menyelenggarakan seluruh kebaktian sampai selesai. Tatkala sang peternak hendak meninggalkan gereja, pendeta menjabat tangannya dan bertanya, "Bagaimana kebaktiannya?"

Pak peternak itu menjawab, "Lumayan. Namun bila hanya seekor lembu datang pada waktu pemberian makanan, aku pasti tidak akan memberikan seluruh persediaan makanan kepadanya."

Tim i-Humor's picture

INSTRUMEN MEMBUAT BERDIRI

Pengkhotbah berkata kepada organis, "Dalam kebaktian tutup tahun ini, kita akan membuat jemaat bergairah untuk menyambut tahun baru. Salah satu faktor pendukungnya adalah musik dan lagu."

"Maksud Bapak, saya harus memainkan lagu yang bisa membuat jemaat berdiri?"

"Ya, tepat sekali! Kita akan memulai ibadah ini. Namun, sebelumnya mari kita berdoa."

Seperti pesan sang pengkhotbah. Ketika pengkhotbah itu memberi isyarat agar organis memainkan sebuah lagu yang bisa menggugah semangat jemaat, organis memainkan instrumen lagu "Indonesia Raya", kontan saja semua jemaat berdiri.

Tim i-Humor's picture

EMPAT TAHUN YANG LALU

John dan Jack adalah dua sahabat yang merayakan liburan tahun baru dengan mengunjungi bangunan-bangunan kuno. John adalah orang yang sombong, sedangkan Jack adalah orang yang selalu mengalah dengan semua perkataan John.

"Jack, kamu pasti tidak tahu. Ini adalah letak dari sebuah rumah kuno. Ia dibangun tepat pada 2004 tahun yang lalu."

"Sungguh luar biasa! Namun bagaimana kamu tahu dengan tepat tahun pembangunannya?" Tanya Jack.

John menjawab, "Ahli purbakala menceritakan kepadaku bahwa bangunan itu berumur 2000 tahun, dan itu 4 tahun yang lalu."

Tim i-Humor's picture

TAHAP PERTAMA

"Bolehkah saya minta rokokmu sebatang?" tanya Eko kepada Heru.

"Lho, bukannya tadi malam saat resolusi tahun baru, Anda berkomitmen untuk berhenti merokok?" Heru balik bertanya pada Eko.

"Saya memang sedang dalam proses berhenti merokok. Dan sekarang saya sedang dalam tahap pertama." Jawab Eko

"Apa tahap pertama itu?"

"Berhenti membeli rokok."

Tim i-Humor's picture

BERTEMU YESUS

Untuk merasakan kehangatan yang penuh harapan pada malam tahun baru, seorang ibu mengajak anaknya berdoa.

Ibu: Nak, apa yang kamu harapkan malam tahun baru ini?

Anak: Aku ingin bertemu Tuhan Yesus, Bu. Aku ingin minta sepeda baru.

Ibu: Oke, yuk, kita menutup mata untuk menghormati Tuhan agar kita berjumpa dengan-Nya.

Anak: Ibu ini gimana, sih? Kalau kita menutup mata, mana bisa kita berjumpa dengan Tuhan? Lebih baik aku buka mata saja, supaya Tuhan tidak mengira aku tidur.

Tinggalkan Komentar