Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

LAGU ANEH

Mama: "Tom, kamu pulang dari sekolah minggu kok malah cemberut gitu?"
Tomi: "Habis, ibu guru mengajarkan lagu yang aneh!"
Mama: "Aneh? Memangnya lagunya tentang apa?"
Tomi: "Aku disuruh jadi lilin kecil, padahal aku kan ingin jadi dokter."

Tim i-Humor's picture

SALING MEMBANTU

Saat masakan hampir selesai dibuat oleh Bu Ruth, kebiasaan Bu Ruth adalah mencicipinya sebelum dihidangkan di atas meja. Kali ini ternyata Bu Ruth lupa memberikan garam di masakannya itu -- karena garam di dapur habis -- sehingga rasanya sangat hambar. Kemudian ia menyuruh anaknya, Jason...

Bu Ruth: "Son... son, kamu pergi belikan Mami garam ya, supaya masakan ini rasanya enak."

Jason: "Tidak mau ah, Mam!"

Bu Ruth: "Lho, kok begitu? Sebagai anak Tuhan kita harus taat dan saling membantu! Nih, Mami kasih upah seribu perak"

Jason: "Kalau gitu Mami aja yang pergi beli, nanti Jason kasih lima ribu, kan kata Mami sebagai anak-anak Tuhan kita harus saling membantu..."

Tim i-Humor's picture

BAGAIMANA KEBAKTIANNYA?

Pak pendeta menanyai seorang anak kecil yang baru pertama kali mengikuti kebaktian.

"Bagaimana kebaktiannya tadi?"
Jawabnya, "Musiknya oke, tapi iklannya membosankan".

Tim i-Humor's picture

TUHAN YESUS

Ada beberapa anak Papua yang senang mandi di sungai, suatu saat mereka sepakat untuk meloncat dari sebatang pohon yang tumbang ke tengah sungai, mereka sepakat juga untuk menyebutkan setiap tokoh yang mereka kagumi saat melompat, lalu mereka memulai;

Anak pertama ketika melompat menyebut: "Betmen ..."
Anak kedua ketika melompat menyebut: "Supermen ..."
Anak ketiga ketika melompat menyebut: "Spidermen ..."

Giliran anak keempat melompat, dia lupa tokohnya, sambil termangu dia berusaha mengingat siapa tokohnya, lalu kemudian terpaksa dia melompat karena teman-temannya mendesak. Karena terdesak, ia melompat sambil berkata, "Tuye ..."

Teman-temannya bingung lalu bertanya, "Pace coba ko jelaskan Tuye itu sapa ka?"

Lalu anak itu menjawab, "Tuhan Yesus"

Tim i-Humor's picture

SEPATU BUAYA

Sepulang dari sekolah Minggu, Andi dimintai tolong oleh kakeknya untuk membantu menjaga toko sepatu. Si kakek berpesan, "Andi, kalau ada orang datang dan bertanya, langsung saja tanya ukuran sepatunya dan segera carikan". Setelah satu jam lalu,

Pembeli: "Permisi, Dik, apakah di sini ada sepatu buaya?"

Andi: "Buaya Anda pakai sepatu ukuran berapa?"

Pembeli: "@#*$@%$%@??!!...."

Tim i-Humor's picture

BOLEH TANYA?

Seorang guru sekolah minggu yang telah selesai menceritakan kisah Daud dan Goliat mengajak murid-muridnya untuk bertanya.

Guru: "Baik, anak-anak apakah ada yang ingin bertanya?"

Suasana hening...

Setelah 30 detik berlalu

Murid: "Bu, saya mau tanya..."
Guru: "Ehm..."
Murid: "Apakah saya boleh bertanya?"
Guru: "Ya, boleh"
Murid: "Terima kasih, Bu..."
Guru: "Lho... Jadi apa yang kamu tanyakan?"
Murid: "Ya... yang tadi yang saya tanyakan."

Tim i-Humor's picture

TAKUT

Setelah acara sekolah Minggu selesai, Anik menghampiri ibunya yang masih kebaktian umum. Tepat di saat Anik masuk, Pendeta Yonathan sedang berkhotbah tentang orang Kristen. Sebagai penekanan, pak pendeta bertanya sambil menghantam mimbarnya, "Apakah orang Kristen itu!" Sekali lagi ia berseru, "Apakah orang Kristen itu!", dengan suara yang semakin menggelegar. Saking takutnya, si Anik menangis sambil berteriak, "Bu... kasih tau dia, Bu. Kasih tau dia..."

Tim i-Humor's picture

PIPI KIRI DAN KANAN

Setiap kali ke sekolah Minggu, Yohanes mendengarkan pesan gurunya yaitu, "Kasihilah sesamamu manusia, jika pipi kkananmu ditampar, berikan pipi kirimu." Sepulang sekolah Minggu Johannes ditampar temannya, Markus.

Setelah Markus menampar pipi kanannya, Yohanes berkata, "Markus... kamu lupa menampar pipi kiriku... Ayo, ini pipiku...!"

Markus: (Sambil berlari ketakutan Markus berpikir) Dia sakit ya...??

Tim i-Humor's picture

NABI YUNUS DI PERUT IKAN

Seorang anak yang baru pulang dari sekolah Minggu langsung menemui ibunya dan mengadu bahwa gurunya hanya memberi nilai "5" pada gambar yang sudah susah payah ia kerjakan.

Si ibu penasaran dan meminta si anak untuk menunjukkan gambar itu. Ketika ibu melihat gambar yang ditunjukkan, ia heran karena gambar itu hanyalah gambar sepasang bola mata dengan latar belakang seluruhnya warna hitam. Ibu bertanya, "Memangnya apa sih yang kamu gambar?"

Dengan polos si anak menjawab, "Nabi Yunus yang sedang berada dalam perut ikan, Bu."

Tim i-Humor's picture

KUE COKELAT

Suatu hari seorang pendeta memimpin kelas sekolah minggu dan menjelaskan bagaimana anggota tubuh Gereja saling melengkapi dan saling mendukung dalam pelayanan bagi Tuhan. Karena berhadapan dengan anak-anak, maka ia pun menggunakan contoh yang memadai. Ia membagikan kue biskuit dengan butiran cokelat yang terdapat di atas kue tersebut kepada anak-anak.

Sambil menunjuk kepada cokelatnya ia menjelaskan, "Gereja itu seperti kue ini; untuk membuatnya diperlukan bahan seperti tepung, gula, telur, dan butiran cokelat ini. Gereja juga begitu, ada perlu banyak orang untuk saling melengkapi dalam pelayanan jemaat."

Ia melanjutkan, "Bagaimana jadinya jika butiran cokelat ini diambil dari kue ini? Apa yang saya dapatkan?" sambil menunjuk kepada butiran cokelat di kue tersebut.

Seorang anak mengacungkan tangan dan menjawab: "Lemak yang diserap akan berkurang empat gram".

Tim i-Humor's picture

MENJADI GARAM DUNIA

Budi adalah seorang murid Sekolah Minggu dari suatu gereja. Walaupun ibunya belum mengenal Tuhan Yesus, ia tidak pernah melarang Budi untuk pergi ke Sekolah Minggu.

Pada suatu hari Minggu, sesampainya Budi di rumah, ibunya bertanya, "Pelajaran apa yang kamu dapatkan di Sekolah Minggu tadi pagi?"

Budi dengan bersemangat menjawab, "Tadi pagi guru Sekolah Minggu saya, Ibu Meliati bersama dengan asistennya Ibu Hartatik, mengajarkan saya untuk menjadi garam bagi dunia ini."

Ibunya terkejut dan berkata, "Hah, kamu mau jadi garam?! Budi, jangan kecewakan mama, mama mau kamu menjadi dokter atau tukang insinyur!"

Tim i-Humor's picture

ANAK YATIM

Faqih: "Eh, ... Bet! Mana kalimat berikut yang benar?
a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya.
b. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya."

Albet: "Pasti... a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!"
Faqih: "Salah."

Albet: "Lalu apa?"
Faqih: "Tidak ada yang benar, anak yatim mana punya ayah?"
Albet: "@#%&@$"

Tim i-Humor's picture

BERBOHONG

Tono adalah murid yang sangat nakal dan sering membolos sekolah minggu. Pada suatu hari ia ditegur oleh guru sekolah minggunya, "Tono, kenapa kamu sering bolos sekolah minggu? Kemarin sudah ketiga kalinya kamu bolos."

Tono menjawab, "Saya tidak bolos, Kak. Kemarin adik saya sakit jadi saya harus menjaga adik, karena orang tua saya bekerja."

Kakak pembinanya menukas, "Eh, kamu bohong ya. Lha kemarin kakak melihat adikmu sehat-sehat saja."

Tono berbalik menjawab dengan santai, "Lha, Kakak juga bohong. Saya kan tidak punya adik."

Tim i-Humor's picture

DOA SEORANG IBU

Seorang ibu yang sangat menyayangi anak laki-lakinya mendatangi seorang dewa dan berdoa agar anaknya -- yang punya hobi balap mobil -- diberikan sebuah mobil balap yang canggih. Si dewa datang dengan naik kuda dan berkata, "Pulanglah segera dan sampai di rumah nanti kamu harus memotong kerbau dan tanamlah kepala kerbau itu di belakang rumah."

Si ibu langsung pulang dan melakukan apa yang diperintahkan dewa tersebut. Seminggu kemudian dia mendapatkan undian sebesar satu milyar dan segera dibelikan mobil untuk anaknya. Tetapi setelah sebulan mendapatkan mobil tersebut, si anak mendapatkan kecelakaan pada suatu lomba dan akhirnya meninggal dunia.

Si ibu sangat sedih dan kembali mendatangi dewa, "Oh, Dewa. Dulu engkau memberikan mobil untuk anakku sehingga aku ikut bahagia, tetapi sekarang dia meninggal. Kenapa engkau tidak menjaganya, sehingga dia mengalami kecelakaan ya, Dewa?"

"Ya... Ibu, bagaimana saya bisa menjaga anak ibu. Dia naik mobil canggih, sedangkan saya cuma naik kuda, bagaimana saya bisa menjaganya?" jawab dewa tersebut tanpa rasa bersalah.

Tim i-Humor's picture

NILAI

Ibu: "Bagaimana ulangan matematikamu hari ini, Nak?"
Anak: "Dari lima soal, Anto cuma salah satu."
Ibu: "Wah, hebat dong anak Ibu! Pasti nilaimu bagus!"
Anak: "Tidak juga sih, Bu. Yang empat puluh sembilan lagi lupa Anto kerjakan."

Tinggalkan Komentar