Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

PIPI KIRI DAN KANAN

Setiap kali ke sekolah Minggu, Yohanes mendengarkan pesan gurunya yaitu, "Kasihilah sesamamu manusia, jika pipi kkananmu ditampar, berikan pipi kirimu." Sepulang sekolah Minggu Johannes ditampar temannya, Markus.

Setelah Markus menampar pipi kanannya, Yohanes berkata, "Markus... kamu lupa menampar pipi kiriku... Ayo, ini pipiku...!"

Markus: (Sambil berlari ketakutan Markus berpikir) Dia sakit ya...??

Tim i-Humor's picture

NABI YUNUS DI PERUT IKAN

Seorang anak yang baru pulang dari sekolah Minggu langsung menemui ibunya dan mengadu bahwa gurunya hanya memberi nilai "5" pada gambar yang sudah susah payah ia kerjakan.

Si ibu penasaran dan meminta si anak untuk menunjukkan gambar itu. Ketika ibu melihat gambar yang ditunjukkan, ia heran karena gambar itu hanyalah gambar sepasang bola mata dengan latar belakang seluruhnya warna hitam. Ibu bertanya, "Memangnya apa sih yang kamu gambar?"

Dengan polos si anak menjawab, "Nabi Yunus yang sedang berada dalam perut ikan, Bu."

Tim i-Humor's picture

KUE COKELAT

Suatu hari seorang pendeta memimpin kelas sekolah minggu dan menjelaskan bagaimana anggota tubuh Gereja saling melengkapi dan saling mendukung dalam pelayanan bagi Tuhan. Karena berhadapan dengan anak-anak, maka ia pun menggunakan contoh yang memadai. Ia membagikan kue biskuit dengan butiran cokelat yang terdapat di atas kue tersebut kepada anak-anak.

Sambil menunjuk kepada cokelatnya ia menjelaskan, "Gereja itu seperti kue ini; untuk membuatnya diperlukan bahan seperti tepung, gula, telur, dan butiran cokelat ini. Gereja juga begitu, ada perlu banyak orang untuk saling melengkapi dalam pelayanan jemaat."

Ia melanjutkan, "Bagaimana jadinya jika butiran cokelat ini diambil dari kue ini? Apa yang saya dapatkan?" sambil menunjuk kepada butiran cokelat di kue tersebut.

Seorang anak mengacungkan tangan dan menjawab: "Lemak yang diserap akan berkurang empat gram".

Tim i-Humor's picture

MENJADI GARAM DUNIA

Budi adalah seorang murid Sekolah Minggu dari suatu gereja. Walaupun ibunya belum mengenal Tuhan Yesus, ia tidak pernah melarang Budi untuk pergi ke Sekolah Minggu.

Pada suatu hari Minggu, sesampainya Budi di rumah, ibunya bertanya, "Pelajaran apa yang kamu dapatkan di Sekolah Minggu tadi pagi?"

Budi dengan bersemangat menjawab, "Tadi pagi guru Sekolah Minggu saya, Ibu Meliati bersama dengan asistennya Ibu Hartatik, mengajarkan saya untuk menjadi garam bagi dunia ini."

Ibunya terkejut dan berkata, "Hah, kamu mau jadi garam?! Budi, jangan kecewakan mama, mama mau kamu menjadi dokter atau tukang insinyur!"

Tim i-Humor's picture

ANAK YATIM

Faqih: "Eh, ... Bet! Mana kalimat berikut yang benar?
a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya.
b. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya."

Albet: "Pasti... a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!"
Faqih: "Salah."

Albet: "Lalu apa?"
Faqih: "Tidak ada yang benar, anak yatim mana punya ayah?"
Albet: "@#%&@$"

Tim i-Humor's picture

BERBOHONG

Tono adalah murid yang sangat nakal dan sering membolos sekolah minggu. Pada suatu hari ia ditegur oleh guru sekolah minggunya, "Tono, kenapa kamu sering bolos sekolah minggu? Kemarin sudah ketiga kalinya kamu bolos."

Tono menjawab, "Saya tidak bolos, Kak. Kemarin adik saya sakit jadi saya harus menjaga adik, karena orang tua saya bekerja."

Kakak pembinanya menukas, "Eh, kamu bohong ya. Lha kemarin kakak melihat adikmu sehat-sehat saja."

Tono berbalik menjawab dengan santai, "Lha, Kakak juga bohong. Saya kan tidak punya adik."

Tim i-Humor's picture

DOA SEORANG IBU

Seorang ibu yang sangat menyayangi anak laki-lakinya mendatangi seorang dewa dan berdoa agar anaknya -- yang punya hobi balap mobil -- diberikan sebuah mobil balap yang canggih. Si dewa datang dengan naik kuda dan berkata, "Pulanglah segera dan sampai di rumah nanti kamu harus memotong kerbau dan tanamlah kepala kerbau itu di belakang rumah."

Si ibu langsung pulang dan melakukan apa yang diperintahkan dewa tersebut. Seminggu kemudian dia mendapatkan undian sebesar satu milyar dan segera dibelikan mobil untuk anaknya. Tetapi setelah sebulan mendapatkan mobil tersebut, si anak mendapatkan kecelakaan pada suatu lomba dan akhirnya meninggal dunia.

Si ibu sangat sedih dan kembali mendatangi dewa, "Oh, Dewa. Dulu engkau memberikan mobil untuk anakku sehingga aku ikut bahagia, tetapi sekarang dia meninggal. Kenapa engkau tidak menjaganya, sehingga dia mengalami kecelakaan ya, Dewa?"

"Ya... Ibu, bagaimana saya bisa menjaga anak ibu. Dia naik mobil canggih, sedangkan saya cuma naik kuda, bagaimana saya bisa menjaganya?" jawab dewa tersebut tanpa rasa bersalah.

Tim i-Humor's picture

NILAI

Ibu: "Bagaimana ulangan matematikamu hari ini, Nak?"
Anak: "Dari lima soal, Anto cuma salah satu."
Ibu: "Wah, hebat dong anak Ibu! Pasti nilaimu bagus!"
Anak: "Tidak juga sih, Bu. Yang empat puluh sembilan lagi lupa Anto kerjakan."

Tim i-Humor's picture

MOGOK SEKOLAH

Rina: "Mah, besok Rina ngga mau sekolah lagi!!!..."

Mama: "Lho, kenapa?"

Rina: "Habis, gurunya enggak pinter-pinter, Mah! Kemarin dia menanyakan pada seluruh kelas berapa dua ditambah dua, dan kami sudah memberi jawabannya, eh, tetap nggak ingat juga. Hari ini dia menanyakannya lagi pada Rina."

Mama: "&%$#(at)#!!..."

Tim i-Humor's picture

BEO

Mama: "Doni, kamu tidak boleh mengajari Beo kita mengucapkan kata-kata jorok!"

Doni: "Tidak kok, Mam. Saya cuma mengajarkan kata-kata yang tidak boleh diucapkan."

Tim i-Humor's picture

MENIRU DONGENG "GADIS PENJUAL KOREK API"

Seorang gadis penghuni panti asuhan merasa hidupnya tidak dicintai. Saat malam Natal yang dingin tiba, dia berusaha meniru apa yang dilakukan "gadis penjual korek api," dengan harapan akan dikasihani. Dia meninggalkan panti asuhan lalu berjalan ke sekitar tempat itu. Kemudian dia duduk di depan rumah yang paling bagus di daerah itu. Sambil menyalakan korek, dia menangis tersedu-sedu.

Karena merasa tidak diperhatikan, ia mengulangi hal yang sama. Sampai berpuluh-puluh korek api dia nyalakan, tetap tidak ada respons dari pemilik rumah. Tidak berapa lama, si pemilik membuka pintu karena mendengar suara orang menangis. "Yes! Akhirnya dia iba padaku!" Batinnya.

Pemilik rumah mengamati gadis itu, lalu berkata, "Hei kamu! Kamu main api mau bakar rumah saya, ya!! Ayo pergi! Pergi!!"

Tim i-Humor's picture

PERSPEKTIF SEORANG ANAK PADA NATAL PERTAMA

Seorang anak laki-laki pulang dari sekolah Minggu dengan pandangan baru tentang kisah Natal. Di sekolah minggu ia belajar tentang orang majus dari Timur yang membawa hadiah kepada bayi Yesus. Dengan sangat gembira ia bercerita kepada kedua orang tuanya:

"Hari ini aku belajar tentang Natal pertama! Dulu tidak ada Sinterklas, jadi orang-orang kurus ini naik unta untuk antar semua mainan! Dan Rudolf si Rusa Hidung Merah yang hidungnya bersinar juga belum ada, jadi mereka butuh lampu sorot yang besar dari langit untuk cari jalan." (t/Uly)

Tim i-Humor's picture

BINTANG TIMUR

Rina yang masih berusia 7 tahun akan memanjatkan doa pada malam Natal.

Ibu: "Nak! Yuk kita berdoa supaya kita seperti matahari yang menjadi terang bagi semua orang." (Rina teringat akan drama kebaktian Natal sekolah Minggu pagi itu)

Rina: "Tidak mau, Ma. Matahari kan bersinar pada waktu siang. Rina mau jadi bintang timur saja, yang bersinar pada malam yang gelap."

Tim i-Humor's picture

SEBUAH CERITA MENYENTUH

Seorang anak kecil melihat anak anjing. Dia pergi mendekati anjing itu dan menyentuhnya. Sekali lagi ia menyentuhnya. Dan lagi ia menyentuhnya. Dia menyentuh lagi untuk beberapa jam ... ia kembali ke rumah dan kembali dan menyentuhnya lagi ... Benar-benar cerita menyentuh...

Tim i-Humor's picture

BERPASANGAN

Guru: "Anak-anak, kalian harus tahu bahwa bilangan di Indonesia memiliki keistimewaan. Mereka saling berpasangan. Satu berpasangan dengan sembilan, dan keduanya sama-sama diawali dengan huruf S. Dua dan delapan diawali dengan huruf D. Tiga dan tujuh diawali dengan huruf T. Sedangkan empat dan enam diawali dengan huruf E."

Lukas: "Tapi, kok lima tidak ada pasangannya, Pak!"

Guru: "Ada. Lima berpasangan dengan lima belas, lima puluh, lima ratus, lima ribu, lima juta, ..."

Tinggalkan Komentar