Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

TIDAK BOLEH

Si kecil Amy, adalah anak tunggal dari keluarga Pak Joyo. Dia adalah anak yang patuh juga taat kepada orang tuanya. Suatu ketika dia menceritakan sebuah rahasia kepada pamannya.

Amy: "Paman, Kalau sudah besar nanti aku akan menikah dengan anak lelaki di rumah sebelah." (setengah berbisik)

Paman: "Kenapa?"

Amy: "Karena aku tidak boleh menyeberang jalan."

Tim i-Humor's picture

BAKPAO

Karena bangun kesiangan, Adam, anak kecil berusia 5 tahun berlari-lari ke sekolah minggu. Di tengah jalan, dia melihat penjual bakpao. Karena belum sarapan, ia membeli satu bakpao dan akan memakannya sedikit demi sedikit saat khotbah nanti.

Puji-pujian dan doa usai sudah. Tibalah saatnya untuk mendengarkan firman Tuhan. Adam mulai makan sedikit demi sedikit bakpao yang dibelinya tadi.

Cerita Alkitab minggu itu berjudul "Kejatuhan Manusia dalam Dosa". Guru sekolah minggu yang telah mempersiapkan diri dengan baik sangat antusias, semangatnya berkobar-kobar sehingga ketika dia bercerita dia bersuara setengah berteriak,

"... Tuhan bertanya, Adam... apa yang kau makan?" Mendadak Adam kecil yang sedang asik makan berdiri dengan takut dan menjawab, "Bakpao, Kak.."

Tim i-Humor's picture

TEMBOK YOSUA

Esther seorang guru sekolah minggu mengadakan praktik mengajar di sekolah minggu, di daerah terpencil. Dengan bersemangat ia bertanya pada anak-anak, "Anak-anak, siapa yang merobohkan tembok Yerikho?"

Dengan polosnya anak-anak serempak menjawab, "Bukan kami... Bukan Kami...". Esther sedih dan mengemukakan hal ini kepada Guru Sekolah Minggu di jemaat itu.

Guru-gurunya pun menjawab, "Ibu Esther, anak-anak memang begitu, mereka tidak mau mengakui perbuatan mereka. Nanti, kami tanyakan pelan-pelan pasti ada yang mau mengakuinya..." Ibu Esther makin sedih.

Malamnya ada rapat majelis, Esther mengemukakan kejadian pagi dan siang hari itu. "Saya Sedih karena anak-anak sekolah minggu bahkan guru-gurunya tidak ada yang tahu siapa yang merobohkan tembok Yerikho..." Sidang majelis berembuk sejenak, dan ketika ada keputusan, Ibu Esther dipanggil.

Ketua sidang berkata demikian, "Ibu Esther kami telah sepakat. Begini saja. Hitung saja berapa anggarannya nanti kami yang ganti."

Ibu Esther langsung pingsan.

Tim i-Humor's picture

PALING MALAS

Seorang ayah memarahi anaknya yang terkenal sangat malas. "Siapa agaknya yang paling malas di kelasmu?" sindir ayahnya.

Nanda: "Wah, saya tidak tahu."

Ayah: "Aku rasa kamu tahu. Kalau semua murid sedang belajar atau menulis pelajarannya, lalu ada yang hanya duduk-duduk saja tanpa mengerjakan sesuatu. Itulah si pemalas."

Nanda: (Dengan santainya) "Ooo..., itu saya tahu, guruku yang sering begitu."

Tim i-Humor's picture

HAMIL

Pak Guru sedang memberikan pelajaran bahasa di sebuah SD kelas 1.

Guru: "Hary, coba buatlah kalimat yang menggunakan kata 'turun'!"

Hary: "Petugas pemadam kebakaran itu turun menggunakan tangga dengan hamil."

Guru: "Hary, kalimat apa itu? Apa kau tahu artinya 'hamil'?"

Hary: "Ya, Pak. Saya tahu. Hamil artinya membawa seorang bayi kecil."

Tim i-Humor's picture

DILEMPARKAN KEMBALI

Seorang ayah bermain-main dengan anaknya di sebuah pantai. Tiba-tiba anaknya yang baru berumur empat tahun menarik tangannya dan membawanya ke suatu tempat di mana ia menemukan seekor burung camar yang telah mati di atas pasir.

"Ayah, apa yang telah terjadi dengan burung ini?" tanya anaknya.

"Dia mati dan telah pergi ke Sorga," jawab ayahnya.

Si anak berpikir sebentar lalu bertanya, "Apakah Tuhan melemparkannya kembali ke sini?"

Tim i-Humor's picture

BOLEHKAH?

Budi adalah anak yang malas. Ketika dia akan menghadapi ujian, dia berdoa pada saat gereja sedang sepi "Bunda Maria yang kudus, bolehkah besok saya menyontek Andi, teman saya yang selalu saja mendapatkan rangking 1 di kelas?"

Seorang Pastor yang kebetulan berada tepat di belakang patung Yesus dan Bunda Maria langsung menjawab doa Budi tanpa memperlihatkan wajahnya, "Tidak boleh!"

Dengan santai Budi berkata, "Tuhan, yang saya tanya 'kan Ibu-Mu..."

Tim i-Humor's picture

JAWABAN

Seorang ibu bingung dan heran melihat jawaban soal matematika PR anaknya yang masih kelas 1 SD yang tertulis di sana: 2+2=Yesus; 4+4=Yesus; 3+3=Yesus; 5+5=Yesus. Lalu ibunya bertanya,

"Nak, kenapa jawaban PR Matematika kamu itu 'Yesus' semua?"

Si anak menjawab, "Lho, Mama yang bilang kalau 'Yesus' itu adalah jawaban dari segala persoalan?"

Ibu, "O...o..."

Tim i-Humor's picture

PEMADAM KEBAKARAN

Dian: "Gin, kakeknya Dita sudah tua banget, lho!"
Gina: "Umurnya berapa?"

Dian: "Tidak tahu, cuma waktu ulang tahunnya, keluarganya harus mengerahkan pemadam kebakaran untuk meniup lilinnya."
Gina: "&$@@%&*@?!..."

Tim i-Humor's picture

TELEVISI DAN TINDAK KEKERASAN

Nanda memberitahukan temannya, Nindi, bahwa televisi memang dapat menimbulkan kekerasan.

Nanda: "Televisi memang menimbulkan kekerasan."
Nindi: "Kenapa kamu berkata seperti itu?"
Nanda: "Karena setiap kali aku ganti channel untuk memindahkan acara berita ke acara hiburan, maka ayahku akan langsung memukulku."
Nindi: "Oooo...."

Tim i-Humor's picture

SIAPA NAMAKU!

Seorang murid belajar semalaman untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian pelajaran biologi. Keesokan harinya, ketika memasuki ruang kelas, ia melihat 10 meja dengan 10 macam burung di atasnya. Setiap sangkar burung ditutupi sehelai kain dan hanya kaki burung-burung itu saja yang terlihat. Guru mengatakan bahwa ujian yang dilakukan adalah menentukan nama, habitat, dan spesies burung-burung yang ada dengan melihat kakinya.

Murid itu pun mulai memerhatikan kaki burung-burung tersebut tetapi semuanya tampak sama di matanya. Semakin ia mencoba mencari tahu, semakin pikirannya buyar. Akhirnya, ia mendatangi meja sang guru dan berkata, "Ujian macam apa ini?" Bagaimana seseorang bisa menentukan jenis burung hanya dengan melihat kakinya? Dengan perasaan jengkel, murid itu keluar kelas. Sang guru kaget.

Guru itu adalah guru baru dan ia belum bisa mengingat nama dari setiap murid. Maka ia pun memanggil murid yang keluar tersebut dan bertanya, "Siapa namamu!" Murid yang sangat marah itu kemudian menarik celana panjangnya, dan memperlihatkan kakinya sambil berkata, "Lihatlah kakiku, perkirakanlah siapa namaku!"

Tim i-Humor's picture

JANGAN MAIN LAGI DENGANNYA

"Sayang, Mama tidak mau lagi mendengarkan kamu mengucapkan kata-kata tidak sopan seperti itu!" kata seorang ibu ketika mendengar anaknya yang masih SD mengucapkan "jalang" dan "binatang" berkali-kali.

"Tapi, Ma, Chairil Anwar juga mengucapkannya," kata si anak.

"Kalau begitu, kamu tidak boleh main sama dia lagi!"

Tim i-Humor's picture

SEREAL

Dika disipkan sarapan pagi sereal dengan susu oleh ibunya. Dika yang mempunyai akuarium, berjalan ke arah akuarium dengan segenggam sereal di tangan, berniat memberikan sereal tersebut untuk makanan ikan-ikan di dalam akuarium. Tepat ketika Dika akan memberikan sereal, ibunya masuk ke ruang makan.

"Dika, jangan kamu berikan sereal itu kepada ikan. Nanti ikannya mati semua," tegur ibunya.

Mendadak dengan wajah pucat Dika menjawab, "Lalu, mengapa Ibu berikan sereal ini kepada saya?"

Tim i-Humor's picture

GURU KREATIF

Pak Arifin, seorang guru SD yang kreatif namun pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. "Anak-anak... Pada suatu hari di sebuah hutan, ada pemuda yang suka berburu. Ia bernama Malin Kundang..." Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Arifin keliru, sehingga ia menyela, "Maaf, Pak... Pemburu itu kan mestinya ..."

"Ssssttt... Jangan memotong dulu... Kalau mau bertanya nanti saja..." potong Pak Arifin. "Nah, saya teruskan ya... Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah, di tengah telaga itu dia melihat tujuh bidadari dari balik sebuah pohon besar."

Sementara murid-muridnya mulai senyam-senyum, sadarlah Pak Arifin bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide cemerlang...

"Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru: Hei Malin Kundang, ngapain kamu di situ? Seharusnya kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ..."

Tim i-Humor's picture

TUHAN MEMANG LUAR BIASA

Seorang anak duduk di bangku taman sembari membaca Alkitab. Tiba-tiba anak tersebut berteriak dengan kerasnya, "Haleluya! Haleluya! Tuhan itu luar biasa dan perbuatan-Nya ajaib!"

Seorang pemuda yang berada di dekatnya bertanya, "Mengapa kamu berteriak seperti itu?" Jawab si anak kecil itu, "Saya baca di Alkitab kalau Tuhan menyuruh Musa membelah Laut Merah dan semua orang Israel berjalan melewatinya. Luar biasa!"

Sang pemuda dengan lagak sok tahu berkata pada anak itu, "Dik, semuanya itu sekarang bisa dijelaskan dengan mudah. Para ilmuwan sudah menemukan bahwa pada masa itu Laut Merah belum sedalam sekarang ini, bagian yang dilalui Musa dan orang Israel itu dalamnya hanya 20 cm, tentu saja mereka dapat melaluinya dengan mudah." Kemudian pemuda ini meninggalkan anak itu dengan senyum penuh kemenangan.

Baru berjalan lima langkah, tiba-tiba anak itu berteriak lagi, lebih keras dari yang tadi, "Haleluya! Haleluya! Tuhan itu memang sangat luar biasa dan perbuatan-Nya ajaib!" Si pemuda penasaran dan kembali seraya bertanya, "Kenapa kamu berteriak lagi, bukankah sudah kakak katakan bahwa semuanya itu bisa dijelaskan dengan mudah."

"Ya, Tuhan sungguh ajaib, Dia bisa menguburkan semua orang Mesir dan kereta-kereta mereka di air yang dalamnya hanya 20 cm. Luar biasa!"

Tinggalkan Komentar