SAYA SUDAH JUJUR

Tim i-Humor's picture

Ada sebuah gereja yang mengadakan bakti sosial di bawah sebuah jembatan bagi para pemulung. Diperkirakan ada sekitar 200 pemulung dan setiap pemulung akan mendapatkan satu kantong plastik hitam berisi sembako. Dua puluh lima pengerja gereja dikerahkan untuk membagikan sembako dan mengawasi para pemulung yang terkenal suka mengambil lebih banyak dari jatah yang semestinya itu.

Ada seorang pengerja gereja, Muliadi, memerhatikan pemulung yang mencurigakan dan berkata kepadanya, "Saya melihat kamu antre untuk kedua kalinya. Jangan bohong, jawab saja 'Ya' atau 'Tidak'?"

Pemulung tersebut agak terkejut dan berkata, "Tidak! Saya tidak antre untuk kedua kalinya."

"Katakan saja apakah kamu 'jujur' atau 'tidak jujur'?"

"Jujur!" jawab pemulung itu cepat-cepat.

Muliadi langsung membawa pemulung tersebut kepada gembala sidang dan melapor, "Pak Pendeta, saya bawa seorang pemulung yang tidak jujur walaupun dia sudah tertangkap basah antre untuk kedua kalinya."

Gembala sidang bertanya kepada pemulung, "Benarkah Anda tidak jujur dan tidak mau mengakui bahwa Anda antre untuk kedua kalinya?"

Pemulung menjawab dengan serius, "Saya sudah jujur, Pak. Saya memang tidak sedang antre untuk kedua kalinya, tetapi keempat kalinya."

[Sumber: Buku "Obat Surgawi"; Halaman 46]

Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya. (Amsal 11:6)

Tinggalkan Komentar