Kebut-kebutan

Submitted by Tim i-Humor on Wed, 07/10/2019 - 13:38

Seorang polisi menghentikan seorang laki-laki yang sedang kebut-kebutan dan bertanya, "Apa Anda tidak melihat batas kecepatannya?" Laki-laki itu menjawab, "Ya, saya hanya tidak melihat Anda."

SAYA, BU!

Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/08/2013 - 12:38

Bu Lies adalah guru yang selalu bersemangat mengajar murid-muridnya. Saking betahnya mengajar di kelas, ia sering kali memakai jatah waktu guru lain yang akan mengajar setelah dia. Ada sisi baik, tetapi ada juga sisi buruknya. Sisi baiknya, para murid dapat belajar lebih dari apa yang seharusnya mereka dapat satu hari itu. Sisi buruknya, para murid tidak menyukainya karena mengajarnya terlalu lama, murid-murid jadi bosan. Dan, guru lain tidak bisa maksimal menggunakan waktu mereka untuk mengajar.

Suatu ketika, Bu Lies mendapat jam mengajar di akhir jam pulang sekolah. Kontan saja para murid mengeluh, "Ah, pasti pulang telat, nih! Ah, pasti bakal kelaparan dan maag karena telat makan siang," dan lain-lain.

JAWABAN TEPAT

Submitted by Tim i-Humor on Tue, 07/17/2012 - 15:50

Ibu Roni heran melihat anaknya pulang, padahal masih pukul 09.00.

"Roni, sekarang baru pukul 09.00, kok kamu sudah pulang, ada apa?" tanya sang ibu.

"Hari ini aku bisa menjawab pertanyaan bu guru dengan benar," jawab Roni.

"Kamu hebat, apa pertanyaannya?"

"Bu guru bertanya, 'Siapa yang melempar kapur ke ibu?'"

YANG PENTING

Submitted by Tim i-Humor on Fri, 02/03/2012 - 16:38

Pada saat arisan ibu-ibu PKK, terjadilah percakapan antara Bu David dan Bu Anwar berikut ini.

Bu David: "Bu, apa pendapat Ibu tentang hukum Poligami?"
Bu Anwar: "Saya tidak pernah menolak hukum poligami."

Bu David: "Oh ya? Kalau saya sih jelas-jelas menolak Poligami. Makan hati, Bu!"
Bu Anwar: "Saya tidak pernah melarang para suami menikah lagi. Asalkan..."

Bu David: "Asalkan adil ya, Bu?"

Bu Anwar: "Bukan! Asalkan... bukan suami saya!"

JANJI PERNIKAHAN

Submitted by admin on Fri, 12/02/2011 - 09:46

Andri dan Yuli bertemu setelah berpisah sekian lama.

"Jadi, akhirnya kau menikah dengan sutradara yang jadi pacarmu, saat terakhir kita bertemu itu?" tanya Andri.

"Iya," jawab Yuli.

"Dan Mercedes yang dijanjikannya sebagai kado pernikahan?"

"Ia menepati janjinya. Sebentar ya, aku akan memanggilnya. Ia sedang bermain di kotak pasir itu. Mercedes, kemarilah, Nak! Kenalan dulu dengan teman Ibu."

PEMBAGIAN

Submitted by Tim i-Humor on Thu, 08/04/2011 - 17:01

Ibu Guru: "Anak-anak, hari ini Ibu akan mengajar tentang 'pembagian'."
Sambil menulis di papan 1 kg:20= ...

Ibu Guru: "Sudah jelas bukan. Nah, Rahmat, jika sekilo beras dibagi untuk dua puluh orang berapa bagian yang didapat masing-masing orang?"

Rahmat yang sedari tadi hanya menjahili teman-temannya dan ketawa-ketiwi, seketika itu juga keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya. Dengan sangat ketakutan dia menjawab,

"Semangkuk bubur, Bu Guru."

KESALAHAN KEDUA

Submitted by Tim i-Humor on Mon, 06/27/2011 - 15:19

Suatu kali, seorang karyawan menerima gaji lebih besar dari jumlah gajinya yang seharusnya. Karena selisihnya cukup besar dan ia merasa sayang untuk melaporkan dan mengembalikannya, jadi ia mendiamkannya saja. Bulan berikutnya, ia menerima gaji yang lebih kecil dari biasanya. Ia lalu memutuskan untuk memprotes kepada pimpinannya.

"Pak, mengapa gaji saya bulan ini kecil sekali?"

"Bagaimana kamu ini, waktu gajimu dibayarkan lebih besar dari yang seharusnya, kamu diam saja. Sekarang kamu protes."

Bingung, malu, dan tidak mau kalah bercampur jadi satu, dan si karyawan menjawab, "Pak, siapa saja bisa buat kesalahan, tapi saya tidak mau itu terjadi untuk kedua kalinya."

MENCOCOKKAN

Submitted by Tim i-Humor on Fri, 05/13/2011 - 16:43

Dedi ketahuan mencontek, oleh karena itu Bu Guru memarahinya habis-habisan.

"Dedi! Kamu mencontek ya!"
"Saya tidak mencontek kok, Bu" jawab Dedi.
"Lho, jelas-jelas ketangkap basah, masih tidak mengaku juga!" kata Bu Guru marah.
"Maaf, Bu. Saya benar-benar tidak mencontek," elak Dedi
"Lalu apa yang kamu lakukan tadi?" cecar Bu Guru

"Saya hanya mencocokkan jawaban yang saya tulis dengan catatan yang saya bawa dari rumah. Hanya itu saja kok, Bu." jawab Dedi tanpa dosa.

Tentang Kami

Situs yang berisi kumpulan humor-humor bersih dan Kristen yang tidak mengandung unsur-unsur SARA dan pornografi.
Selengkapnya

Berlangganan
i-Humor SABDA

Dapatkan humor-humor segar untuk menemani hari-hari Anda.

Kontak Kami | Buku Tamu | E-Mail: webmaster(at)sabda.org
Disclaimer | i-Humor © 2003-2019
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran