KERETA

Tim i-Humor's picture

Di sebuah stasiun kereta api, tiga orang dosen sedang terlibat dalam suatu percakapan yang sangat serius sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa kereta yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Setelah terdengar suara dari pengeras suara mereka baru menyadari bahwa kereta segera berangkat.

Salah satu dari dosen tersebut segera mengejar kereta yang sudah mulai beranjak meninggalkan stasiun.

Kedua dosen yang lainnya mengejar lebih cepat dan memanjat ke atas kereta sebelum kereta tersebut bergerak lebih kencang lagi dan berkata kepada dosen yang masih berusaha mengejar kereta, "Ayo melompatlah seperti kami, jangan takut kami akan memegangmu."

Tapi sia-sia karena kereta melaju semakin kencang. Akhirnya dosen tersebut ketinggalan kereta.

Seorang mahasiswa yang melihat kejadian tersebut berkata kepada dosen tersebut, "Ya, lumayanlan dua dari tiga orang berhasil berangkat dan tidak ketinggalan kereta."

Lalu dengan lemas sang dosen menjawab, "Aku tahu, tapi sebenarnya akulah yang harus berangkat, mereka berdua datang ke sini hanya untuk mengantar aku dan mengucapkan selamat tinggal."

Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. (Ibrani 4:1)

Sumber: Reader´s Digest October 1996, p.39.

Tinggalkan Komentar