Submitted by Tim i-Humor on Fri, 01/07/2011 - 08:31

Deka bingung melihat Dono yang sedang menangis tersedu-sedu di tengah-tengah pesta perayaan menyambut tahun baru.

Deka: "Don, mengapa kamu menangis tersedu-sedu seperti itu?"
Dono: "Barusan saya mendapat telepon dari rumah sakit. Dokter bilang, ayah saya meninggal."
Deka: "Saya ikut berdukacita, sahabatku."

Dua menit kemudian Dono menangis lagi bahkan lebih keras.

Deka: "Ada apa lagi?"
Dono: "Kakak saya baru menelepon, ayahnya juga meninggal."

[Sumber diambil dari: Redaksi]

"Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan." (1 Tesalonika 4:13)

Tentang Kami

Situs yang berisi kumpulan humor-humor bersih dan Kristen yang tidak mengandung unsur-unsur SARA dan pornografi.
Selengkapnya

Berlangganan
i-Humor SABDA

Dapatkan humor-humor segar untuk menemani hari-hari Anda.

Kontak Kami | Buku Tamu | E-Mail: webmaster(at)sabda.org
Disclaimer | i-Humor © 2003-2019
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran