Seekor Leopard dan Dokter Mata
- Read more about Seekor Leopard dan Dokter Mata
- Log in to post comments
Seekor leopard pergi ke dokter mata karena ia mengira bahwa ia memerlukan pemeriksaan.
"Ada masalah apa?" tanya si dokter.
Ketika bertugas, seorang penjaga kolam memperhatikan ada seorang anak laki-laki sedang buang air di kolam, dan dia pun pergi untuk memberitahukannya kepada ibunya. Dia meminta ibunya untuk melarang anak lelakinya buang air di kolam.
Seekor leopard pergi ke dokter mata karena ia mengira bahwa ia memerlukan pemeriksaan.
"Ada masalah apa?" tanya si dokter.
Hakim: Anda kenal dengan tersangka?
Jono: Tidak, Pak!
Hakim: (mengulang pertanyaannya) Anda tidak mengenal orang ini?
Ibu guru menugaskan para murid SD kelas 1 untuk mengerjakan PR, yaitu setiap anak harus membuat sebuah kalimat dengan menggunakan kata "pasti".
Suatu hari, Maria dan Marta sedang berbicara tentang cara mengurangi berat badan.
Sebuah negara sedang dilanda krisis ekonomi berkepanjangan.
Seorang perempuan menelepon satu percetakan dan mengabarkan akan adanya perubahan pada kartu undangan pernikahan yang dipesannya.
Dua orang ayah sedang mengobrol di pos ronda.
Bapak 1: Tadi pagi, saya menolak lamaran pacar anak perempuan saya.
Bapak 2: Lho, kenapa?
Bapak 1: Karena pacarnya lebih muda umurnya dari anak saya!
"Ma, Bu Guru tadi bertanya, apakah aku masih punya adik yang nanti akan bersekolah di sekolahku juga?"
"Wah, dia penuh perhatian ya? Apa komentarnya ketika kau menjawab kau ini anak tunggal?"
"Bu Guru hanya berkata 'syukurlah'."
Seorang pria di Mimika menelepon anaknya yang ada di Jakarta sehari sebelum malam Natal dan berkata, "Aku tidak bermaksud merusak harimu, tapi aku perlu kasih tahu kamu bahwa aku dan ibumu akan bercerai; sudah cukup aku menderita selama 45 tahun ini."
"Ayah ini ngomong apa sih?" teriak anak laki-lakinya.
"Kami tidak dapat bersama lagi," kata sang ayah. "Kami saling benci dan saya sudah muak membicarakan hal ini, jadi teleponlah kakak perempuanmu di Bandung dan ceritakan ke dia."
Dengan kalut, ia menelepon kakaknya, yang kemudian berteriak di telepon, "Mereka tidak akan bercerai! Aku akan menangani masalah ini."
Ia segera menelepon ke Mimika dan berteriak kepada ayahnya, "Ayah nggak akan cerai. Jangan lakukan apa pun sampai aku tiba di sana. Aku akan menelepon adik dan kami akan tiba di sana besok pagi. Jangan lakukan apa-apa sampai kami tiba di sana, mengerti?" Ia menutup teleponnya.
Pria itu menutup teleponnya dan berkata kepada istrinya, "Oke," katanya, "mereka akan pulang saat Natal dan mereka juga membayar ongkos perjalanannya sendiri!"