TERKUNCI

Suatu sore Ibu Yuna pergi ke pasar. Saat pulang ternyata suami dan anak-anaknya sudah berangkat ke kantor maupun ke sekolah. Dia terkunci di luar rumah dan tidak bisa melakukan apa-apa selain menelepon suaminya, yang selalu mengantungi kunci serep, untuk kembali ke rumah.

Ibu Netty, tetangganya yang sedang menyapu halaman, bertanya, "Pintunya terkunci?"

"Iya, ini sudah yang kedua kalinya sejak kami pindah ke rumah ini. Saat kejadian yang pertama kami putuskan untuk selalu menaruh kunci serep di dalam sebuah kotak kecil yang diletakkan di dalam pot tanaman di depan pintu rumah."

"Loh, kalau begitu ya nggak ada masalah donk, Bu, ambil saja kunci serepnya di situ," kata ibu Netty.

"Iya seharusnya tidak ada masalah, hanya sekarang jadi masalah, kemarin pot itu kumasukkan ke dalam rumah karena ada hujan besar."


"Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu." (Yeremia 5:25)

Sumber: Kiriman dari "Hadi P. Sahardjo" <hadips(at)xxxx>

Tinggalkan Komentar