Senyum Dong!!!

Tim i-Humor's picture

Susah senyum = sombong. Begitu pendapat orang-orang di sekitar saya. Malangnya, saya ini termasuk yang susah senyum pada orang lain. Jangankan yang baru kenalsama teman sendiri saja tampang saya memang bikin serem!

Orang-orang yang belum kenal men-cap saya sombong. Nah lho Padahal memang saya ini bukan tipe orang yang suka menebar senyum. Saya takut dianggap gila oleh mereka!

Percaya atau tidak, saya sudah berkali-kali pindah rumah kos karena nggak betah dengan perlakuan tetangga pada saya. Menurut gosip yang beredar sih, mereka judes karena sebal melihat wajah saya yang dingin, tanpa ekspresi, dan tidak pernah mau tersenyum. Saya heran luar biasabegini besarnya pengaruh sebuah senyum??

Seluruh sanak saudara, termasuk orang tua dan teman, menyarankan saya untuk melatih bibir ini agar mau melengkung ke atas alias tersenyum! Berkali-kali mereka meyakinkan saya bahwa senyum itu murah namun banyak manfaatnya. Jujur, pertama kali berlatih senyum saya merasa menjadi orang gila. Kenapa pria berewokan (berjanggut, red) kayak saya harus senyum-senyum sendiri di depan cermin?!

Bagaimanapun, saya bertahan dengan kegilaan ini. Senyum, setelah saya riset, rupanya tidak hanya sekadar senyum. Mungkin jarang ada yang tahu bahwa para ilmuwan menyebut senyum dan ketawa sebagai olahraga yang dapat merangsang seluruh tubuh, sistem saraf otak dan juga hormon-hormon. Well, saya pikir, daripada sering-sering ke gym, lebih hemat kalau saya rajin senyum (saya berpikir untuk mencukur janggut nanti).

Sebuah penelitian dari AS mengatakan bahwa individu yang ketawa hingga 100 kali dalam tempo 24 jam mendapat manfaat yang sama dengan bersenam selama 10 menit. Hal ini terjadi karena di saat kita ketawa, tekanan darah dan degupan jantung meningkat. Kemudian kedua kadar ini akan turun lebih rendah seperti sebelum kamu ketawa.

Penelitian yang dibuat oleh sekumpulan ilmuwan dari Universitas Pusat Pengobatan di California, AS, menjelaskan dua jenis stress, yaitu stres baik dan stress jahat. Senyum dan tawa dikategorikan sebagai stress yang baik. Sedangkan stress yang tidak baik adalah emosi, marah, menangis dan bersedih. Tipe stress seperti ini akan memberi tekanan kepada sistem ketahanan tubuh. Akibatnya tubuh mudah terkena penyakit.

Banyak orang tua keluaran zaman dahulu yang percaya, jika kita memulai hari baru dengan senyuman bisa memberi banyak kebaikan kepada kesehatan. Soalnya di saat kita tersenyum, badan turut 'tersenyum' dan bergembira. Dengan begitu, penyakit enggan hinggap ke tubuh kita. Dan barangkali, senyum berguna untuk membuat tetangga tidak judes!

Nah, sudah tahu kan manfaat-manfaat dari senyuman? Saya sudah tahu dan rajin tersenyum kini. Bahkan cita-cita saya adalah mendapat julukan Pak Janggut yang Selalu Tersenyum Manis. Ah, saya benar- benar sudah gila sekarang (haris/jw)

Sumber:

http://www.indomedia.com.au/innerpage.php?page=beauty&ArticleID=322

Tinggalkan Komentar