Tim i-Humor's picture

KELELAHAN

Seorang pegawai dengan susah payah pulang ke rumahnya dan segera menghempaskan diri ke kursi karena kelelahan.

Istrinya yang penuh pengertian datang membawakannya segelas minuman dingin sambil mengucapkan kata-kata yang menghibur.

"Wah...kamu tampak lelah sekali," kata istrinya. "Pasti kamu telah bekerja keras hari ini. Apa yang membuatmu menjadi kelelahan seperti ini?"

"Sangat mengerikan," jawab suaminya. "Perangkat komputer di kantor sedang ngadat hari ini dan kami semua harus mengerjakan tugas- tugas di kantor dengan pikiran kami sendiri."

Tim i-Humor's picture

KETINGGALAN

Sopir truk, yang kaca depan truknya kotor, beberapa kali hampir menabrak mobil di depannya sebelum akhirnya polisi menghentikannya.

Polisi
:
"Apakah tidak lebih baik kalau kaca depan itu kau bersihkan?"
Sopir
:
"Saya akan merasa lebih baik lagi seandainya kacamata saya tidak tertinggal di rumah."
Tim i-Humor's picture

MEMANCING

Seorang anak lelaki protes keras ketika ibunya meminta agar ia mengajak adik perempuannya memancing.
"Pada waktu terakhir ia ikut pergi, saya sama sekali tidak mendapat seekor ikan pun!" jawab si anak lelaki keberatan.
"Ibu akan berbicara padanya," kata Ibu, "Dan Ibu berjanji, kali ini dia tidak akan ribut lagi."
"Bukan soal ribut, Bu. Dia memakan umpanku sampai ludes!"

 

Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9)

Tim i-Humor's picture

SARAPAN BUBUR

Pak Panurata agak was-was saat mengamati pertumbuhan anak gadisnya yang punya selera makan luar biasa. Setiap saat badannya bertambah tambun saja. Oleh karenanya, suatu hari pak Panurata menasihati sang anak.
"Begini, Nak. Bapak anjurkan agar setiap pagi kamu sarapan bubur saja."
"Baik, Pak. Sarapan buburnya sebelum atau sesudah makan pagi?"

 

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. (Pengkhotbah 3:13)

Tim i-Humor's picture

ALIGATOR (BUAYA RAKSASA)

Sementara olahraga memancing di pantai Florida berakhir, ada seorang turis yang mengalami kecelakaan sehingga kapalnya terbalik. Sebenarnya dia bisa berenang, tetapi rasa takutnya pada aligator yang berkeliaran di laut itu membuatnya berpegangan erat pada kapalnya yang terbalik itu. Dari kejauhan dia melihat seorang pengawas pantai berdiri di tepi pantai. Turis itu berteriak, "Apakah masih ada aligator yang berkeliaran di laut ini?"
"Tidak!" pengawas itu membalas teriakannya, "Sudah tidak ada aligator selama beberapa tahun terakhir ini!"

Tim i-Humor's picture

AYAH SI KORBAN

Seorang wartawan sedang berada di lokasi kecelakaan. Karena banyak orang yang mengerumuni lokasi kecelakaan, maka wartawan tersebut tidak dapat menerobos kerumunan tersebut untuk melihat korban dari dekat.
Setelah makan MENTOS, wartawan itu dapat ide. "Minggir-minggir semua, saya ayah korban, saya ayah korban!" serunya, "Beri saya jalan!"

Benar saja, kerumunan itu membiarkan dia lewat. Tapi semua mata terarah kepada wartawan tersebut. (Dalam hati ia "ge-er": "Berhasil juga, MENTOS emang oke!!!") Ketika sampai di tengah-tengah kerumunan, ia terpana saat melihat... SEEKOR ANAK MONYET tergeletak tak berdaya!

Tim i-Humor's picture

LAMPU KRISTAL

 

Bobi
:
"Ibu, nanti kalau Ibu berulang tahun, akan saya hadiahkan lampu kristal."
Ibu
:
"Oh, nggak perlu, Sayang. Ibu sudah punya lampu kristal!"
Bobi
:
"Sekarang Ibu nggak punya lagi. Lampu kristal Ibu sudah pecah kena lemparan bola saya."
Tim i-Humor's picture

AMBIL BAJU

Profesor Carter berjalan kaki mengunjungi rumah seorang temannya yang terletak di ujung jalan. Setelah makan malam dan bermain catur, dia berpamitan hendak pulang. Tapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup sangat kencang.

"Jangan pulang dulu, hujan sangat deras dan udara sangat dingin juga.
Menginap saja di sini!" cegah temannya.

Sang Profesor segera menyetujui tawaran tersebut. Maka temannya itu masuk ke dalam rumah dan menyuruh istrinya untuk menyiapkan tempat tidur. Ketika dia keluar lagi ke ruang tamu, ternyata Profesor itu sudah tidak ada. Dia dan istrinya mencari-cari ke segala sudut rumah, tetapi tidak menemukan Profesor. Tiba-tiba terdengar orang membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
"Profesor Carter! Darimana saja engkau?" seru temannya.
"Ya? aku pulang sebentar ke rumah untuk mengambil baju tidurku," jawab sang Profesor.

Tim i-Humor's picture

HANTU

Tengah malam tiba-tiba listrik padam. Bu Panurata pergi ke dapur hendak menyalakan lampu minyak cadangan. Ketika merunduk, dia melihat bayangan hitam berkelebat ke luar dari dapur menuju halaman belakang. Khawatir kalau-kalau bayangan itu adalah orang yang berniat buruk, bu Panurata mengambil batu dan melemparkannya ke arah bayangan hitam yang sekilas tampak di antara pohon pisang. Tidak ada reaksi apa-apa.

Bulu kuduk bu Panurata mulai berdiri. Ia segera menutup pintu dapur dan bergegas ke dalam mencari suaminya. Betapa kaget hati bu Panurata ketika melihat suaminya tidak ada di tempat tidur. Bu Panurata khawatir kalau-kalau suaminya dibawa kabur oleh hantu.

Tim i-Humor's picture

MAKANAN SAPI

Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi. Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya,

Petugas
:
"Setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?"
Peternak
:
"Oh, saya beri mereka makan rumput."
Petugas
:
"Kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak. Bapak saya denda Rp. 2.000.000,00"

Selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak.

Tim i-Humor's picture

POTONG RAMBUT GRATIS

Suatu hari, seorang tukang cukur sedang memotong rambut seorang pendeta. Setelah selesai, pendeta itu hendak membayar tetapi tukang cukur itu menolaknya sambil berkata, "Saya tidak dapat menerima uang dari Bapak, karena Bapak orang baik yang melakukan pekerjaan Allah."

Keesokan paginya, si tukang cukur itu menemukan 12 buah Alkitab diletakkan di depan pintu kiosnya.

Lalu seorang polisi datang untuk potong rambut. Tukang cukur ini juga menolak uang pembayarannya dan berkata, "Saya tidak dapat menerima uang bayaran dari orang sebaik Bapak, karena Bapak yang menjaga keamanan masyarakat."

Tim i-Humor's picture

ANJING PINTAR

Suatu pagi seorang ibu berkata kepada suaminya, "Pa, sekarang anjing kita makin pintar aja deh, Pa! Dia membawakan kita koran baru setiap pagi."
Suaminya menjawab, "Itu mah biasa, banyak anjing yang bisa seperti itu"
Istrinya merespon, "Tapi kita kan nggak pernah langganan koran, Pa!"

 

apa yang tidak kumengerti, ajarkanlah kepadaku; jikalau aku telah berbuat curang, maka aku tidak akan berbuat lagi, (Ayub 34:32)

Tim i-Humor's picture

SAYA MAU MENYANYI

Di tengah-tengah kebaktian, Doni kecil berkata kepada neneknya, "Nek, saya mau pipis." Tapi si nenek dengan cepat menyahut, "Sshh... kalau di gereja, tidak sopan bilang pipis. Bilang saya mau menyanyi."
Doni paham, kemudian dia berkata, "Nek, saya mau menyanyi."
Kemudian, nenek menggandeng dan mengantar Doni ke kamar mandi.

Beberapa hari kemudian, ketika Doni tidur dengan neneknya, tiba-tiba Doni ingin pipis. Lalu katanya, "Nek, saya mau menyanyi."
Neneknya menyahut, "Sssttt....sudah malam, ayo tidur lagi."
Tapi Doni masih berusaha membangunkan neneknya, "Nek, saya mau menyanyi."
Karena sudah tua, nenek lupa, apa maksud Doni sebenarnya.
Akhirnya dengan setengah mengantuk, nenek berkata, "Ya sudah sini, menyanyi pelan-pelan di kuping nenek." :-)

Tim i-Humor's picture

AKTOR DAN PENDETA

Seorang Pendeta yang sedang melihat pertunjukkan seorang aktor tertarik ingin mengetahui rahasia bagaimana aktor itu dapat menarik perhatian banyak orang.

Sesudah pertunjukkan itu berakhir, Pendeta itu segera pergi ke belakang panggung untuk menemui aktor tadi. "Pak, kami para Pendeta selalu menceritakan kepada jemaat tentang kehidupan kekal yang kelak mereka hadapi, tetapi mengapa mereka lebih tertarik untuk menghadiri pertunjukkanmu?

"Karena," jawab aktor itu sambil mengedipkan matanya, "kebenaran yang Bapak khotbahkan seperti cerita fiksi, sedangkan saya memerankan cerita fiksi yang seolah-olah benar terjadi."

Tim i-Humor's picture

SEPOTONG KEJU

Ketika Leonardo baru berumur 5 tahun, Pamannya datang mengunjungi ayahnya. Pada saat makan malam, sang Paman yang amat suka makan keju mencari-cari makanan tersebut, tapi tak sepotong pun yang ia temukan di meja makan.

"Oh, maaf Angelo, aku lupa membeli keju. Padahal persediaan di rumah sudah habis." kata ibu Leonardo.

Mendengar hal itu, Leonardo segera berjalan ke dapur dan tidak lama kemudian datang dengan membawa sepotong keju Italia yang lezat. Lalu diberikannya pada Angelo, Pamannya.

Sudah pasti sang Paman amat girang dan segera melahap keju itu. Lalu katanya sambil menepuk pundak Leonardo,
"Kamu sungguh baik, keponakanku. Oh ya... omong-omong darimana kamu memperoleh keju yang lezat ini?"

Tinggalkan Komentar