Tim i-Humor's picture

DI DEPAN KELAS

Si Ucok, murid kelas tiga SD mendapat tugas dari guru PPKN. Masing- masing murid harus maju ke depan kelas untuk menghafalkan PANCASILA.

Keesokan harinya anak-anak tersebut datang ke sekolah dengan ciri khasnya masing-masing. Ada yang santai-santai saja, ada yang tegang menunggu giliran, dan ada yang datang dengan percaya diri tinggi. Yang kelihatan paling percaya diri adalah si Ucok, anak dari Medan. Dia hapal sekali semua sila dalam Pancasila, sehingga dia amat senang, bahkan sempat menggoda temennya yang lagi kelihatan bingung.

Giliran pertama yang maju ke depan adalah si Bejo. Walaupun agak gugup dia masih bisa menghafal Pancasila. Anak-anak bersorak sorai memberi semangat kepada Bejo. Giliran kedua, si Buyung maju ke depan kelas. Ternyata si Buyung lebih lancar sedikit dari si Bejo sehingga tepuk tangan lebih meriah terdengar.

Tim i-Humor's picture

DI GEREJA

Sadrah kecil dibawa ibunya ke gereja. Kebetulan saat itu sedang ada perjamuan suci. Karena Sadrah masih kecil, tentu saja roti dan anggur perjamuan tidak ditawarkan kepadanya. Ibunya langsung menjelaskan bahwa Sadrah belum cukup umur untuk mengikuti perjamuan suci.

Waktu untuk memberikan persembahan tiba. Dan begitu kantong itu tiba di depan Sadrah ibunya meminta Sadrah memasukkan uangnya. Tetapi Sadrah menggelengkan kepalanya dengan kuat dan menyembunyikan tangannya dibelakang punggung, sambil berkata, "Kalau aku tidak boleh makan roti itu, aku tidak mau membayarnya!"

Tim i-Humor's picture

DI SURGA

"Bagaimana kabar istrimu?" kata seorang pria kepada temannya.

"Dia sudah ada di surga ...," jawab temannya

"Oh, saya turut sedih," sahut pria itu, namun tiba-tiba dia sadar bahwa jawabannya sepertinya kurang pas.

"Eh, maksudnya, " jawabnya terbata "Saya turut bersukacita ...."

Kembali ia sadar bahwa itu adalah jawaban yang malah lebih tidak pas lagi.

Jadi ia meralat lagi "Nggak dink, maksud saya ... anu ... saya ... saya KAGET!"

Tim i-Humor's picture

DIMAKAN KUCING

Tim i-Humor's picture

DIMANA HARTAMU BERADA?

Setiap hari Minggu tiba pastilah semua orang Kristen pergi ke gereja, ya kan?!! Setelah menyiapkan pakaian, Alkitab dan kendaraan, tidak lupa juga saya menyiapkan uang ... ini penting loh!! Saya menyiapkan uang pecahan yang komplit, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000,Rp 5.000, Rp 1.000, Rp 500, Rp 100 (komplit khan!) Semua uang pecahan itu ada gunanya, mau tahu......?

  1. Pecahan Rp 50.000,00 untuk ngajak doi jalan2 ke mall ´n makan- makan usai kebaktian di gereja.
  2. Pecahan Rp 20.000,00 untuk isi bensin mobil aye.
  3. Pecahan Rp 10.000,00 untuk uang tol (abisnya suka bangun kesiangan).
  4. Pecahan Rp 5.000,00 untuk sarapan pagi (nasi goreng special pake telor).
  5. Pecahan Rp 1.000,00 untuk uang pakir.
  6. Pecahan Rp 100, pasti orang Jakarta udah tahu, apa lagi kalau bukan untuk pak ogah.

Nah, pecahan Rp 500 untuk apa???
Yah... apalagi kalau bukan untuk kolekte....!?!

Tim i-Humor's picture

DIPAKSA JATUH CINTA

Pak Dedy seorang dosen yang masih melajang, suatu hari dengan santai masuk ruang kelasnya seperti biasa. Tetapi kali ini ia sangat terkejut bercampur marah. Hal ini karena semua mahasiswinya berdandan sangat menor dan duduk di depan.

Supri: "Ada apa Pak, kok membanting pintu segala?"

Dedy : "Lihat para mahasiswi itu, masa saya dipaksa jatuh cinta!"

Supri: "Oh...! [Sambil tertawa]

/Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."* (Matius 26:41)

Tim i-Humor's picture

DISKON PERHIASAN

Bram, seorang tukang service alarm, sedang memperbaiki alarm di sebuah toko perhiasan. Penjaga toko memberitahukan bahwa sedang ada diskon 40% untuk produk perhiasan tertentu.

"Saya jamin, pacar Anda pasti akan senang jika Anda membelikan dia perhiasan ini," kata si penjaga toko.

"Wahhh, saya gak punya pacar tuh, Mbak," jawab Bram.

"Apa? Hari gini gak punya pacar?" respon si penjaga toko.

Dengan santai Bram menjawab, "Iya, isteri saya gak ngijinin saya punya pacar sihhh!"

Tim i-Humor's picture

DOA CALON PENDETA

Ada seorang calon pendeta disuruh mendoakan temannya yang pada saat itu sedang putus cinta. Dengan semangat ia langsung mendoakannya.

"Baiklah, mari kita berdoa bersama" (begitulah ajakan calon pendeta kepada semua orang yang ada di tempat itu).

Ketika calon pendeta sedang berdoa, tiba-tiba saja terdengar suara orang terjatuh. Semakin semangat ia berdoa dan semakin kencang pula ia mengeluarkan kata-kata doa.

"Asyik, ini adalah pengalaman pertama saya mendoakan orang dan orang itu diurapi" (pikirnya dalam hati). Lama-kelamaan suasana menjadi sunyi senyap dan terdengar sedikit suara tangisan. ia mengakhiri doanya dengan perkataan "Amin."

Tim i-Humor's picture

DOA MAKAN

Kemarin saya dan istri mengundang beberapa orang untuk makan malam di rumah. Istri saya pun sejak pagi sudah mempersiapkan segala makanannya. Ketika semua tamu telah datang, ia menyuruh anak kami yang berusia 6 tahun untuk memimpin doa sebelum makan.

"Ayo Nak, kamu yang pimpin doanya"

"Tapi Bu, doanya ngomong apa?" jawabnya.

"Katakan saja apa yang biasanya Ibu katakan," kata istri saya.

Putri kami itu segera melipat tangan dan berkata ...

"Ya Tuhanku, kenapa sih saya harus mengundang orang-orang ini makan malam?"

Tim i-Humor's picture

DOA SEBELUM TIDUR

Seorang guru Sekolah Minggu sedang mengobrol dengan salah satu muridnya yang baru berusia 6 tahun.

"Ibumu selalu berdoa untuk kamu tiap malam? Baik sekali Ibumu .... Gimana coba doanya?"

Anak itupun menyahut, "Terima kasih Tuhan, akhirnya dia di tempat tidur ...."

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Efesus 3:20)

Tim i-Humor's picture

DOMPET DHONO

Dhono adalah seorang supir taksi. Hari ini ada seorang penumpang yang meminta dia membawanya berkeliling kota. Penumpang ini gerak-geriknya amat aneh. Setelah satu jam berkeliling, Dhono tidak tahan lagi melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan itu. Dhono lalu inget dompetnya dia taruh di dalam kantong kursinya yang menghadap ke kursi penumpang. Cepat-cepat Dhono merogoh kantong itu, dan benar! Dompetnya sudah lenyap!

Langsung deh Dhono mengerem mobilnya, membuka pintu si penumpang dan maksa si penumpang tadi untuk turun dari mobil sambil berkata, "AYO ... KASIHKAN DOMPETNYA KE SAYA!"

Tim i-Humor's picture

FOTO KENANGAN

Suatu hari sebuah kelas SD berfoto bersama. Setelah foto jadi, Bu Guru membujuk anak-anak untuk membeli, tiap orang satu foto. Ia pun berkata kepada murid-muridnya, "Kalian seharusnya membeli foto ini, mumpung semua teman kalian di sini lengkap terkumpul. Foto ini akan memberikan kenangan yang manis. Suatu hari nanti ketika kalian sudah besar-besar dan melihat foto ini, saya yakin kalian pasti akan senang."

Tak seorang pun berkata-kata, lalu Bu Guru melanjutkan, "Coba bayangkan, nanti kalian akan melihat foto ini dan berkata, "Oh ini si Tina, sekarang jadi dokter. Ini Totok, sekarang jadi pejabat, ini Tari yang sekarang jadi artis, ini ...."

Tim i-Humor's picture

GAJAH

Suatu hari Budi bertanya kepada Amat.

Budi : "Mat, loe kan pintar!"
Amat : "Maksud loe??"
Budi : "Buktiin, dengan jawab pertanyaan gua!"
Amat : "oke!"
Budi : "Gimana bunuh gajah biru?"
Amat : "Tembak aja, kan mati!"
Budi : "Kalo bunuh gajah merah?
Amat : "Tembak aza lagi?"
Budi : "Salah, yang benar, gebukin dulu sampe gajahnya biru trus di tembak!"

Budi menjawab sambil tertawa penuh kemenangan.

Tim i-Humor's picture

GALI SUMUR

Dadang seorang sunda asli bekerja di tempat Pak Nasir seorang pemuka Betawi. Kebetulan saat itu adalah musim kemarau yang panjang. Sumur Pak Nasir sudah kering kerontang, mau tidak mau si Dadang wajib menggali untuk mendapatkan air bersih. waktu makan siang sudah tiba.

"Dang, makan dulu ... !!!" kata Pak Nasir.

"Tarrrajeeee Pak Nasir...," katanya.

Pak Nasir akhirnya makan lebih dulu. Setengah jam lagi dia datang ke sumur yang baru di gali.

"Makan dulu Dang....!!!" katanya.

Tim i-Humor's picture

GANTUNG DIRI

Mbak Susi baru aja diputusin ama pacarnya, Sayuti. Dia patah hati banget sampai-sampai dia mutusin untuk gantung diri. Susi nekat dan menyiapkan tali untuk menggantung dirinya di pohon asem.

Gak lama setelah Susi sudah dalam posisi menggantung diri, Mail, tetangganya lewat.

"Hee ... lagi ngapain lu, Sus?" tanya Mail keheranan.

"Gak lihat apa? Gue lagi gantung diri!" jawab Susi sambil menangis.

.

"Lu gimana sih? Dimane-mane juga kalau gantung diri tuh yang diiket lehernya! Lu malah ngiket pinggang lu! Percuma!"

Tinggalkan Komentar