Tim i-Humor's picture

BERJINGKAT-JINGKAT

Deni yang baru duduk di kelas tiga SD suatu hari diajak pamannya menyaksikan pertunjukan balet.

Selesai pertunjukan sang paman pun bertanya, "Bagaimana, Den? Bagus nggak tontonan yang kamu lihat tadi?"

"Bagus, Paman?" angguk Deni. "Tapi yang menjadi pikiran saya, kenapa panitianya tidak mencari penari yang tinggi-tinggi ya, supaya tidak berjingkat-jingkat begitu?"

(30-12) Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, (Mazmur 30:11)

Tim i-Humor's picture

BERSAING

Seorang duda baru saja menikahi seorang janda. Setelah beberapa bulan menikah, sang istri yang baru saja menikah ini ditanyai oleh temannya, "Dugaanku, sama seperti semua pria yang pernah menikah sebelumnya, suamimu pasti banyak cerita tentang isterinya yang dulu, kan?"

"Oh ... sekarang nggak lagi," kata si isteri ini.

"Kok bisa?" tanya temannya penasaran.

"Aku mulai berbicara tentang suamiku yang berikutnya."

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk. (Amsal 10:7))

Tim i-Humor's picture

BOLA KASTI

Ada sebuah ketukan di pintu. Ternyata yang mengetuk adalah seorang anak lelaki berusia sekitar enam tahun. Sebuah barang miliknya masuk dalam garasiku, katanya, dan dia ingin mengambilnya kembali.

Saat aku membuka pintu garasiku, aku memperhatikan 2 keanehan, sebuah bola kasti dan lubang di kaca jendela garasiku yang seukuran dengan bola kasti itu.

"Bagaimana bolamu bisa masuk ke dalam garasiku?" tanyaku pada anak lelaki itu.

Setelah melirik bergantian ke arah bolanya, kemudian ke arah jendelaku, dan melirik ke arahku, dia berkata, "Lewat lubang di jendelanya Om itu."

Tim i-Humor's picture

BUKAN JONNY

Malam itu begitu gelap ketika dua orang lelaki datang ke sebuah rumah dan langsung menendang pintunya dengan terburu-buru.

"Katakan, kamu baik-baik saja, Jonny?" kata Joko. Kami menemukan tubuh di tepi pantai, dan mengira bahwa itu adalah kamu."

"Seperti apakah dia?" tanya Jonny.

"Mirip denganmu, Jonny. Tanpa tanda pengenal."

"Apakah dia memakai sepatu?" "Ya."

"Apakah dia memakai celana panjang?" "Ya."

Tim i-Humor's picture

BUKAN KEAJAIBAN

Seekor kanguru di sebuah kebun binatang selalu berhasil keluar dari kandangnya. Karena ia bisa melompat tinggi, maka para pegawai kebun binatang menambah tinggi pagar kandangnya menjadi 3 meter. Namun keesokan harinya kembali mereka melihat sang kanguru sedang keluyuran di luar kandangnya.

Mereka lalu menambah tinggi pagarnya menjadi 6 meter. Namun kembali keesokan harinya ia terlihat berada di luar kandang.

Para pegawai tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan, mereka hanya bisa menambah tinggi pagar menjadi 12 meter. Seekor unta yang tinggal bersebelahan kandang dengan si kanguru bertanya padanya, "Kira-kira berapa banyak lagi mereka akan menambah tinggi pagar itu?"

Tim i-Humor's picture

BURUNG BANGAU

Cucuku, Ana, diberi tugas oleh gurunya untuk membuat cerita mengenai "Asal-usul Keluargaku". Tujuannya adalah untuk mengerti genelogi anak- anak.

Pada saat makan malam Ana bertanya, "Nenek, dari mana aku datang?" Aku agak gugup menjawabnya, karena takut salah menjawab sedangkan anak dan menantuku sedang keluar kota. Akhirnya aku menjawab sesederhana mungkin, "Begini sayang, seekor burung bangau membawamu kesini."

"Kalau Mama, datangnya dari mana?"

"Burung bangau juga yang bawa dia kesini."

Tim i-Humor's picture

BUTUH OLAH RAGA

Ketika istri saya menelepon teman kami, nadanya selalu sibuk. Dia mencoba berulang kali, tetapi tidak tersambung.

Sambil memerhatikannya sibuk memencet nomor telepon berkali-kali, saya bertanya mengapa dia tidak memakai tombol pemutar ulang (redial).

"Sayang," jawab istri saya, "saya `kan butuh olahraga."

Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian. (1Korintus 11:16)

Tim i-Humor's picture

CAH KANGKUNG

Suatu saat si Bejo jalan-jalan ke kota. Berhubung habis panen Bejo memutuskan untuk coba-coba masuk ke sebuah restoran asing. Saat melihat menu dia kebingungan sendiri, karena namanya amat aneh. Dari pada kelamaan milih, Bejo memilih secara acak menunya. Dia memilih yang namanya agak bagus. "Wah, pasti enak nih," pikirnya.

Tidak lama kemudian pesanannya datang. Ternyata yang tersaji di depannya adalah Cah Kangkung. Bejo amat menyesal karena tidak suka masakan tersebut, tetapi untuk komplain tidak berani karena salah dia juga.

Si Bejo tidak kurang akal, dia melihat kelakuan orang bule yang duduk di meja sebelahnya sedang melahap daging ayam. Setelah daging ayamnya habis si bule berteriak kepada pelayan, "More!" Tidak lama kemudian keluarlah sepiring daging ayam yang lalu dilahapnya.

Tim i-Humor's picture

CENDOLNYA GAK ADA

Pada suatu siang cuaca sdg panas dan terik, seorang laki-laki brewok berniat membeli cendol untuk melepas dahaga.

Laki-laki brewok : "Mas, beli cendolnya satu."

Tukang cendol : "Iya Mas, saya buatkan, tunggu sebentar."

Semenit kemudian, sudah terhidang segelas cendol siap untuk diminum. Secepat kilat cendolnya sudah berpindah tempat dari gelas ke perut laki-laki brewok tersebut.

Karena ada suatu kejanggalan pada cendol tersebut dan merasa tertipu, akhirnya laki-laki brewok dengan penuh keheranan bertanya ke tukang cendol.

Tim i-Humor's picture

CEWEK MATRE

Dua wanita sedang berbincang bincang seraya menyantap makan siangnya.

"Yang kau pikirkan hanya uang saja," kata wanita yang pertama.

"Tidak," sahut temannya, "saya juga memikirkan pria!"

"Pria yang seperti apa?"

"Pria yang mempunyai banyak uang tentunya!"

(5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. (Pengkhotbah 5:10)

Tim i-Humor's picture

DALAM BAHTERA

Seorang guru sekolah minggu bertanya, "Menurutmu waktu di bahtera, Nuh kalau mancing ikan buat makan, bisa dapat ikan banyak gak?"

"Gak mungkin!" jawab si cerdas joni, "bagaimana mungkin dia bisa dapat ikan banyak kalau cuma punya 2 cacing?"

Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. (Filipi 4:11)

Sumber: LABLaughs.

Tim i-Humor's picture

DI APOTIK

Bajuri : "Ngeliatin ape lu, Neng?"
Oneng : [Bisik-bisik) "Bang, aye tau PIN orang yang diri di depan kite heee, hee .... !"
Bajuri : "Nyang bener lu, emang berape nomer PIN-nye?"
Oneng : "Empat bintang ...!"
Tim i-Humor's picture

DI DALAM LIFT

Tanto dengan anaknya, Yuyun sedang berada di dalam lift yang penuh sesak. Tiba-tiba wanita yang berdiri membelakangi Tanto berbalik dan menamparnya.

Tanto sangat kaget dan bersiap untuk marah, ketika Yuyun berbisik, "Udah deh, Pa, aku gak suka sama wanita itu. Dia nginjek kakiku terus. Ya udah, aku cubit aja pinggangnya."

Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya." (Ibrani 10:30)

Tim i-Humor's picture

DI DASAR LAUT

Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Luifthansia, sedang terbang di atas lautan luas. Tiba-tiba pesawat mengalami gangguan mesin, yang mengharuskan pesawat untuk mendarat darurat. Mau tidak mau mereka harus mendarat di laut.

Dengan pengeras suara Pilot berkata, "Para penumpang yang terhormat, Karena ada gangguan mesin, maka terpaksa kita mendarat darurat di laut. Untuk memudahkan evakuasi penyelamatan, kami mohon setiap penumpang yang bisa berenang, untuk pindah ke tempat duduk di sisi kanan, dan bagi yang tidak bisa berenang silahkan menempati tempat duduk sisi kiri."

Tim i-Humor's picture

DI DEPAN KELAS

Si Ucok, murid kelas tiga SD mendapat tugas dari guru PPKN. Masing- masing murid harus maju ke depan kelas untuk menghafalkan PANCASILA.

Keesokan harinya anak-anak tersebut datang ke sekolah dengan ciri khasnya masing-masing. Ada yang santai-santai saja, ada yang tegang menunggu giliran, dan ada yang datang dengan percaya diri tinggi. Yang kelihatan paling percaya diri adalah si Ucok, anak dari Medan. Dia hapal sekali semua sila dalam Pancasila, sehingga dia amat senang, bahkan sempat menggoda temennya yang lagi kelihatan bingung.

Giliran pertama yang maju ke depan adalah si Bejo. Walaupun agak gugup dia masih bisa menghafal Pancasila. Anak-anak bersorak sorai memberi semangat kepada Bejo. Giliran kedua, si Buyung maju ke depan kelas. Ternyata si Buyung lebih lancar sedikit dari si Bejo sehingga tepuk tangan lebih meriah terdengar.

Tinggalkan Komentar