Tim i-Humor's picture

BAKAR ROKOK

Ibu : "Bapak! sudah diberitahu berkali-kali masih juga merokok, rokok itu kan hanya menghambur-hamburkan uang saja!"
Ayah : "Iya saya tahu."
Ibu : "Berarti bapak setuju dengan adanya banyak pabrik rokok di negara ini, yang hanya membuat bangsa ini melarat?"
Ayah : "Sebenarnya saya gak setuju dengan adanya pabrik rokok di negara kita ini!"
Ibu : "Trus, knapa masih merokok?"
Ayah : "Sebenarnya ingin sekali saya membakar pabrik rokok itu ... tetapi apa daya... itu melanggar hukum, maka dari itu saya bakar aja rokoknya satu-satu!"
Tim i-Humor's picture

BALAS

Pada suatu hari keluarga seorang Pendeta sedang berkendara untuk menghadiri suatu ibadah Natal. Maka dengan penuh sukacita Pak Pendeta bersama keluarganya menuju tempat yang tertera dalam undangan.

Sesampainya di tempat yang dituju ternyata halaman parkir telah dipenuhi oleh para undangan lain. Nampaknya ibadah ini cukup menarik minat banyak orang. Setelah berputar-putar, beruntung ternyata terdapat satu tempat parkir diantara mobil-mobil yang penuh sesak dan di sana sudah menunggu si tukang parkir.

Melihat mobil Pak Pendeta, dengan gesit tukang parkir memberikan tanda dan Pak Pendeta menghampirinya.

Tim i-Humor's picture

BALAS DENDAM

Pasien : "Bu Bidan, maaf saya lupa bawa uang."
Bidan : "Oh, tidak apa-apa. Sekarang pulang saja."
Pasien : "Loh, biasanya saya `kan Bu Bidan beri vitamin?"
Bidan : "Ah, nanti paling-paling Ibu lupa meminumnya."

Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya." (Ibrani 10:30)

Tim i-Humor's picture

BANTUAN

Suatu desa sedang tertimpa musibah banjir. Di dekat desa itu ada sebuah gereja besar dan megah yang beberapa jemaatnya adalah warga desa tersebut.

Seorang wartawan yang meliput musibah itu mewawancarai pendeta gereja tersebut.

Wartawan: "Bantuan apa yang telah gereja ini berikan untuk desa yang tertimpa musibah?"

Pendeta : "Doa!"

Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah hatimu!" (Yesaya 41:6)

Tim i-Humor's picture

BANTUAN UNTUK NENEK

Wawan : "Tadi saya dan enam orang teman membantu seorang Nenek menyeberang jalan, Ayah."
Ayah : "Oh, bagus sekali, Nak. Itu namanya anak yang baik. Tapi, mengapa sampai sebanyak itu kalian membantunya?"
Wawan : "Soalnya, Nenek itu tidak mau menyeberang jalan."

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2)

Tim i-Humor's picture

BAPAK PERGI

Tim i-Humor's picture

BEBAS PULSA

Kabar terbaru! Mulai hari ini, fren telpon gratis ke semua operator. Dengan menggunakan "kalimat kunci" maka Anda bisa telepon gratis! Mau tahu caranya?

Tim i-Humor's picture

BELAJAR!

Sepulangnya dari kerja Pak Daniel mendapati anaknya, Silvi sedang menonton film.

"Kamu ini kalau gak main barbie, baca komik, main PS, ya nonton ... kapan belajarnya?" tegur Pak Daniel.

"Silvi sudah belajar kok, Pa!" jawab Silvi tanpa sedikit pun melepaskan pandangannya dari televisi.

"Kapan?" tanya Pak Daniel.

"Tadi Pa, di sekolah!"

Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya." (Pengkhotbah 3:17)

Tim i-Humor's picture

BELI OBAT

Pada suatu hari Agus menegur Budi di jalan dekat rumahnya.

Agus: "Bud mau kemana?" Budi: "Ini lo.. mau ke warung beli obat nyamuk..." Agus: "Loh memangnya nyamuk kamu sakit apa?" (sambil ketawa-ketawa)

Budi jengkel sambil menggerutu dalam hati, "Awas Ya Nanti Aku Balas". Besoknya gantian Agus yang di tegor oleh Budi. Saat itu Budi hendak membeli obat cacing untuk anaknya.

Budi: "Gus mau kemana?" Agus: "Mau ke apotik beli obat Cacing ... buat anakku ...." Budi: "Loh Gus, ternyata anakmu itu Cacing yah?" (sambil ketawa puas.)

Tim i-Humor's picture

BELUM SELESAI

Seorang anak kecil baru pulang dari hari pertamanya bersekolah. Ibunya bertanya, "Jadi apa yang kamu pelajari hari ini?"

Jawab anak itu, "Wah ... belum selesai Ma, pelajarannya. Aku masih disuruh balik lagi tuk besok."

Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:73)

Sumber: Cleanjokes.

Tim i-Humor's picture

BENAR DAN SALAH

Sepasang suami istri sedang terlibat dalam sebuah perdebatan sengit, namun keduanya sama-sama tak mau mengakui bahwa dirinyalah yang salah.

"Aku akan bilang kalau aku salah," sahut sang istri mencoba mengakhiri perdebatan, "jika kamu mengakui kalau pendapatku benar."

Suaminya setuju dan ia mempersilakan istrinya mengatakannya terlebih dulu.

"Aku salah," kata istrinya

Dengan mata berbinar suaminya segera menjawab, "Ya, kamu benar!"

Tim i-Humor's picture

BERBICARA DENGAN TUHAN

Tim i-Humor's picture

BERDOA DULU

Pendeta Daniel mempunyai seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang sedang suka-sukanya bertanya apa saja. Pada suatu hari, putrinya yang bernama Eli itu kembali bertanya padanya.

"Pa, kenapa sih Papa kalo mau khotbah selalu diam dan nunduk dulu sebentar?"

"Ah, Nak ...," kata pendeta Daniel sambil tersenyum dan bangga karena ternyata putrinya juga selalu memperhatikan khotbah-khotbahnya, "Papa menunduk sebentar karena minta tolong dulu sama Tuhan biar Papa bisa menyampaikan khotbah dengan baik ...."

Tim i-Humor's picture

BERJINGKAT-JINGKAT

Deni yang baru duduk di kelas tiga SD suatu hari diajak pamannya menyaksikan pertunjukan balet.

Selesai pertunjukan sang paman pun bertanya, "Bagaimana, Den? Bagus nggak tontonan yang kamu lihat tadi?"

"Bagus, Paman?" angguk Deni. "Tapi yang menjadi pikiran saya, kenapa panitianya tidak mencari penari yang tinggi-tinggi ya, supaya tidak berjingkat-jingkat begitu?"

(30-12) Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita, (Mazmur 30:11)

Tim i-Humor's picture

BERSAING

Seorang duda baru saja menikahi seorang janda. Setelah beberapa bulan menikah, sang istri yang baru saja menikah ini ditanyai oleh temannya, "Dugaanku, sama seperti semua pria yang pernah menikah sebelumnya, suamimu pasti banyak cerita tentang isterinya yang dulu, kan?"

"Oh ... sekarang nggak lagi," kata si isteri ini.

"Kok bisa?" tanya temannya penasaran.

"Aku mulai berbicara tentang suamiku yang berikutnya."

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk. (Amsal 10:7))

Tinggalkan Komentar