Tim i-Humor's picture

KEPANDAIAN

Ada anak bertanya pada bapaknya, "Pak, dari mana asal semua kepandaian saya?"

Bapaknya menjawab, "Hmm ... Nak, sepertinya semua kepandaian kamu berasal dari ibumu karena semua kepandaian bapak masih utuh ada di kepala bapak"

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. (Amsal 20:5)

Sumber: LABLaughs.

Tim i-Humor's picture

KERETA API

Joni dan temannya Bili baru pertama kali ini naik kereta api. Saat ini mereka ditemani oleh ibunya Bili. Seorang pedagang asongan datang ke kursi mereka menawarkan permen yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Ibunya Bili membelikan mereka masing-masing satu.

Joni kecil segera membuka bungkusnya dan memasukannya sedikit demi sedikit ke mulutnya sementara kereta terus berjalan masuk ke sebuah terowongan. Saat kereta sudah keluar dari terowongan tersebut, ia melihat ke Bili dan berkata, "Kalo aku jadi kamu, aku ga akan memakannya."

"Kenapa?" tanya Bili.

Tim i-Humor's picture

KESALAHAN

Jika seorang tukang cukur membuat kesalahan,
itu bisa menjadi gaya rambut terbaru ....

Jika seorang supir membuat kesalahan,
itu berarti sebuah kecelakaan ....

Jika seorang ahli mesin membuat kesalahan,
itu menjadi sebuah tantangan baru ....

Jika orangtua membuat kesalahan,
mereka dapat menghasilkan generasi baru ....

Jika seorang politikus membuat kesalahan,
itu dapat menjadi peraturan baru ....

Jika seorang ilmuwan membuat kesalahan,
itu adalah sebuah penemuan baru ....

Tim i-Humor's picture

KETAWA DONK!

Ipul turun dari tangga dengan mata berair. Ibunya bertanya, "Sekarang kenapa lagi?"

"Bapak sedang menggantung gambar di dinding trus tangannya ketumbuk palu," kata Ipul sambil menyeka air matanya yang masih tersisa.

"Ah, itu kan gak terlalu serius," kata ibunya. "Ibu tahu kamu sedih karena tangan Bapak jadi sakit, tetapi anak lelaki seharusnya tidak menangis untuk sesuatu seperti itu. Malah seharusnya kamu ketawa- ketawa donk, kan lucu tuh!"

Dengan gemas Ipul menjawab, "Bu, dari tadi Ipul emang udah ketawa!"

Tim i-Humor's picture

KETERANGAN KERJA

Seorang wanita sedang mewawancara calon pembantu rumah tangganya yang baru. Calon pembantu itu diminta menceritakan pengalaman kerjanya selama ini dan menunjukan referensi yang dimilikinya.

"Sayang sekali, Bu. surat keterangan bekerja dari keluarga presiden sudah hilang. Tetapi, saya masih menyimpan berapa buah sendok sebagai bukti saya pernah bekerja di sana," ungkap calon pembantu itu.

/Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."* (Yohanes 6:27)

Tim i-Humor's picture

KISAH SEORANG DOKTER

Ari, seorang dokter rumah sakit jiwa sudah berhari-hari ini merhatiin satu pasiennya, Yanto. Sepanjang hari si Yanto ini kerjaannya cuma nempelin kuping ke dinding seperti sedang dengerin sesuatu dari balik tembok itu.

Setelah 1 minggu, Ari mutusin untuk mencari tahu, suara apa sih yang selalu didengerkan si Yanto dari balik tembok itu. Si Ari lalu nempelin kupingnya ke tembok itu, dan ternyata gak ada suara apa-apa.

"Pak Yanto, saya tidak mendengar suara apapun dari balik tembok ini!" tegur Ari pada pak Yanto yang masih rajin aja nempelin kupingnya di tembok.

Tim i-Humor's picture

KOLEKTE

Percakapan 2 orang majelis di suatu gereja seusai kebaktian :

A :

"Mengapa perolehan kolekte di tempat kita begitu sedikit, padahal warga jemaat kita tergolong cukup makmur?"

B :

"Karena kolekte itu sumbangan sukarela. Banyak orang yang sebenarnya rela tetapi sayangnya tidak suka. Sebaliknya, banyak yang suka tetapi sayangnya tidak rela."

A :

"O....begitu rupanya...?!

Tim i-Humor's picture

KOMPUTER OH KOMPUTER

Sepasang suami istri sama-sama bekerja di bidang IT, tetapi si suami lah yg sepanjang hari, ibaratnya makan, tidur terus di depan komputer.

Si istri akhirnya menyadari betapa parahnya pengaruh komputer bagi suaminya, saat satu kali ia mencoba membantu menggaruk punggung suaminya.

Si suami berkata, "Bukan disitu, `scroll` ke bawah dikit!"

Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. (Pengkhotbah 2:11)

Tim i-Humor's picture

KONTES PEDANG

Dalam suatu kontes senjata tajam dunia, tiga orang finalis lolos. Jago pedang dari Spanyol, samurai Jepang, dan pendekar dari Indonesia.

Di babak final, semua peserta mesti unjuk kemampuan membunuh seekor lalat. Kotak penyimpan lalat dibuka, seekor lalat terbang dengan lincahnya. Sang jago pedang dari Spanyol menghunuskan senjatanya dan mengibasnya cepat. Tubuh lalat itu terpotong dua bagian. Penonton bersorak mengaguminya. Giliran sang samurai menghunuskan senjatanya. Dengan satu jurus secepat kilat, tanpa ampun tubuh lalat itu terbagi tiga bagian. Tepuk tangan penonton kembali membahana, memuji sang samurai.

Tim i-Humor's picture

KULIT KACANG

Seorang Supervisor marah-marah ketika melihat di lantai pabrik berserakan kulit kacang. Seorang karyawan memberitahu bahwa yang melakukan hal itu adalah Si Miing seorang karyawan baru dari kampung.

Si Miing pun dipanggil dan diinterogasi oleh sang Supervisor, "Hei Miing, kamu tadi makan kacang di sini ya?"

"Be ... be ... benar, Pak" jawab Miing sedikit gugup.

"Kenapa kulitnya dibuang ke lantai?" tanya sang Supervisor sedikit melunak karena nggak tega melihat Miing gugup.

Tim i-Humor's picture

KURANG BESAR

Guru TK: "Andi, dari tadi kamu tidak memerhatikan Ibu. Sekarang coba kamu maju dan menyanyikan sebuah lagu. Karena agak takut, Andi menyanyi dengan pelan: Cicak-cicak di dinding ...."

Guru : "Kurang besar ...!"

Andi : "Tokek-tokek di dinding ...."

Guru : "Kurang besar ...!"

Andi : "Buaya-buaya di dinding ...."

Guru : "Andi, yang Ibu maksudkan suaramu yang kurang besar, bukan binatangnya."

Tim i-Humor's picture

KURANG SEDIKIT

Seorang pencopet dihadapkan ke pengadilan kasus kriminil ringan.

"Pak Barno, Anda dihukum denda seratus ribu rupiah," kata hakim.

"Terima kasih, Pak hakim," jawab penasihat hukumnya. "Saat ini klien saya hanya membawa Rp.75.000. Tapi kalau anda memberikan dia kebebasan untuk keluar beberapa menit, dia akan kembali membawa kekurangan jumlah itu ...."

Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. (Efesus 4:28)

Tim i-Humor's picture

KURSI GOYANG

"Hari minggu kemarin seharian aku bersantai di kursi goyangku," kata Sukma kepada Budi, "aku duduk di kursi itu sambil membaca koran, menonton pertandingan sepakbola di televisi, mendengarkan musik dari radio, minum kopi, makan cemilan, dan memainkan anjing dengan kakiku."

"Lalu?" tanya Budi.

"Isteriku itu loh ... masa dia masih bisa bilang kalau aku hanya duduk-duduk saja tanpa melakukan apapun juga?!!"

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. (Amsal 18:9)

Tim i-Humor's picture

LAGU ANEH

Pada hari minggu, Jerry pulang dari sekolah minggu dengan muka masam. Sebagai mama yang baik, mamanya bertanya kepada Jerry:

Mama : "Kenapa Jer, pulang sekolah minggu bukannya ceria, kok
    cemberut? Emangnya di sekolah minggu di ajarin apa??"
Jerry : "Tadi Jerry di ajarin lagu aneh."
Mama : "Lho, jangan gitu dong, lagu untuk Tuhan itu ndak ada yang
    aneh."
Jerry : "Habisnya, Jerry kan mau jadi Pilot, masak disuruh jadi lilin
    kecil."
Tim i-Humor's picture

LAGU PEMBUNUHAN

Di sebuah sekolah Taman Kanak-kanak. Seorang guru sedang mengajarkan lagu, "Potong bebek angsa, masak di kuali...."

Semua anak ikut bernyanyi, tetapi Ani malah menangis tersedu-sedu. Ibu Guru pun bertanya, "Ani, mengapa kamu menangis? Ayo ikut menyanyi `Potong Bebek Angsa`."

Tangisan Ani malah semakin keras. "Ibu Guru jahat! Ibu Guru kejam! Kasihan bebeknya!" teriak Ani.

Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:66)

Tinggalkan Komentar