Menyembuhkan dengan Tertawa 1

Tim i-Humor's picture

Banyak tertawa tidak hanya memunculkan kegembiraan, tapi juga bermanfaat dalam penyembuhan penyakit. Tapi tertawa bagaimana?

Kapan terakhir kali Anda bisa tertawa lepas bebas, tanpa diganggu oleh beban pikiran sama sekali? Rutinitas yang kita jalani setiap hari, terkadang membuat kita lupa bahwa sekedar tertawa lepas pun perlu kita lakukan setiap hari, karena tertawa bisa membuat kita tetap gembira, lepas dari ketegangan, dan jauh dari stres, meskipun sedang menghadapi berbagai kesulitan.

Tahukah Anda bahwa banyak tertawa tidak hanya membuat kita merasa rileks, tapi juga menyembuhkan? Dengan tertawa, penyakit yang berat pun bisa diatasi. Salah satu cara adalah penggunaan terapi humor, yaitu seni tertawa untuk mengobati penyakit, yang ternyata sudah dikenal sejak lama.

Pada abad ke-18, Voltaire telah mencatat bahwa, ”Seni penyembuhan adalah membuat pasien terus merasa gembira, sementara alam menyembuhkan penyakitnya”. Para ahli meneliti efek dari humor pada psikis dan fisik seseorang sejak tahun 1930-an. Namun orang yang pertama yang dikenal melakukan penyembuhan penyakit dengan tertawa adalah seorang pria bernama Norman Cousins.

Sembuh dari rematik dengan tertawa

Pada tahun l964 seorang editor dari Saturday Review Magazine bernama Norman Cousins, didiagnosa dokter menderita ankylosing spondylitis, suatu bentuk penyakit rematik yang melumpuhkan dan sangat menyakitkan. Meskipun para dokter mengatakan bahwa peluangnya untuk sembuh sepenuhnya kecil sekali, tapi Cousins memutuskan untuk mengatasi sendiri penyakitnya.

Norman Cousins bisa mengambil keputusan begitu karena ia merasa terinspirasi sesudah membaca buku karangan Hans Selye berjudul The Stress of Life yang isinya antara lain bahwa mengatasi emosi negatif bisa menyembuhkan penyakit. Hans Selye adalah pelopor penelitian dalam bidang pengobatan psikosomatis. Cousins memutuskan untuk mencoba apakah emosi yang positif seperti tertawa bisa memberikan hasil sebaliknya, yaitu membantunya sembuh.

Norman Cousins lalu mencoba menemukan hal-hal yang membuatnya tertawa setiap saat. Satu hal yang selalu terjadi adalah bahwa setelah 30 menit nonton film lucu di TV di kamar rumah sakit, ia bisa tidur nyenyak selama dua jam tanpa rasa sakit lama sekali. Dia lalu melakukan hal itu tiap hari sesering mungkin, dan mencatat detil dari proses tersebut. Dalam waktu 6 bulan, dia sembuh total.

Akhirnya Cousins menuangkan setiap detil pengalamannya dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1979, dengan judul Anatomy of an Illness. Cousins percaya bahwa tertawa bisa memunculkan kegembiraaan, harapan, rasa percaya diri, dan rasa cinta. Cousins bahkan menghabiskan waktunya hingga 12 tahun di UCLA Medical School, di Department of Behavioral Medicine untuk menemukan pembuktian ilmiah dari keyakinannya itu. Cousins juga mendirikan The Humor Research Task Force yang mengkoordinasi dan mendukung penelitian klinis mengenai humor di seluruh dunia.

Langkah Cousins lalu ditiru oleh seorang dokter spesialis anak dari Virginia Barat bernama Hunter "Patch" Adams. Adams membawa nuansa humor dalam pengobatan secara ekstrim, yaitu dengan mengenakan kostum badut, lengkap dengan hidung karetnya setiap kali berkeliling mengunjungi pasien anak-anak di rumah sakit. Menurut Adams, kegembiraan itu jauh lebih penting dari pada obat-obatan.

Pada tahun 1999, cerita tentang Hunter “Patch” Adams tersebut difilmkan, sehingga kekuatan penyembuhan dari humor pun semakin dikenal orang.

Tinggalkan Komentar