- 25/11/2008 - 09:23
MENGHALALKAN DOSA

Setelah selesai selesai kebaktian, disuatu LP, Pendeta Josef berbincang bincang dengan para Narapidana yang ada.
| Pendeta | : | "Badu, kenapa kamu dipenjara?" |
| Badu | : | "Mencopet, Pak Pendeta." |
| Pendeta | : | "Apakah kamu tidak tahu kalau itu dosa?" |
| Badu | : | "Tahu, Pak." |
| Pendeta | : | "Kenapa kamu lakukan itu?" |
| Badu | : | "Tujuan saya mendidik, Pak" |
| Pendeta | : | "Mendidik apa?" |
| Badu | : | "Mendidik supaya orang orang berjaga jaga, karena Tuhan akan |
| datang seperti pencuri, karena itu saya mendidik supaya orang | ||
| orang selalu berjaga jaga dimanapun berada. Untuk itu, | ||
| barangnya saya copet agar mereka sadar, untuk tetap berjaga | ||
| jaga sampai Tuhan datang. Kasian kan mereka, kalau Tuhan | ||
| datang mereka tertidur?" | ||
| Pendeta | : | "Tetapi, apakah barang yang kamu ambil, kamu kembalikan |
| lagi?" | ||
| Badu | : | "Itulah kelalaian saya, Pak." |
| Pendeta | : | "Bertobatlah kamu, karena kerajaan surga sudah dekat." |
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
sumber: Kiriman dari Hery Sumartono <hsumartono(at)>.