Submitted by Tim i-Humor on Mon, 10/18/2010 - 14:56

Senyum punya manfaat besar bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi senyum yang mana? Senyum tidak selalu mencerminkan kebaikan dan mendapatkan kebahagian. Banyak makna bisa diungkapkan lewat senyuman. Ahli terapi hipnotis, Purnawan E. Andoko membagi senyum menjadi dua, senyum untuk diri sendiri dan senyum memberi.

Senyum bagi diri sendiri biasanya justru mengundang kejengkelan orang lain, misalnya senyum kemenangan atau senyum sinis yang mencerminkan kehebatan diri. Senyum kecut yang umumnya bertujuan menghibur diri juga terarah untuk diri sendiri.

Senyum terbaik adalah senyum yang kita berikan dengan tulus dan membuat pihak lain bahagia. Pihak lain itu tidak selalu manusia, tapi juga bisa binatang dan tanaman. Semasa hidupnya, pencipta lagu anak-anak, Ibu Sud biasa memberi senyum dan bersenandung untuk tanaman peliharaannya. Dan tanaman itu pun tumbuh subur, berkembang dan berbuah dengan baik.

Pada dasarnya senyum tulus yang sifatnya memberi adalah ungkapan syukur. Senyum jenis ini selalu terasa wajar sehingga menyehatkan bagi diri maupun orang lain. "Tentu saja kita menjadi sejahtera bila dalam keadaan bersyukur, karena suasana hati positif. Jadi jelas 'kan senyum ini menyehatkan ," tutur Purnawan.

Senyum memang bukan semata-mata hanya bibir yang ditarik. Untuk menghadirkan senyum tulus tidak hanya diperlukan gerak bibir, tapi juga pancaran mata yang bersahabat. Bisa saja bibir tampak tersenyum, namun mata tetap mencerminkan kesedihan, bahkan kemarahan.

Senyum tarik atau senyum plastis mungkin lebih mudah ditemui. Meski tidak semuanya, senyum yang diberikan kebanyakan petugas layananan konsumen cenderung berjenis ini. Senyum itu sengaja dibuat karena menjadi salah satu tuntutan profesi. Barangkali mereka juga merasa tidak nyaman dengan senyum yang dibuatnya itu.

Betul juga orang mengatakan bahwa senyum adalah ibadah atau bagian dari iman. Senyum tulus tentu yang dimaksudkan. Bagi kita yang tidak berwajah 'tersenyum' sejak lahir, kiranya tidak perlu sinis atau tersenyum kecut. Yang kita perlukan adalah berlatih, misalnya memulai hari dengan senyum, setiap pagi.

Usahakan tersenyum waktu menghadapi masalah. Biarkan kita yang menguasai masalah, dan bukan sebaliknya. Olahraga teratur juga perlu, supaya aliran darah lancar keseluruh tubuh. Maka senyuman yang mengalir dari hati lalu memancarkan lewat mata dan bibir itupun akan menjadi bagian hidup kita.

http://groups.yahoo.com/group/BelitungIsland/message/1279

Tentang Kami

Situs yang berisi kumpulan humor-humor bersih dan Kristen yang tidak mengandung unsur-unsur SARA dan pornografi.
Selengkapnya

Berlangganan
i-Humor SABDA

Dapatkan humor-humor segar untuk menemani hari-hari Anda.

Kontak Kami | Buku Tamu | E-Mail: webmaster(at)sabda.org
Disclaimer | i-Humor © 2003-2019
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran