Kolose

Tim i-Humor's picture

MASAK UNTUK ORANG ASING

Tim i-Humor's picture

TETAP SEKAMAR

Karena bisnis sang ayah berhasil, sebuah keluarga akhirnya dapat pindah ke rumah yang lebih besar.

Tim i-Humor's picture

DOMPET SAYA

Pak Benny terlihat gelisah. Ia berkali-kali mencoba menelepon
seseorang yang sepertinya tak mengangkat telepon. Pak Rudi, sobat
terdekatnya, yang sedari tadi memerhatikan Pak Benny, bertanya, "Ada
masalah apa, Pak, kok gelisah seperti ini .... Apa yang bisa saya
bantu?"

Tim i-Humor's picture

SEBUAH JAWABAN PANDAI

Ayah: Apa kamu tahu mengapa Ayah akan menghukum kamu, Bob?

Bob: Tidak, Ayah.

Ayah: Dalam keluarga, yang lebih tua harus selalu bersikap baik kepada yang lebih muda, tapi pagi ini kamu tidak melakukannya dengan baik. Kamu melempar topi adikmu ke dalam kolam ikan. Sekarang, Ayah akan menghukummu!

Tim i-Humor's picture

CEMBURU LEWAT CERMIN

Di sebuah desa terpencil, di atas gunung, tinggallah seorang laki-laki tua dengan istrinya. Pada suatu hari, laki-laki tua itu mendengar ada pasar malam di kota terdekat. Oleh karena itu, pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke sana. Konon ceritanya, di sanalah laki-laki tua itu pertama kali melihat cermin. Dengan sukacita dia membeli cermin yang berukuran saku tersebut.

Tiba di rumah, berkali-kali dengan diam-diam, dia mengeluarkan cermin itu dari sakunya dan menatap cermin itu berlama-lama, lalu buru-buru menyimpannya. Tiap kali istrinya bertanya apa gerangan yang dilihatnya. "Bukan urusan perempuan!" bentaknya.

Tentu saja si istri curiga. Ketika suaminya tidur, pelan-pelan dia merogoh saku suaminya dan mengeluarkan cermin itu. Dia menatap benda itu lama sekali, lalu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dia berkata, "Betul 'kan, dugaanku... rupanya dia sudah punya wanita lain!"

Tim i-Humor's picture

BUNGA KEPALA BAGIAN

Seorang kepala bagian yang tidak senang bunga, dengan nada berang membentak sekretarisnya, "Siapa yang meletakkan bunga ini di atas meja saya?"

"Saya, Pak," jawab sekretarisnya.

"Siapa yang suruh?"

"Istri Bapak."

"Bagus-bagus, ya, bunganya..."

Tim i-Humor's picture

AKRAB DENGAN KEMISKINAN

Aji Triadi seorang pengusaha kaya raya, baru saja pailit. Semua harta dan simpanannya ludes. Sampai-sampai istri simpanannya pun amblas. Dalam usahanya untuk bangkit kembali, ia mencoba berkonsultasi dengan dukun terkenal.

"Setelah bangkrut begini, bagaimana hari-hari saya, Mbah?"

"Wah, untuk 10 tahun pertama ini cucu akan menderita karena kemelaratan dan kemiskinan," jawab si Mbah sambil mengelus-elus jenggotnya, lalu berkata lagi, "Nah, setelah itu..."

"Ya, ya, Mbah, setelah itu bagaimana, Mbah?" potong Aji dengan wajah harap-harap cemas.

"Ya, setelah itu Cucu akan terbiasa dengan keadaanmu itu, Cu!"

[Sumber diambil dari: Buku Pintar Ketawa, hal.169]

Tim i-Humor's picture

DILEMPARKAN KEMBALI

Seorang ayah bermain-main dengan anaknya di sebuah pantai. Tiba-tiba anaknya yang baru berumur empat tahun menarik tangannya dan membawanya ke suatu tempat di mana ia menemukan seekor burung camar yang telah mati di atas pasir.

"Ayah, apa yang telah terjadi dengan burung ini?" tanya anaknya.

"Dia mati dan telah pergi ke Sorga," jawab ayahnya.

Si anak berpikir sebentar lalu bertanya, "Apakah Tuhan melemparkannya kembali ke sini?"

Tim i-Humor's picture

JADILAH ORANG YANG FLEKSIBEL

Seorang pemuda yang akan berangkat ke ladang misi pamit kepada Pendetanya.

Pemuda: "Pak, tolong doakan, besok saya akan pergi ke ladang misi."
Pendeta: "Pergilah, Nak. Hati-hatilah di negeri orang, kau harus pandai bergaul, supaya banyak memenangkan jiwa."

Pemuda: "Bagaimana resepnya, Pak?"
Pendeta: "Ya, kalau kamu bertemu dengan tukang tahu, bicaralah soal tahu. Jika bertemu dengan tukang lontong, bicaralah soal lontong, dan jika bertemu dengan tukang sayur, bicaralah soal sayur."

Pemuda: "Bagaimana jika bertemu dengan ketiganya, Pak?"
Pendeta: "Ya, bicaralah soal gado-gado, Nak."

Tim i-Humor's picture

SUDAH TAHU

Ada anak baru (AB) dan anak lama (AL) sedang mengobrol saat pelajaran Fisika.

AL: "Eh, kamu anak baru ya?"
AB: "Iya."
AL: "Hati-hati sama guru Fisika, lho. Kalau salah sedikit bisa dimarahi habis-habisan."
AB: "Ooh... itu aku sudah tahu."
AL: "Iya, gurunya jelek dan nyebelin!"
AB: "Ooh... kalau itu sih aku juga sudah tahu."
AL: "Pokoknya nanti kalau dia pulang kita kerjain yuk! Eh, omong-omong kok kamu dari tadi bilang kalau sudah tahu sih?"
AB: "Aku kan anaknya."
AL: "!!"

Tim i-Humor's picture

ANAK MENDOAKAN ORANG TUANYA

"...dan, berkatilah Papa dan Mama. Tapi jangan berikan kepada mereka anak baru. Mereka tidak begitu baik mengurusi anak yang sudah ada..."

Tim i-Humor's picture

KAHLIL GIBRAN

Sepanjang liburan Natal, seorang guru memberi tugas kepada semua muridnya untuk membuat puisi dan dikumpulkan pada saat masuk kembali.

Pada saat semua murid telah mengumpulkan tugas, sang guru meminta seorang muridnya tinggal di kelas sebentar seusai pelajaran. Sambil memegang kertas tugas murid tersebut, guru itu bertanya, "Apakah puisi ini kau sendiri yang membuatnya?"

"Setiap kata, Pak!" jawab sang murid bangga.

"Kalau begitu, sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk dapat bertemu dengan Anda, Tuan Kahlil Gibran," sahut guru itu sambil tersenyum, "Kupikir, Anda sudah meninggal puluhan tahun yang lalu...."

Tim i-Humor's picture

NGGA SERU, DONG!

Di depan loket sebuah bioskop, muncul seorang anak laki-laki seusia 15 tahun yang akan membeli karcis. Sebelum dia menyodorkan uangnya, dia bertanya: "Pak, filmnya untuk 17 tahun ke atas?"

Si penjual karcis, karena ingin filmnya laku, cepat saja menjawab, "Oh, tidak Dik, ini film 13 tahun. Jadi, Adik boleh menontonnya ...."

Namun, anak itu ternyata menggerutu. "Oh, aku kira buat 17 tahun ke atas. Ngga seru, dong!" Katanya sambil pergi begitu saja.

Tim i-Humor's picture

NAKAL: RAMBUT PUTIH

Ibu: Nak, setiap kali kamu nakal, rambut putih ibu bertambah satu.

Anak: Astaga, Ibu dulu waktu kecil pasti nakal sekali ... lihat saja rambutnya Nenek!

Tim i-Humor's picture

BELAJAR MENGETIK

"Nona Hathfield, aku baru saja membaca surat yang Anda ketik. Kemampuan mengetikmu meningkat tajam. Aku hanya melihat tujuh kesalahan yang Anda buat."

Tinggalkan Komentar