HUMOR DI KELAS

Tim i-Humor's picture

Judul asli artikel: Menciptakan Tawa dan Humor di Kelas sebagai Upaya Mendapatkan Minat dan Perhatian Siswa

Mendapatkan perhatian siswa harus selalu menjadi tujuan utama para pendidik, bagaimana tidak? sebab seperti kita tahu informasi sesederhana apapun tanpa perhatian dan minat mereka, semuanya akan lolos begitu saja. Sebagai pendidik yang baik tentu saja kita tidak akan rela jika para peserta didik kita hanya menghabiskan waktu di sekolah/ di kelas tanpa menyerap ilmu yang seharusnya mereka serap dengan optimal secara efisien dan efektif. Seperti pepatah lama tapi bijak mengatakan: “Guru yang mengajar tanpa membangkitkan motivasi siswanya, sama saja seperti pandai besi yang berusaha menempa besi dalam keadaan dingin.”

Dalam bukunya “A Celebration of Neurons” [Perayaan Syaraf-Syaraf] (1995, 78), Robert Sylwester menggambarkan empat kemampuan yang harus dimiliki oleh sistem perhatian yang efektif. Sistem perhatian yang efektif, harus dapat:

  • Mengenal dengan cepat dan focus pada item yang paling penting dalam lingkungan yang paling kompleks sekalipun.

  • Mendukung perhatian pada fokusnya sambil memantau informasi terkait dan mengabaikan rangsangan lainnya.

  • Memasuki ingatan-ingatan yang tidak sedang aktif, tetapi yang bisa relevan dengan focus sekarang.

  • Mengalihkan perhatian dengan cepat ketika informasi baru dan penting datang.

Lalu apa dan bagaimana upaya kita sebagai pendidik dalam menarik minat para peserta didik kita ketika kita berada di kelas?. Menurut penelitian, ternyata otak kita senang sekali dengan tawa yang baik. Ada keuntungan-keuntungan psikologis, sosiologis, dan pendidikan ketika kita menggunakan humor di ruang kelas. Sejauh humor itu tidak tajam menusuk perasaan atau tidak merugikan orang lain, maka kesempatan- kesempatan untuk tertawa harus masuk dalam setiap pelajaran. Cerita yang lucu, permainan kata-kata, atau tipuan yang cerdik akan dengan cepat mendapat perhatian otak. Mendapatkan minat dan perhatian para peserta didik saat anda memulai pelajaran adalah suatu keharusan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain menggunakan humor dan tawa di sekolah:

  • Tertawa dan tersenyum menyebabkan terlepasnya zat-zat Endorfin ke dalam darah. Itu adalah kesenagan kimiawi alami. Kita akan sangat merasa gembira dan menikmati saat itu.

  • Saat kita tertawa bersama mereka (ingat bukan mentertawakan mereka), kita mengikat dan membentuk suatu rasa diikut sertakan dan menciptakan kebersamaan.

  • Karena emosi dapat meningkatkan daya ingat, maka tertawa akan menaikkan kesempatan para siswa untuk mengingat apa yang sudah mereka pelajari.

  • Tertawa yang sehat akan dapat mengendorkan ketegangan dan tekanan. Ini akan meringankan sikap-sikap mental siswa dan mengurangi kesempatan untuk menyerah atau merasa frustasi.

Nah bagi anda para guru dengan mata pelajaran yang dikenal “Killer” terutama, tidak perlu lah kita menambah kesan “killer” itu dengan bersikap selalu tegang. Karena kalau demikian maka dikhawatirkan akan membunuh karakter siswa, juga potensi-potensi alami yang seharusnya justru kita tumbuh kembangkan. Tapi bukan berarti juga kita loss control sehingga masing2 saling melanggar wilayah dan peserta didik jadi kehilangan etika dan rasa hormat serta santun terhadap gurunya.

[Sumber Bacaan: “Wahai Para Guru, Ubahlah Cara Mengajarmu! (Martha Kaufeldt – Santa Cruz, California2005), Penerbit PT INDEKS Jakarta 2008]

Tinggalkan Komentar