Submitted by admin on

Seorang pemuda duduk berhadapan dengan seorang nyonya di sebuah kereta api. Pemuda itu sedang asyik mengunyah permen karet sambil melamun menatap langit-langit.

"Percuma kau berbicara padaku, Nak!" kata nyonya itu. "Aku tuli."

"Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar." (Matius 13:16)

Kiriman: Yani <sweat_heart(at)xxxx>

Tentang Kami

Situs yang berisi kumpulan humor-humor bersih dan Kristen yang tidak mengandung unsur-unsur SARA dan pornografi.
Selengkapnya

YLSA SABDA

Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati

Kontak Kami | E-Mail: webmaster(at)sabda.org
© 2003-