Joni berusia 9 tahun dan ia anak yang sangat nakal. Ibunya selalu berharap ia akan berperilaku baik. Suatu hari setelah ia pulang dari sekolah, guru Joni menelepon ibunya dan berkata, "Tahukah Anda, Nyonya Ratih, bahwa tadi pagi, saat guru olahraga melakukan pemanasan di luar sekolah, dia melihat Joni menyelamatkan seorang anak yang jatuh ke sungai!"
Nyonya Ratih sangat senang mendengar hal itu. Dia berpikir, "Joni menjadi anak yang baik." Kemudian ia memanggil Joni dan berkata, "Itu tadi gurumu, Nak. Kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah menjadi anak pemberani karena menyelamatkan salah satu temanmu, yang jatuh ke sungai pagi ini? Mama bangga denganmu."
Joni tak tampak bahagia ketika mamanya memujinya. Wajahnya memerah, lalu dia menjelaskan, "Aku memang harus menolongnya, Ma... karena aku yang mendorongnya ke sungai."
[Sumber diambil dan disunting dari: http://jt.nuaa.edu.cn/humor/lierong.html#037]
"Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok," (Amsal 24:17)
- Log in to post comments