TERTAWALAH SEPERTI TUHAN TERTAWA

Jangan heran bahwa Tuhan juga suka tertawa. Sebab, humor berasal dari Tuhan, bukan si iblis. Tuhan menghadirkan humor karena dari sanalah segala sesuatu yang baik berasal, bahkan Tuhan sendiri adalah sosok yang humoris. Dia adalah pribadi yang bahagia (I Timotius 1:11); sumber dari segala kesehatan.

Tak seorang pun mampu tertawa seperti Tuhan tertawa karena Dia sempurna dalam segala sesuatu (Kolose 1:18). Dia tertawa karena sukacita dan tertawa juga sebagai ejekan atas kebodohan orang-orang yang menantang-Nya (Mazmur 2:4). Satu-satunya alasan mengapa kita bisa tertawa dan menangis adalah karena kita merupakan gambaran dari Allah.

Sayangnya, sebagian dari kita menilai bahwa humor tidak kudus. Kita lebih percaya dengan tipuan dan kebohongan si jahat. Padahal, iblis sama sekali tidak lucu karena:

  • Iblis tidak pernah merasa senang. Oleh karena itu, dia tidak ingin kita, orang percaya, merasakan sukacita dan bersenang-senang. Dia terus berusaha membuat hal-hal yang baik menjadi sesuatu yang terlihat buruk di mata kita.
  • Iblis adalah sosok yang licik. Dia tahu bagaimana cara efektif menjual kesenangan kita menjadi suatu malapetaka, dan dia bisa membuat kita tidak lagi merasakan sukacita dan kebahagiaan itu.
  • Iblis menggunakan humor untuk mencuri, membunuh, dan menghancurkan (baca Yohanes 10:10).

Namun, kebenarannya adalah bahwa Tuhan sendiri suka tertawa. Dalam firman-Nya sendiri jelas dikatakan bahwa "hati yang gembira adalah obat" (Amsal 17:22). Kita semua bisa merasa lebih sehat dan bahagia dan mungkin lebih murni ketika kita sering tertawa. Sebab, Allah kita lebih suka tertawa daripada menangis.

Tuhan kita bukan Tuhan yang suka bersedih. Kebahagiaan-Nya kekal dan tak berkesudahan! Kita tentu akan merasa penasaran tentang bagaimana kita akan terkejut ketika mendapati Tuhan akan membuat kita terbahak-bahak kelak di surga.

Jadi, tertawalah saat ini!

Karena tanpa disadari kita sering kali kehilangan kemampuan tertawa bersama Tuhan karena banyaknya persoalan, beban, kemalangan, dan bahkan dosa. Namun, kehadiran Yesus sudah mengubahkan semua itu. Dia sudah membayar kesedihan kita (Yesaya 53:3). Kita memang bisa bersedih, tetapi biarkan kesedihan itu berlangsung hanya sepanjang malam saja karena pagi harinya, sukacita kita yang kekal sudah tersedia (Mazmur 30:5).

Firman Tuhan berkata, "Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa" (Lukas 6:21). Ya, itulah janji Tuhan. Kesedihan akan berlalu, tetapi tawa akan menghasilkan jutaan sukacita lebih dari kesedihan yang kita alami.

Diambil dari:
Nama situs : Jawaban.com
Alamat situs : https://www.jawaban.com/read/article/id/2016/09/26/58/160926164816/tertawalah_seperti_tuhan_tertawa
Judul artikel : Tertawalah Seperti Tuhan Tertawa
Penulis artikel : Lori Mora
Tanggal akses : 28 Juli 2017

Tinggalkan Komentar