TEBARKAN JALA

Tim i-Humor's picture

Di sebuah desa, ada seorang Bapak dan Anak yang sangat terkenal dengan pintarnya bersilat lidah apalagi kalau berbicara dengan orang selalu tidak pernah mengalah.
Pada suatu hari Bapak dan anak pergi ke sungai untuk mencari ikan dengan membawa Jala setelah mereka sampai di pinggiran sungai, lalu sang anak berkata pada bapaknya,

"Pak, mungkin di sini banyak ikannya karena kelihatan banyak ranting ranting kayu tempat ikan bersembunyi."

Sang bapak percaya dengan alasan anaknya karena anaknya dikenal sebagai anak yang pintar. Namun si bapak masih sedikit ragu, bagaimana kalau Jalanya nyangkut karena banyak kayu, lalu si anak menjawab kan ada saya pak,

"Saya akan menyelam ke dalam untuk melepaskannya."

Dengan demikian si bapak tanpa ragu lagi melempar Jalanya ke sungai

"Gruuuuuusakkk...."

Dan si bapak mulai menarik Jalanya pelan pelan dan berkata pada anaknya,

"Hei nak, Jalanya nyangkut.."

"Ok, saya akan menyelam!", sesuai dengan janji anaknya pada bapaknya, si anak terjun ke sungai. Namun apa yang terjadi, ternyata sungai tadi amat lah dangkal. Tapi si anak berpura-pura pada bapaknya seperti orang menyelam dalam sungai yang dalam dan si anak sengaja melepaskan Jala yang nyangkut tadi di buat agak lama. Setelah beberapa menit mungkin hampir setengah jam si anak baru muncul ke permukaan, sedangkan si bapak sudah was-was menanti anaknya muncul. Dan setelah si anak muncul, sang bapak bertanya,

"Hei nak, kenapa kamu tadi lama sekali menyelamnya dan juga kenapa Jalanya masih belum lepas?"

Si anak menjawab dengan tenang,

"Ternyata pak di dasar sungai sana ada sebuah desa dan amat ramai, jadi saya jalan jalan dulu sehingga sampai lupa untuk melepaskan Jalanya."

Lalu bapaknya berkata,

"Ok, kalau begitu kamu tunggu di sini. Bapak akan melepaskan Jalanya."

Lalu si Bapak nyebur ke sungai dan,

"Byuuuuuuuurr...."

Tiba-tiba si bapak berteriak

"Aduuuh...!!!!"

Kepalanya terbentur kayu, dan si bapak baru ingat kalau dia sedang di kerjain oleh anaknya. Tak lama kemudian, si bapak juga cari alasan kenapa kepalanya jadi benjol.
Setelah si bapak nongol ke permukan, sambil tertawa si anak bertanya pada bapaknya,

"Pak, kenapa kepala bapak jadi benjol?.."

Si bapak menjawab dengan amat marah.

"Dasar anak bandel, tadi kamu jalan-jalan di desa orang, ternyata kamu minum kopi di warung dan juga makan kue tidak bayar. Nah inilah akibatnya, bapak yang jadi sasaran dan dikeroyok oleh orang seampung!!!"

Si anak tersenyum lalu berkata dalam hati,

"Memang, bapak saya in orangnya pintar..."

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Lukas 5:5)

Sumber: Sugeng Haryono <SUGENG@>.

Tinggalkan Komentar