Humor Militer

Tim i-Humor's picture

SEPERTI NABI NUH

Seorang pendeta anggota prajurit angkatan laut yang baru saja bertugas beberapa hari di sebuah kapal selam angkatan laut dipecat dari kesatuannya atas tuduhan menenggelamkan kapal

Tim i-Humor's picture

KAKEK SOMBONG

Seorang kakek bercerita tentang pengalamannya sewaktu berperang pada zaman perang dulu. Percakapan mereka sebagai berikut:

Tim i-Humor's picture

MENULIS LAMBAT

(di tengah peperangan...)

Komandan: "Hei, dalam keadaan genting seperti ini kamu malah menulis surat! Ayo cepat, musuh sudah di depan mata!"

Prajurit: "Tunggu sebentar, Pak. Ini mungkin akan menjadi surat terakhir saya untuk istri saya di kampung."

Komandan: "Kenapa menulismu lama sekali?" (dengan nada tinggi)

Prajurit: "Istri saya tidak lancar membaca, Pak. Kalau saya menulisnya cepat-cepat kasian dia bisa ketinggalan membacanya."

Komandan: $&@%$@%*&*@!

Tim i-Humor's picture

PEJUANG BANGSA

Alo, seorang pemuda dari pedalaman, ingin jadi tentara. Dia pun mendaftarkan diri, bahkan menyiapkan uang pelicin.

Pada tes I, Alo menjual sapi untuk uang pelicin. Tapi setelah dites hasilnya Alo tidak lulus. Pada tes II, Alo menjual cingkeh. Lagi-lagi hasilnya Alo tidak lulus. Pada tes III, Alo menjual kobong (ladangnya). Ketika mengikuti tes, dalam hati Alo berkata, "Kali ini so musti lulus kita. So tiga kali da tes. kita so tau dia pelubang-lubang." Tapi pada saat pengumuman, tetap saja Alo tidak lulus. Alo langsung menghadap komandan karena kecewa.

Alo: Komandan kiapa kita so 3 kali tes kong nda lulus trus so abis kita peharta komandan

Kom: Alo, sebenarnya kamu itu hampir lulus. Tapi, ... ada yang kurang.

Alo: Kurang di apa kita, Komandan?

Kom: Alo, kesehatanmu bagus semua. Hanya kurang di gigi. Banyak ompongnya.

Sambil marah-marah Alo bilang ke komandan, "KOMANDAN, TENTARA MO PIGI BAKU PERANG ATAU MO PIGI BAKU GIGI...!"

Tim i-Humor's picture

POLISI, ABRI, DAN BIA

Kepolisian, ABRI, dan badan intelijen BIA saling menyombongkan bahwa merekalah yang terbaik dalam menangkap penjarah yang sedang marak saat sekarang. Pemerintah merasa perlu untuk melakukan tes terhadap hal ini.

Dilepaskan seekor kelinci ke dalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya. BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak, dan binatang di hutan itu. Tidak ada satu hal pun di pelosok hutan yang tidak diinterogasi. Setelah satu bulan penyelidikan hutan secara menyeluruh, akhirnya BIA mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut tidak pemah ada, alias hanya isu.

Tim i-Humor's picture

BINTANG JASA BAGI PRAJURIT

Seorang jenderal di TNI AD memanggil 3 orang prajurit yang dianggap pahlawan setelah bertugas di Aceh.

Jenderal: "Karena ini bukan benar-benar perang, saya tidak bisa memberi kalian medali. Tapi saya akan tetap memberi hadiah. Yang harus kalian lakukan adalah menentukan dua titik di tubuh kalian, dan saya akan memberikan seratus ribu untuk tiap sentinya. Kita mulai dari kamu."

Aztech: "Dari ujung kepala ke ujung kaki, Pak."

Jenderal: "Bagus, 180 senti, kamu mendapat 18 juta, lumayan untuk beli krupuk."

Lembayung: "Dari ujung jari kiri ke ujung jari kanan, Pak."

Tim i-Humor's picture

MEMBERSIHKAN SENAPAN

Seorang sersan angkatan darat, yang sedang menguji seberapa banyak anak buah barunya telah belajar, menanyai seorang prajurit baru, "Prajurit, katakan hal pertama yang kamu lakukan saat kamu membersihkan senapanmu!"

Tim i-Humor's picture

BUKAN ITU

Seorang jenderal memerhatikan salah satu prajuritnya bersikap aneh. Prajurit itu selalu mengambil setiap kertas yang ia temui, mengerutkan dahi, dan berkata, "Bukan ini," kemudian meletakkan kertas itu kembali.

Tim i-Humor's picture

PERTENGKARAN KELUARGA

Seorang komandan menatap marah seorang prajurit. "Apa benar, kamu sudah menikah seperti yang apa yang tertulis dalam data dirimu ini?"

Tim i-Humor's picture

MENCUCI RUDAL

Suatu saat diselenggarakan sebuah latihan militer di pesawat barang. Seorang perwira bertanya kepada salah satu prajurit.

Perwira: Apa yang akan kamu lakukan jika tahu ada jamur di rudal?

Tim i-Humor's picture

PILIHAN MAKAN

Seorang tentara yang baru saja bergabung dengan militer mengamati makanan yang tersaji di hadapannya.

"Apa saya punya pilihan?" tanyanya kepada seorang sersan.

Tim i-Humor's picture

MINTA CUTI TIGA HARI

Seorang prajurit meminta cuti selama tiga hari kepada komandannya.

Sang komandan berkata, "Apa kamu gila? Kamu baru saja bergabung dan sekarang kamu sudah mau minta tiga hari cuti? Kamu harus melakukan sesuatu yang luar biasa dulu kalau mau dapat jatah cuti!"

Maka, prajurit tadi kembali ke pangkalan keesokan harinya dengan sebuah tank milik musuh!

Tim i-Humor's picture

PRAJURIT PEMBERANI

Seorang jenderal angkatan laut mengunjungi temannya, seorang jenderal angkatan darat. Setelah sampai di kamp militer, jenderal angkatan laut itu disambut oleh jenderal angkatan darat. Mereka berdua berkeliling dan berbincang.

Jenderal AL: Bagaimana pasukanmu?

Jenderal AD: Sangat terlatih, Jenderal.

Tim i-Humor's picture

MENJADI TENTARA

Saat sebuah keluarga makan malam bersama, si anak bungsu mengumumkan bahwa ia baru saja mendaftar menjadi tentara.

Sesaat suasananya hening, namun kemudian ada suara tawa saat kakak laki-lakinya meragukan kemampuannya beradaptasi di lingkungan militer. "Hei ... yang benar saja ... ngga usah bercandalah," kata saudara yang lain. "Kamu ngga benar-benar akan menjadi tentara, kan?"

TES LAPANGAN

Ayahku, seorang mayor angkatan darat, sedang melakukan tes lapangan saat komunikasi dengan pusat komando terputus. Segera, ia melompat ke jip dan memerintahkan sersannya untuk ngebut ke pusat komando.

Tinggalkan Komentar