Humor Gereja

Tim i-Humor's picture

SEORANG BAPAK YANG MURAH HATI

Seorang remaja duduk di gereja untuk mengikuti misa.

Tim i-Humor's picture

PARKIR KHUSUS PENDETA

Seorang pendeta mendapat kesulitan sehubungan dengan tempat parkir yang telah disediakan untuk dirinya di halaman gereja.

ETIKA KONSELING

Seorang pastor yang baru memulai pelayanannya akan dilatih oleh seorang pastor senior. Hari itu, mereka akan belajar untuk melayani jemaat yang akan melakukan pengakuan dosa.

Tim i-Humor's picture

PIKIRAN SEMPIT

Seorang pendeta baru pindah ke sebuah kota.

Tim i-Humor's picture

TIDAK TERIMA PERSEMBAHAN DARI PENCURI

Sebuah gereja selalu menerima persembahan yang kecil dari anggota jemaatnya. Padahal, mereka tinggal di lingkungan yang cukup baik. Jemaatnya pun cukup berada.

Tim i-Humor's picture

HAL-HAL YANG TIDAK AKAN PERNAH ANDA DENGARKAN DI GEREJA

- "Hei, sekarang giliran saya duduk di depan."

- "Saya sungguh tertarik dengan khotbahmu, tidak terasa khotbahmu sudah lewat setengah jam."

Tim i-Humor's picture

MENGECAT

Dalam rangka kegiatan pelayanan masyarakat, sebuah gereja membiayai pengecatan garis putih pembatas jalur di jalanan depan gereja. Seorang tukang disewa untuk mengerjakannya.

PETANI DI GEREJA

Pada suatu Minggu, seorang petani pergi ke gereja. Ketika si petani masuk, ternyata tidak ada jemaat yang lain. Di ruangan itu hanya ada dia dan seorang pendeta.

Tim i-Humor's picture

TIP AGAR TIDAK TERTIDUR DI GEREJA

- Pakai alarm antikantuk yang biasa dipakai oleh sopir-sopir jarak jauh yang dipasang di telinga. Jika kepala mulai doyong, alarm akan berbunyi.

Tim i-Humor's picture

SKORSING KARENA KETIDURAN

Tiga orang pelayan gereja, Abel, Budi, dan Cipto, dihukum oleh para penatua karena melanggar peraturan saat melayani.

Tim i-Humor's picture

KARAKTER YUDAS

Sutradara: Bontor, mengapa kamu tidak mau memerankan tokoh Yudas dalam
pementasan kita nanti? Padahal Tonton saja mau menjadi
tokoh Petrus.

Tim i-Humor's picture

TAKUT MARAH

Sebelum merayakan Paskah, Godi memunyai keinginan untuk mengakui dosa kepada pendetanya.

Godi: Pak Pendeta, saya mau mengaku dosa.
Pendeta: Apa yang mau kau akui?

Godi: Saya telah mencuri seekor bebek.
Pendeta: Kamu harus bertemu pemiliknya dan meminta maaf.

Godi: Saya takut.
Pendeta: Kenapa takut?

Godi: Masalahnya bebek itu sudah saya masak dan saya makan.
Pendeta: Oh, begitu. Jujur saja, pemilik bebek itu pasti ikhlas.

Godi: Syukurlah kalau begitu, Pak Pendeta.
Pendeta: Kalau boleh tahu, bebek siapa yang kamu curi?

Godi: Milik Bapak.

Tim i-Humor's picture

CUMA ADA NAMA

Ketika akan memulai khotbahnya, seorang pendeta menemukan sehelai kertas di mimbar dengan tulisan, "Bodoh". Dengan tersenyum pendeta itu melambaikan surat tersebut di hadapan jemaatnya. Ia membacakan apa yang tertulis di situ. Kemudian ia berkata, "Saya sering mendapat surat dari orang yang lupa menuliskan namanya. Tetapi ini sungguh suatu perkecualian. Orang ini menulis surat, tetapi hanya menuliskan namanya, ia lupa menulis isi suratnya."

Tim i-Humor's picture

MEMANGNYA?

Seorang pengawas gereja memerhatikan lantai aula gereja penuh sampah kulit kacang. Dengan kesal, ia mencari siapa yang membuang sampah sembarangan. Ketika hendak mencari, ia melihat salah seorang petugas keamanan gereja sedang makan kacang.

Ia bertanya, "Hei, apa kamu yang tadi makan kacang di dalam aula?"

Petugas itu memandang sang pengawas dan mengangguk pelan, "Iya, Pak. Ada apa?"

Pengawas itu bertanya dengan kesal, "Kenapa kulitnya kamu buang ke lantai?"

Sang petugas menatapnya dengan wajah bingung dan berkata, "Maaf, Pak. Memangnya kulitnya harus dimakan juga, ya Pak?"

Tim i-Humor's picture

PENDETA DAN DESAINER

Seorang desainer terkemuka ingin membuat rancangan pakaian yang cocok dikenakan ke gereja. Selama ini, ia hanya merancang pakaian pesta. Ia lalu menemui pendeta untuk meminta masukan.

"Menurut Bapak, model pakaian yang cocok untuk dikenakan ke gereja tuh yang seperti apa?" tanyanya.

"Semua pakaian cocok, yang penting bersih dan rapi," jawab pendeta.

Sang desainer tidak puas. "Maksud saya, jenis potongan bagaimana yang cocok menurut Bapak?" tanyanya lagi.

Pendeta menjawab, "Semua potongan cocok. Asalkan arahnya tepat."

Si desainer bingung, "Maksud Bapak?"

Sang Pendeta menjelaskan, "Hindarilah potongan yang salah arah. Misalnya, potongan bagian atas, jangan dipotong semakin ke bawah. Sebaliknya, potongan bagian bawah, jangan dipotong semakin ke atas."

Tinggalkan Komentar