Humor Anak-Anak

Tim i-Humor's picture

BEO

Mama: "Doni, kamu tidak boleh mengajari Beo kita mengucapkan kata-kata jorok!"

Doni: "Tidak kok, Mam. Saya cuma mengajarkan kata-kata yang tidak boleh diucapkan."

Tim i-Humor's picture

MENIRU DONGENG "GADIS PENJUAL KOREK API"

Seorang gadis penghuni panti asuhan merasa hidupnya tidak dicintai. Saat malam Natal yang dingin tiba, dia berusaha meniru apa yang dilakukan "gadis penjual korek api," dengan harapan akan dikasihani. Dia meninggalkan panti asuhan lalu berjalan ke sekitar tempat itu. Kemudian dia duduk di depan rumah yang paling bagus di daerah itu. Sambil menyalakan korek, dia menangis tersedu-sedu.

Karena merasa tidak diperhatikan, ia mengulangi hal yang sama. Sampai berpuluh-puluh korek api dia nyalakan, tetap tidak ada respons dari pemilik rumah. Tidak berapa lama, si pemilik membuka pintu karena mendengar suara orang menangis. "Yes! Akhirnya dia iba padaku!" Batinnya.

Pemilik rumah mengamati gadis itu, lalu berkata, "Hei kamu! Kamu main api mau bakar rumah saya, ya!! Ayo pergi! Pergi!!"

Tim i-Humor's picture

PERSPEKTIF SEORANG ANAK PADA NATAL PERTAMA

Seorang anak laki-laki pulang dari sekolah Minggu dengan pandangan baru tentang kisah Natal. Di sekolah minggu ia belajar tentang orang majus dari Timur yang membawa hadiah kepada bayi Yesus. Dengan sangat gembira ia bercerita kepada kedua orang tuanya:

"Hari ini aku belajar tentang Natal pertama! Dulu tidak ada Sinterklas, jadi orang-orang kurus ini naik unta untuk antar semua mainan! Dan Rudolf si Rusa Hidung Merah yang hidungnya bersinar juga belum ada, jadi mereka butuh lampu sorot yang besar dari langit untuk cari jalan." (t/Uly)

Tim i-Humor's picture

BINTANG TIMUR

Rina yang masih berusia 7 tahun akan memanjatkan doa pada malam Natal.

Ibu: "Nak! Yuk kita berdoa supaya kita seperti matahari yang menjadi terang bagi semua orang." (Rina teringat akan drama kebaktian Natal sekolah Minggu pagi itu)

Rina: "Tidak mau, Ma. Matahari kan bersinar pada waktu siang. Rina mau jadi bintang timur saja, yang bersinar pada malam yang gelap."

Tim i-Humor's picture

SEBUAH CERITA MENYENTUH

Seorang anak kecil melihat anak anjing. Dia pergi mendekati anjing itu dan menyentuhnya. Sekali lagi ia menyentuhnya. Dan lagi ia menyentuhnya. Dia menyentuh lagi untuk beberapa jam ... ia kembali ke rumah dan kembali dan menyentuhnya lagi ... Benar-benar cerita menyentuh...

Tim i-Humor's picture

BERPASANGAN

Guru: "Anak-anak, kalian harus tahu bahwa bilangan di Indonesia memiliki keistimewaan. Mereka saling berpasangan. Satu berpasangan dengan sembilan, dan keduanya sama-sama diawali dengan huruf S. Dua dan delapan diawali dengan huruf D. Tiga dan tujuh diawali dengan huruf T. Sedangkan empat dan enam diawali dengan huruf E."

Lukas: "Tapi, kok lima tidak ada pasangannya, Pak!"

Guru: "Ada. Lima berpasangan dengan lima belas, lima puluh, lima ratus, lima ribu, lima juta, ..."

Tim i-Humor's picture

HARI SABAT

Pada suatu Minggu pagi, si Yohanes dan teman-temannya memancing. Tetapi sampai siang tidak satu ikan pun mereka peroleh, sampai akhirnya mereka bertemu seekor kura-kura dan inilah obrolan mereka,

Yohanes: "Hai, kura-kura. Kenapa sih, dari pagi sampai siang begini ikan-ikan tidak ada yang keluar?

Kura-kura: "Sori ya... soalnya kalau hari Minggu mereka semua pergi ke Gereja. Apa kalian tidak pergi?"

Tim i-Humor's picture

MIMPI

Edwin: Jhod, semalam aku mimpi seru banget!
Jhody: Mimpi apa kamu, Win?
Edwin: Semalam aku mimpi kamu dan aku mencuri jambunya Pak Diran!
Jhody: O... pantas. Kamu biang keroknya.
Edwin: Biang kerok apa? Kok kamu menuduh aku, sih?
Jhody: Iya... gara-gara kamu mimpi mencuri jambu, aku semalam mimpi dipukuli Pak Diran.

Tim i-Humor's picture

SAKIT INGATAN

Edi: Halo Ton, kok kamu kelihatan sedih?
Anton: Aku sedih memikirkan anjingku.
Edi: Memangnya anjingmu mati?
Anton: Bukan, sih. Anjingku baru sakit ingatan.
Edi: Kok kamu tahu?

Anton: Kemarin waktu dia melihat ke cermin, masak dia menggonggong dan mau menerkam bayangannya sendiri. Itu kan namanya sakit ingatan.

Tim i-Humor's picture

BERKEMAH

Edi dan Edo sedang berkemah. Mereka tidur di dalam tenda. Tiba-tiba Edo terbangun dan segera membangunkan Edi.

Edo: Di, bangun! Apa yang kau lihat?
Edi: Saya melihat ribuan bintang di langit.
Edo: Apa itu artinya?

Edi: Menurut ilmu astronomi, ada jutaan bintang di galaksi sana. Secara meteorologi menunjukkan bahwa cuaca sedang cerah, dan menurut agama itu menunjukkan kebesaran Tuhan.

Edo: Bukan itu maksudku. Kalau kau bisa melihat langsung bintang, itu artinya ada yang mencuri tenda kita!

Tim i-Humor's picture

RUGI

Seorang konglomerat memunyai perusahaan besar yang dikelola di rumahnya sendiri. Saat ini ia sedang koma dan dirawat di rumah sakit. Kelima anaknya berkumpul untuk menjenguk sang ayah.

Anak 1: Saya baru pulang dari Amerika, Pi.
Anak 2: Saya baru selesai mengurus jual beli mobil, Pi.
Anak 3: Saya baru saja pulang kerja, Pi.
Anak 4: Saya baru pulang dari kuliah, Pi.
Anak 5: Saya baru saja sampai dari rumah, Pi.

Tiba-tiba sang ayah bangun, "Lho, kok kalian semua berkumpul di sini? Yang menjaga rumah dan perusahaan kita siapa?!"

Tim i-Humor's picture

CERDIK SEPERTI ULAR, TULUS SEPERTI MERPATI

Seorang anak laki-laki yang jujur mengembalikan dompet seorang bapak yang jatuh 2 hari lalu di lapangan futsal dekat rumahnya.

Bapak: Heran, ya, ketika dompet saya hilang hanya terdapat uang sebanyak lima puluh ribuan satu lembar. Kenapa sekarang berubah menjadi empat lembar sepuluh ribuan dan 10 lembar seribuan?

Anak: Sayalah yang menukarnya, soalnya dulu saya pernah mengembalikan dompet orang, dan ia mengatakan bahwa ia tidak punya uang kecil untuk hadiah bagi saya.

Tim i-Humor's picture

NONTON LAGI

Seorang ayah mengajak anak lelakinya yang berusia 4 tahun menonton langsung sebuah pertandingan sepak bola. Itu adalah pertama kalinya si anak menonton bola.

Sampai di tempat, pertandingannya ditunda beberapa waktu. Jadi sembari menunggu pertandingan dimulai, mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan membeli apa pun yang ditawarkan oleh para pedagang: roti, minuman kaleng, permen, jagung berondong, es krim, kacang goreng, bakpao, kue cokelat, dan hot dog.

Setahun kemudian, si ayah bertanya kepada si anak, "Kamu mau nonton pertandingan sepakbola lagi?"

Si anak berpikir serius sekali dan akhirnya berkata, "Tidak mau, Pa. Adi masih kenyang kok!"

Tim i-Humor's picture

KATA PEPATAH

Seorang ibu marah-marah terhadap anaknya yang terlampau bandel. Anak ini bandel juga tidak pandai. Nilai rapornya tiap semester pasti ada warna merahnya. Saking marahnya si ibu membentak, "Kenapa nilai semestermu selalu ada warna merahnya?! Apa kau tidak sungguh-sungguh belajar?!"

"Ma, minggu lalu saya menemukan rapor mama waktu masih SD. Ada merahnya juga kog... Berarti kata pepatah benar, 'Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya'."

Tim i-Humor's picture

KENAPA ANAK KECIL SUKA NONTON TV?

  1. TV Tidak Pernah Memarahi Penontonnya. Sementara masih ada orang tua yang sedikit-sedikit maunya marah. Memang sih, maksudnya baik, tapi caranya mungkin yang kurang pas.

  2. TV Ada Warnanya. Padahal ada juga sih, orang tua yang berwarna (maksudnya wajahnya jadi merah kalau lagi ngomel).

  3. TV Bisa Menghibur. Orang tua juga mampu menghibur, tapi paling-paling hanya sampai 2 jam saja. Kalau TV kan bisa berjam-jam.

  4. TV Tidak Banyak Bertanya. Kalau pun bertanya, si anak tidak perlu takut salah memberi jawaban karena TV-nya tidak mendengar jawaban mereka.

  5. TV Tidak Pernah Menyuruh Bobo Siang. Kalau itu sampai terjadi, tentu saja TV-nya tidak ada yang nonton.

  6. TV Tidak Pernah Menyuruh Mengepel Lantai. Meskipun ada iklan yang menggambarkan bagaimana cara mengepel lantai dengan baik dan benar.

  7. TV Tidak Sering Tanya PR. Kecuali acara pendidikan. Selebihnya adalah pertanyaan: "Ke mana acara liburanmu besok?"

Tinggalkan Komentar