Lain-lain

Tim i-Humor's picture

ORANG PELIT MASUK SURGA

Ada seorang pelit meninggal. Entah bagaimana dia sampai di pintu surga. Di sana Petrus berdiri menyambut dia, "Selamat datang di surga, adakah sesuatu yang ingin kamu katakan sebelum masuk ke surga?"

"Em, bolehkah aku membawa 50 kg emasku bersamaku?" tanya si pelit. Tentu saja Petrus menolak dengan tegas, tetapi si pelit terus memaksa sehingga terjadi antrian panjang di pintu surga. Tiba-tiba radio komunikasi Petrus berbunyi, lalu dia melakukan sedikit pembicaraan.

"Oke, Tuhan bermurah hati," kata Petrus, "kamu boleh membawa emasmu. Tetapi Dia hanya mengizinkan kamu membawa 10 kg saja. Bagaimana?" Si pelit berpikir sejenak lalu berkata, "Baiklah, daripada tidak sama sekali," jawabnya dengan wajah lesu "Baiklah, silakan masuk ke surga" kata Petrus.

Lalu mulailah si pelit berjalan-jalan menikmati keindahan surga. Tetapi satu hal mengganggu hatinya. Ke mana pun dia pergi, dia melihat jalan yang dilalui terbuat dari emas. Tiba-tiba dia merasa bodoh dan ingin membuang emas yang selalu digendongnya ke mana-mana. Dia melihat ke kiri dan kanan lalu berniat meninggalkan emasnya di suatu pojok yang agak tersembunyi. Saat dia akan meletakkan emasnya, tiba-tiba ada sebuah suara yang bergemuruh di langit "TOLONG JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!"

Ternyata emasnya hanya menjadi sampah di surga.

Tim i-Humor's picture

DATANG ATAU TIDAK

Seorang hartawan akan melangsungkan pesta pernikahan bagi anaknya. Ia memunyai seorang saudara miskin yang tidak ingin diundangnya, karena ia tahu bahwa saudaranya tidak mungkin mampu memberi sumbangan. Namun demi menghargai adat istiadat, ia tetap harus mengundang saudara miskin itu.

Hartawan itu mengirimkan kartu undangan dengan menambahkan dua kalimat di atasnya:

"Jika kamu datang, berarti kamu rakus. Jika kamu tidak datang, berarti kamu pelit."

Hartawan itu tertawa dalam hati, "Coba lihat kamu datang tidak?" demikian ia berkata dalam hati.

Pada hari H-nya, sang hartawan melihat saudaranya itu datang menghadiri pesta pernikahan anaknya.

Setelah mengucapkan selamat dan menyodorkan sebuah amplop merah (angpao/hongbao) pada sang hartawan, saudara miskin itu langsung menyantap makanan lezat yang tersaji dan duduk dengan santainya.

Sang hartawan membuka amplop yang diterimanya, di dalamnya hanya terlihat satu lembar uang RMB 1 dolar (sekitar Rp 1.350) dengan selembar kertas bertuliskan,

Tim i-Humor's picture

BELAJAR

Empat orang teman sedang bercakap-cakap.

Andi: "Saya belajar berenang dengan menggunakan buku 'Dasar-Dasar Renang', akhirnya memang setiap kali berenang saya selalu tenggelam di dasar kolam."

Budi: "Saya belajar bahasa Yunani dengan menggunakan buku 'Belajar Sendiri Bahasa Yunani', akhirnya memang buku itu yang belajar sendirian di rak buku saya."

Cynthia: "Saya belajar desain komputer dengan menggunakan buku 'Rahasia Membuat Berbagai Efek Dengan Photoshop', akhirnya memang semua pelajarannya tetap menjadi rahasia."

Doni: "Itu belum apa-apa. Saya belajar bahasa Inggris dengan menggunakan buku 'Sistem 50 Jam', akhirnya memang setelah lewat 50 jam gairah belajarku jadi hilang."

Tim i-Humor's picture

NYESEL SELANGIT

Kita memang tidak boleh menyesali apa yang sudah terjadi, tapi apa mau dikata, penyesalan selalu terjadi tanpa bisa kita cegah. Mari kita simak berapa lama kita menyesal kalau salah menentukan suatu pilihan.

Menyesal bermenit-menit kalau telat nonton konser
Menyesal berjam-jam kalau salah pilih kostum
Menyesal berhari-hari kalau salah makan
Menyesal berbulan-bulan kalau salah pilih pacar dan tukang cukur
Menyesal satu tahun kalau sering bolos sekolah
Menyesal lima tahun kalau salah pilih Presiden
Menyesal selama-lamanya kalau salah pilih "JALAN"...

("Aku inilah "JALAN" -- (Tuhan Yesus) dan kebenaran dan hidup......")

Tim i-Humor's picture

TIP MENJADI TAMU YANG BAIK DAN BENAR

1. Ketuk pintu.

Tentu rumah yang hendak didatangi, bukan pintu rumah yang lain. (Pintu poskamling atau pintu puskesmas, misalnya)

2. Beri salam.

Kalau perlu sambil berjabat tangan dan tersenyum. Ini permulaan yang baik. Jangan menemui tuan rumah dengan wajah tidak ramah. Apalagi pakai topeng.

Tim i-Humor's picture

BANGUN PAGI

Rita: "Hengki, kamu biasa bangun pagi jam berapa?"
Hengki: "Begitu sinar matahari yang pertama masuk..."
Rita: "Wuih..., pagi juga kamu bangunnya, ya."
Hengki: "Sebenarya tidak juga sih, jendela kamarku kan menghadap barat."

Tim i-Humor's picture

MENYETIR MOBIL

Doni: "Menyetir mobil itu gampang-gampang susah"
Divo: "Gampangnya apa?"
Doni: "Tinggal duduk di belakang setir, putar kunci kontak, injak pedal kopling, masukkan persneling satu, angkat pedal kopling pelan-pelan, injak gas pelan-pelan, mobil langsung jalan."
Divo: "Lha susahnya?"
Doni: "Susahnya... kalau mobilnya tidak ada."

Tim i-Humor's picture

KESOMBONGAN UDIN

Udin mengaku bahwa dirinya adalah seorang nabi yang memunyai kekuatan supernatural. Anto yang jengkel dengan kesombongan Udin, meminta Udin menunjukkan kekuatan supernaturalnya itu.

Udin: Aku bisa menyuruh pohon itu ke sini (sambil menunjuk pohon yang berada di seberang).

Anto: Ah, yang benar saja. Coba tunjukkan.
Udin memanggil berkali-kali, pohon itu tetap berdiri tegak dan tidak bergerak sedikit pun. Tiba-tiba si Udin menghampiri pohon itu.

Anto: Lho, Din. Mau ke mana kamu?
Udin: Begini, To. Nabi itu harus rendah hati dan tidak sombong. Kalau pohon itu tidak ke sini, maka aku yang akan ke sana.

Tim i-Humor's picture

ORANG BARU

Seorang pria baru saja percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Tapi, semangatnya untuk bersaksi tidak kalah besar dengan orang Kristen yang sudah puluhan tahun percaya Yesus.

Selesai dibaptis, ia pergi ke desa pamannya di pedalaman untuk bersaksi pada orang yang ditemuinya di jalan. Begitu turun dari bus, ia ketemu orang yang ia tidak kenal. Spontan ia bertanya, "Mas, kenal Yesus tidak?"

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya, "Tidak tuh. Maaf, aku orang baru di sini. Coba tanya ibu yang jualan di warung itu!"

Tim i-Humor's picture

TERBUKA, TERUS TERANG, DAN JUJUR

Pendeta: Apa yang dahulu membuatmu tertarik kepada wanita ini?

Bujangan: Keterbukaannya, keterusterangannya, dan kejujurannya.

Pendeta: Lalu sekarang apa yang menyebabkan Anda hendak mengakhiri hubungan dengannya?

Bujangan: Keterbukaannya, keterusterangannya, dan kejujurannya.

Tim i-Humor's picture

SIAPA DULU DONG ....

Pulang sekolah, Doni melapor pada ayahnya, "Yah, lihat nih. Doni jadi ketua regu!" "Hebat, siapa dulu dong bapaknya!"

Ketika sedang istirahat, Yanti menyuguhkan minuman untuk keluarga. "Enak, lho teh bikinan Yanti," puji ayahnya.

"Siapa dulu dong ibunya!" sindir ibunya.

Keesokan harinya, pulang sekolah Yanti bercerita pada ibunya, "Bu, tadi Yanti menolong menyeberangkan jalan orang tua yang buta." "Bagus, siapa dulu dong ibunya!"

Tiba-tiba Doni pulang diantar seorang polisi. "Anak ini terlibat perkelahian dengan teman-teman sekolahnya," kata polisi. Yang lain pada melongo keheranan. "Kok kalian pada melongo semua?" tanya polisi.

"Saya kira ayahnya akan memberikan pujian," jawab ibunya kalem.

Tim i-Humor's picture

PUISI PAHLAWAN KECIL

Aku pahlawan kecil
Biarpun tubuhku kecil
Namun nyaliku tidak kecil

Aku gagah berani
Pantang mundur
Semangat tak pernah kendur

Bila penjajah datang aku serang
Bila penjajah menyerang aku bilang,
"Idiih ... beraninya sama anak kecil!!!"

Tim i-Humor's picture

PAHLAWAN PERANG

Polem adalah seorang serdadu yang sudah kenyang ditugaskan di daerah konflik. Oleh tetangganya, Polem dijuluki pahlawan perang.

Tim i-Humor's picture

CINCINNYA LUNAS

Sepasang kakek dan nenek duduk berdua di taman untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-50.

Nenek: Apa hadiahmu buatku, Kek?

Kakek: Ini, Nek (sambil memberikan sebuah cicin). Cincin ini sekarang resmi menjadi milikmu.

Nenek: Lho? ini khan cincin pernikahan kita yang hilang dulu?!

Kakek: Iya, Nek. Cicilannya sudah lunas hari ini.

Tim i-Humor's picture

DEMAM FACEBOOK

Seorang kakek menghampiri cucunya yang sedang sibuk mengutak-atik handphone.

Kakek: Cu, dari tadi kakek melihatmu ketawa-ketiwi. Kamu kenapa, Cu?

Cucu: Iya, Kek. Aku baru aja punya facebook. (Sambil tetap sibuk dan tidak memedulikan si kakek.)

Kakek: Memangnya facebook bisa bikin ketawa-ketiwi ya, Cu?

Cucu: Iya, Kek!

Kakek: Wah, kebetulan. Cu, tolong belikan facebook buat kakek. Kakek lagi suntuk nih ....

Cucu: ????

Tinggalkan Komentar