Humor Pekerjaan

Tim i-Humor's picture

LAPANGAN GOLF DI SURGA

Ketika Peter bermain golf bersama pendeta Brian, ia melontarkan sebuah pertanyaan teologis yang sangat penting.

"Pak Pendeta, apakah ada lapangan golf di surga?"

"Wah, sampai sekarang saya tidak tahu. Nanti kalau ada kesempatan saya akan menanyakan soal itu kepada Tuhan dan jawabnya pasti akan saya beritahukan ke kamu."

Minggu berikutnya mereka berdua bermain golf kembali dan Peter masih mengajukan pertanyaan yang sama.

"Pak Pendeta, apakah Anda sudah menemukan lapangan golf di surga?"

"Sudah, sudah. Lapangan golf di sana bagus sekali. Saya dengar kamu diundang untuk bermain di sana minggu depan."

Tim i-Humor's picture

KENA BATUNYA

Seorang mahasiswa yang terkenal sombong akan menyelesaikan pendidikannya dan diharuskan mengikuti kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang terletak di sebuah daerah pelosok yang jauh dari kota.

Dalam perjalanan dengan bus penumpang umum menuju desa tujuannya, mahasiswa itu duduk berdekatan dengan seorang petani yang memangku sebakul jagung.

"Bu, jagung sebakul saja kok dipangku seperti itu. Kenapa tidak ditaruh di lantai saja?" kata pemuda kota ini.

"Ini makanan pokok kami yang paling berharga, Nak," jawab ibu petani itu.

"Makanan berharga? Huh, kalau di kota, jagung hanya untuk makanan kuda, Bu," ujarnya dengan nada sombong. Ibu petani itu hanya diam saja sambil berpikir dalam hati betapa sombongnya anak muda ini.

Saat bis mulai memasuki jalan menurun yang berkelok-kelok, pemuda tersebut mulai terserang pusing dan mual sampai akhirnya ia muntah-muntah. Rupanya pagi hari itu dia sempat sarapan bubur sayur campur jagung yang kini keluar semua.

"Supirrrrrr, berhentiiiii! Nih ada kuda lagi muntah-muntah di samping saya!" teriak ibu petani.

Tim i-Humor's picture

VERSUS

Salah satu rumah tahanan sedang mengadakan lomba sepak bola demi menjaga kesehatan para napi. Pagi ini yang bertanding adalah kesebelasan Pencopet melawan kesebelasan Narkoba. Di tengah-tengah pertandingan, tim Narkoba memimpin dengan skor 3 -- 0. Tentu saja, Bagong, sang kapten Pencopet, marah besar terhadap rekan-rekannya.

Bagong: Kalian ini bagaimana?! Kita tuh Pencopet. Larinya jauh lebih kencang dari mereka. Stamina kita lebih kuat dari mereka. Harusnya kita bisa memenangkan pertandingan!

Rekan:Tapi Bos... mereka lebih pintar mengatur strategi.

Bagong: Hah. Tidak perlu pikir-pikir strategi. Kita main kasar saja. Kita tendang saja mereka. Kita habisin mereka. Bagaimana?

Rekan:Tapi Bos... kalau kita dapat kartu kuning, bagaimana? Apalagi kalau kartu merah, Bos.

Bagong: Kalian ini bagaimana sih?! Kita kan Pencopet. Tadi kedua kartu itu sudah aku copet. Jadi dia sudah tidak punya kartu lagi!

Tim i-Humor's picture

DASAR PEJABAT

Setelah bertanya jawab mengenai kemajuan teknologi zaman ini, wartawan bertanya kepada sang pejabat.

Wartawan: Apa Bapak juga punya Facebook seperti yang kebanyakan orang di negara kita ini?

Pejabat: Oh, tentu punya Mas ...

Tim i-Humor's picture

TARUHAN DUA PETINJU

Dua orang petinju bertaruh. Masing-masing memasang taruhan bahwa dirinya sendiri yang akan kalah. Selama pertarungan, salah satu petinju secara ngga sengaja menyentuh pelan wajah lawannya dengan tinjunya. Lawannya itu segera jatuh dan wasit memulai hitungan. Petinju itu kebingungan. Saat wasit menghitung sampai sembilan, ia tiba-tiba memiliki ide. Ia menghampiri petinju yang tergeletak tadi dan menendang perutnya, dan ia pun langsung didiskualifikasi.

Tim i-Humor's picture

BERHENTI TERLAMBAT KERJA

Tom sangat kesulitan untuk bangun pagi dan selalu terlambat sampai kantor. Bosnya memarahinya dan mengancam akan memecatnya jika ia tidak berusaha memerbaiki masalahnya itu. Maka Tom pergi ke dokter langganannya, yang kemudian memberinya sebuah pil dan menyuruhnya untuk meminumnya sebelum ia tidur. Tom tidur sangat nyenyak, bahkan ia bangun 2 jam lebih awal dari waktu yang diaturnya pada jam alarm. Ia menikmati makan pagi yang enak dan berangkat kerja dengan ceria.

Tim i-Humor's picture

BELAJAR MENGETIK

"Nona Hathfield, aku baru saja membaca surat yang Anda ketik. Kemampuan mengetikmu meningkat tajam. Aku hanya melihat tujuh kesalahan yang Anda buat."

Tim i-Humor's picture

PENGACARA SUPER SIBUK

Joe dibesarkan di sebuah kota kecil, kemudian dia hijrah untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi dan masuk fakultas hukum. Suatu saat dia memutuskan untuk kembali ke kota kecilnya karena dia bisa menjadi orang besar di kotanya. Dia ingin sekali membuat orang terkesan padanya. Dia pun membuka sebuah kantor pengacara baru tapi pada awalnya kurang berjalan mulus.

Tim i-Humor's picture

JAM BERAPA INI?

Selama bertahun-tahun setiap Senin pagi kira-kira pukul 11:30, seorang operator telepon di sebuah kota kecil di Sierra-Nevada mendapat telepon dari seorang laki-laki yang menanyakan waktu yang tepat.

Suatu hari si operator memberanikan diri untuk bertanya kepada pria tersebut, "Saya ini seorang mandor perusahaan penggergajian daerah," jelasnya. "Setiap hari saya harus meniup peluit di siang hari oleh karena itu saya menelepon Anda untuk mendapatkan keterangan waktu yang tepat."

BODOH

Suatu hari, dua orang kaya duduk di kafe sambil ngobrol dan menggosipkan supirnya.

NAIK PESAWAT PERTAMA KALI

Seorang wanita lansia, naik pesawat untuk pertama kalinya, sangat senang melihat pilot pesawat berjalan di lorong pesawat sambil menyapa penumpang dan memeriksa pesawat.

PENDETA VS PETUGAS PARKIR

Seorang pendeta meninggalkan pesan pada secarik kertas yang diletakkan di antara kaca dan "wiper" mobilnya. Pesan itu berbunyi: "Sudah sepuluh kali saya berkeliling blok ini, tidak ada tempat parkir yang saya temukan, maka saya terpaksa parkir di sini. Ampunilah kami akan segala kesalahan kami."

SUPIR TAKSI

Dalam sebuah perjalanan bisnis ke India, aku tiba di bandara Delhi dan naik taksi ke hotel, di mana aku disambut oleh seorang among tamu hotel yang ramah.

KESELAMATAN DI TANGAN SUPIR

Seorang pendeta mewawancarai dua orang pemuda. Satu dari Amerika, yang lain dari Rusia.

Tim i-Humor's picture

BUKAN TEMPAT MAKAN

Judi berjalan ke perpustakaan, melihat sekeliling, dan mengantri menemui penjaga perpustakaan.

Saat ia ketemu dengan penjaga perpustakaan, ia dengan keras berkata, "Aku mau kentang goreng dan satu minuman dalam gelas besar."

Si petugas perpustakaan menatapnya sejenak, lalu berbisik pada Judi, "Nyonya, ini perpustakaan!"

Judi mengangguk dan berkata, "Oh iya, aku lupa."

Kemudian dia berbisik sepelan mungkin, "Aku mau kentang goreng dan satu minuman dalam gelas besar."

Tinggalkan Komentar