Humor Pekerjaan

Tim i-Humor's picture

ALASAN LAMARAN DITOLAK (II)

Mengapa surat lamaran kerja ditolak? Karena terlalu banyak lampiran yang tidak perlu. Contohnya:

Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini saya sertakan:

  1. Fotokopi KTP Bapak dan Ibu saya.
  2. Pas foto ketika saya dibaptis.
  3. Surat kelakuan baik dari seluruh keluarga saya.
  4. Rekening listrik dan telepon selama 3 bulan terakhir.

Pelajaran: Sebaiknya, kita bijak menggunakan kesempatan. Jangan membuang-buang waktu untuk menyertakan informasi yang tidak terlalu penting.

Tim i-Humor's picture

MEREBUT PEKERJAAN

Kepala sekolah marah-marah ketika melihat lantai teras di kelas II-A1-3 penuh kotoran. "Siapa yang piket hari ini?" ia bertanya pada para siswa yang belum memperoleh pelajaran pada jam pertama tersebut. Beberapa siswa lalu mengacungkan jari.

"Kenapa kalian tidak menyapu lantai teras kelas ini?"

Salah seorang siswa berdiri dan mencoba menjelaskan duduk perkaranya. "Maaf, Pak! Sewaktu akan saya bersihkan tadi, saya dipandangi terus-menerus oleh tukang kebun di sekolah kita. Seolah-olah saya dituduh merebut lapangan pekerjaannya, Pak."

Tim i-Humor's picture

ALASAN LAMARAN DITOLAK (I)

Dengan hormat,

Setelah saya membaca iklan lowongan pekerjaan dari perusahaan yang Bapak pimpin, yang dimuat di surat kabar nasional terbesar, saya jadi begitu tertarik untuk bergabung dengan perusahaan yang Bapak pimpin. Oleh karena itu, saya bermaksud melamar pekerjaan di perusahaan Bapak sesuai dengan lowongan yang ada. Saya percaya, dengan segala pengalaman dan kemampuan saya, sayalah orang yang dibutuhkan perusahaan Bapak. Harapan saya, agar melalui surat ini terjalin tali silaturahmi yang erat antara kita berdua, sebagaimana telah diamanatkan oleh semua agama.

Hormat saya.

Pelajaran: Bertele-tele bukan salah satu cara yang baik untuk berkomunikasi. Alkitab sudah memperingatkan kita untuk tidak bertele-tele dalam berkomunikasi dengan "Atasan" :>

Tim i-Humor's picture

KERETA API

Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan kereta api. Dia diantar menghadap Pak Banu, kepala bagian, untuk tes wawancara.

"Seandainya ada dua kereta api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Pak Banu, ingin mengetahui seberapa cekatan Sarjo.

"Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur yang lain," jawab Sarjo dengan yakin.
"Kalau handle untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Pak Banu lagi.

"Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual."
"Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?"
"Saya akan balik ke pos dan menelepon stasiun terdekat."

"Kalau teleponnya lagi dipakai?"
"Saya akan lari ke telepon umum terdekat?"
"Kalau rusak?"
"Saya akan pulang menjemput kakek saya."

"Lho?" tanya Pak Banu heran dengan jawaban Sarjo.

"Karena seumur hidupnya yang sudah 73 tahun, kakek saya belum pernah melihat kereta api tabrakan..."

Tim i-Humor's picture

KESATRIA DAN NAGA

Dari menara istananya, sang raja melihat seorang kesatria di kejauhan. Kesatria itu berderap menunggang kuda, dan dengan sangat gagah, memanggul seekor naga di pundaknya.

"Dasar bodoh!" teriak sang raja. "Tugasmu itu membunuh naga dan membawa pulang sang putri!"

Tim i-Humor's picture

BERITA BANJIR

Seorang wartawan muda melaporkan bencana banjir dengan bahasa yang berbunga-bunga. Ia menulis, "Tuhan duduk di atas bukit yang berada di selatan kota S, menyaksikan bencana banjir yang diizinkan-Nya."

Editor segera menghubungi wartawan itu, "Lupakan saja banjirnya. Cepat, wawancarai Tuhan!"

Tim i-Humor's picture

TAKUT TUKANG JAHIT

Dalam dunia khayalan, ada seorang dukun yang bisa berbicara dengan Jin.

Dukun: "Hai Jin, siapa sih yang paling kamu takuti selain Tuhan sama orang saleh?"

Jin: "Anu Pak Dukun, saya ngeri banget sama tukang JAHIT."

Dukun: "Jiahh ... Kok, kamu takut sama tukang jahit?"

Sambil gemetar Jin berkata: "Saya takut kalau dipermak sama tukang jahit, Bos! Soalnya saya pernah lewat di depan rumahnya tukang jahit, ada tulisan: 'TERIMA PERMAK SEGALA JENIS JIN'."

Tim i-Humor's picture

SUDAH BERHENTI KERJA

Seorang bos sedang minum kopi bersama karyawannya di kantin kantor. Ia menceritakan serangkaian lelucon yang baru saja didengarnya. Setiap orang yang mendengarnya tertawa keras-keras. Setiap orang kecuali Wrekso.

Ketika bos itu tahu bahwa Wrekso tidak bereaksi, ia bertanya, "Kenapa, So? Apa kau sedang kehilangan selera humor?"

"Tidak, Pak," jawab Wrekso. "Tapi saya tak perlu ikut tertawa, kan? Besok saya sudah berhenti kerja, kok!"

Tim i-Humor's picture

SETIAP TAHUN

Mary membaca lowongan kerja yang ada di ManSor Yellow Pages. Ia tertarik dengan lowongan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah gereja yang ia tahu adalah gereja yang mapan dengan fasilitas yang bagus. Ia pun pergi ke gereja tersebut dan mengisi formulir pendaftaran. Seminggu kemudian ia dipanggil untuk acara interview, yang akan dilakukan oleh Gembala Sidang. Gembala Sidang melihat bahwa Mary tidak mengisi tahun lahirnya.

Gembala: "Saya sudah melihat tanggal lahirmu, 7 Juli, bolehkah saya tahu tahunnya?"

Mary: "Oh, itu setiap tahun, Pak..."

Tim i-Humor's picture

I'M THE BOS

Suatu hari di dalam staf meeting, seorang bos komplain bahwa dia tidak mendapatkan respek dari staf-stafnya. Pagi itu si bos pergi keluar dan kembali lagi dengan membawa poster kecil bertuliskan "I'm the Bos". Dia menggantungkan poster kecil tersebut di depan pintu ruangan kantornya. Suatu hari, sepulang dari makan siang, si bos mendapatkan catatan kecil yang tergantung dekat poster itu, catatan itu bertuliskan "Tadi istri Bapak telepon ke kantor. Dia ingin agar Bapak segera mengembalikan poster miliknya".

Tim i-Humor's picture

MENUMPANG

Pria 1: "Maaf, Pak. Apakah hotel di sini ada diskotiknya?"
Pria 2: "Ada, Pak. Di lantai empat."

Pria 1: "Apakah ada cafe-nya?"
Pria 2: "Ada, Pak. Di lantai dua. Bapak mau nginap berapa hari?"

Pria 1: "Saya mau menumpang jualan rokok di depan, boleh nggak?"

Tim i-Humor's picture

KESALAHAN KEDUA

Suatu kali, seorang karyawan menerima gaji lebih besar dari jumlah gajinya yang seharusnya. Karena selisihnya cukup besar dan ia merasa sayang untuk melaporkan dan mengembalikannya, jadi ia mendiamkannya saja. Bulan berikutnya, ia menerima gaji yang lebih kecil dari biasanya. Ia lalu memutuskan untuk memprotes kepada pimpinannya.

"Pak, mengapa gaji saya bulan ini kecil sekali?"

"Bagaimana kamu ini, waktu gajimu dibayarkan lebih besar dari yang seharusnya, kamu diam saja. Sekarang kamu protes."

Bingung, malu, dan tidak mau kalah bercampur jadi satu, dan si karyawan menjawab, "Pak, siapa saja bisa buat kesalahan, tapi saya tidak mau itu terjadi untuk kedua kalinya."

Tim i-Humor's picture

POKOK ANGGUR

Edo, Bonar, Coky, dan Ucok sedang duduk-duduk mengobrol.

Edo yang kerja di PLN (Perusahaan Listrik Negara) menyombongkan dirinya, "Akulah TERANG DUNIA"

Bonar yang kerja di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) berkata, "Akulah AIR KEHIDUPAN"

Coky yang kerja di dinas PU (Pekerjaan Umum) tidak mau kalah, "Akulah JALAN KEBENARAN"

Ucok yang pengangguran, kerjanya cuma mabuk-mabukan, juga tidak mau kalah. Sambil mengangkat botol anggurnya, Ucok berteriak, "Akulah POKOK ANGGUR dan kalian ranting-rantingnya"

Tim i-Humor's picture

DOKTER YANG LUCU

Seorang biarawati pergi menemui dokternya dan mengeluh karena dia terus menerus cegukan. Beberapa menit kemudian, dia berlari keluar, menjerit, menangis dan menabrak seseorang yang sedang berjalan menuju ruang Dokter. Orang tersebut masuk ke dalam dan bertanya, "Dok, apa yang terjadi dengan biarawati itu?"

Dokter menjawab, "Oh, saya hanya mengatakan kepadanya kalau dia hamil."

Orang itu berkata, "Biarawati itu hamil?"

"Tidak" sahut dokter, "tapi saya menyembuhkan cegukannya"

Tim i-Humor's picture

MELAMAR KERJA

Suatu hari ada pemuda melamar ke suatu perusahaan.

Manajer HRD, "Apabila Saudara diterima di perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?"

Pemuda, "Saya ingin gaji dalam dolar AS saja, Pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup 10.000 dolar AS saja."

Manajer HRD, "Boleh juga, sesuai dengan jabatan yang Saudara lamar. Ehm ... bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak: kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang, liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 12 hari setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?"

Pemuda (dengan rasa girang campur tidak percaya), "Ah, jangan bercanda, Pak!"

Manajer HRD, "Lho...kan Saudara duluan yang mengajak bercanda...!!!"

Tinggalkan Komentar