Humor Pekerjaan

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (5)

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 6: Punya....
Gatot: Yang keberapa?
Pelamar 6: Pertama....
Gatot: Kamu tidak diterima.

Pelamar 6: Alasannya?

Gatot: Lha, kamu cari pacar saja baru dapat satu.

Pelamar 6: Mmm... sebetulnya, saya sudah sering gonta-ganti pacar.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 6: Alasannya?

Gatot: Nanti kamu hanya gonta-ganti pekerjaan dan keluar dari sini.

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (4)

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 5: Punya....

Gatot: Dia ganteng?
Pelamar 5: Iya....

Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 5: Alasannya?

Gatot: Nanti kerjamu tidak tenang. Takut pacar kamu digaet cewek lain.

Pelamar 5: Eh, sebetulnya pacar saya tidak ganteng.
Gatot: Makin tidak saya terima.

Pelamar 5: Alasannya.

Gatot: Cari pacar ganteng saja tidak becus, apalagi mau kerja di sini!

Tim i-Humor's picture

SURAT CINTA DARI PASIEN

Di kereta, Adi duduk bersebelahan dengan seorang dokter yang sedang membaca surat sambil menangis.

Adi: Mengapa menangis, Dok?
Dokter: Ini, Mas. Saya baca surat cinta dari pasien saya. (Sambil menyodorkan surat cinta beserta foto pengirimnya.)

Adi (heran): Kenapa Dokter sedih? Dari fotonya, pasien dokter ini terlihat cantik dan muda.

Dokter (sambil menahan tangis): Usia saya sudah kepala empat, tapi susah dapat pendamping. Tidak ada perempuan yang mau sama saya. Tapi sekalinya ada wanita yang bilang saya ganteng dan tertarik pada saya, dan itu adalah pasien saya.

Adi: Sudahlah, Dok. Apakah kode etik Dokter melarang berpacaran dengan pasien?
Dokter: Tidak, sih.... (sambil menghela napas)

Adi: Apakah dia bersuami?
Dokter: Belum, bukan itu masalahnya.

Adi (makin berlagak menasihati): Nah, kenapa ragu? Toh, rumah sakit tempat Dokter bekerja tidak mungkin melarang seorang dokter menikah dengan pasiennya. Apa lagi?

Dokter: Mas... Mas ini tahu tidak saya kerja di rumah sakit mana?
Adi: Tidak, Dok. Memangnya di mana?

Dokter (sambil menangis): Mas, saya dokter di rumah sakit jiwa....

Adi (dengan polosnya): Apa salahnya dicoba dulu, Dok!

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (2)

Gatot: Kamu melamar sebagai apa?
Pelamar 3: Sekretaris, Pak.

Gatot: Kamu merasa cantik tidak?
Pelamar 3: Sepertinya begitu.

Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 3: Alasannya?

Gatot: Nanti para manajer jatuh cinta sama kamu, bikin perkara!

Pelamar 3: Sebetulnya, saya merasa tidak cantik.
Gatot: Makin tidak saya terima.

Pelamar 3: Alasannya?

Gatot: Tidak enak dipandang!

Tim i-Humor's picture

PENGASONG KORAN

"Koran, Bu. Beritanya masih hangat," ujar seorang pengasong di perempatan jalan.

"Saya tidak suka baca koran."

"Buat kipas-kipas agar tidak gerah 'kan bisa, Bu...."

"Saya tidak perlu kipas-kipas. Mobil saya ini sudah ada AC-nya."

"Buat bungkus kue, alas lemari, atau dibakar kalau nanti sudah sampai di rumah, 'kan juga bisa, Bu...."

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (1)

Direktur HRD sudah mendapatkan sekretaris yang diinginkan, sehingga menugaskan asisten HRD, si Gatot, untuk meneruskan wawancara pelamar yang tersisa. Perintahnya adalah menolak semua pelamar yang tersisa. Dengan sangat percaya diri dan penuh semangat, Gatot melaksanakan tugasnya. Satu persatu pelamar dipanggilnya.

Gatot: Kamu minta digaji berapa?
Pelamar 1: Dua juta.
Gatot: Terlalu tinggi.

Pelamar 1: kalau begitu, satu juta saja.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 1: Alasannya?

Gatot: Perusahaan ini tidak menerima staf murahan.

Satu jam berikutnya...

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 2: Punya, Pak.
Gatot: Di mana?
Pelamar 2: Di luar negeri.
Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Nanti kamu hanya telepon ke pacarmu terus, mahal, SLI.
Pelamar 2: Minggu depan pacar saya sudah pulang.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Lha, kamu nanti sering membolos untuk menemui pacar kamu.

Tim i-Humor's picture

MENGUKUR TIANG

Roni berjalan-jalan di suatu daerah dekat tempat tinggalnya. Ia melihat Badu berusaha sekuat tenaga memanjat sebuah tiang dan membawa alat pengukur.

Roni: Hei, sedang apa kamu!?

Badu: Bosku menyuruhku mengukur tiang ini!

Roni: Mengapa tidak kau letakkan saja tiangnya di bawah?

Badu: Dia (bos) meminta ukuran tingginya, bukan panjangnya!

Tim i-Humor's picture

TIDAK, TERIMA KASIH

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya 7 digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu, halaman rumah ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak, terima kasih.

Pemilik toko: Tapi, tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk ibu tadi!

Tim i-Humor's picture

PEMULA TAK TAHU DIRI

Seorang pengurus klub sepak bola tengah mewawancarai calon kiper.

Pewawancara: Jadi, Anda ingin bergabung dengan kami, sebagai kiper?
Calon kiper: Ya.

Pewawancara: Berapa gaji yang Anda minta?
Calon kiper: Saya minta 10 juta sepekan.

Pewawancara: Wah, tinggi sekali. Apakah Anda punya pengalaman?
Calon kiper: Ngg..., Saya belum pernah jadi kiper.

Pewawancara: Lho, Anda ternyata belum berpengalaman jadi kiper, tapi mengapa ingin digaji 10 juta sepekan?

Calon kiper: Ya wajarlah. 'Kan, pekerjaan saya jauh lebih sulit karena saya belum tahu apa-apa dan belum pernah melakukannya.

Tim i-Humor's picture

BUNGA KEPALA BAGIAN

Seorang kepala bagian yang tidak senang bunga, dengan nada berang membentak sekretarisnya, "Siapa yang meletakkan bunga ini di atas meja saya?"

"Saya, Pak," jawab sekretarisnya.

"Siapa yang suruh?"

"Istri Bapak."

"Bagus-bagus, ya, bunganya..."

Tim i-Humor's picture

TERBUKTI

Udin: Kenapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?

Bogel: Bos saya menuduh saya mencuri uang Rp 5.000,00.

Udin: Kenapa tidak kau suruh dia membuktikannya?

Bogel: Sudah. Ternyata dia bisa.

Tim i-Humor's picture

TERLALU MENGADA-ADA

Seorang pemain dan pelatih sebuah klub divisi satu, diwawancarai oleh reporter sebuah stasiun radio. Klub ini tidak pernah promosi ke divisi utama. Pertama-tama, sang pewawancara bertanya kepada pelatih. "Apa yang Anda inginkan untuk 5 tahun ke depan?"

"Saya kira, dalam 2 tahun pertama, kami harus berkonsolidasi. Dua tahun berikutnya menembus papan atas divisi utama, dan tahun ke-5 kami menjadi juara."

Kemudian pewawancara beralih kepada si pemain dengan pertanyaan yang sama. "Saya ingin memenangkan gelar juara liga, juara kompetisi Eropa, dan tidak pernah kalah selama 5 tahun," jawab si pemain.

"Tapi, tidakkah Anda terlalu mengada-ada?" tanya si pewawancara.

"Memang. Habisnya, pelatih duluan sih yang mulai," ujar si pemain kalem.

Tim i-Humor's picture

WASIT DAN PENGANGGURAN

Seorang wasit bernama Tio mengajukan surat lamaran kerja ke perusahaan perlengkapan olahraga terkenal di London. Secara kebetulan, seorang pengangguran juga mengajukan lamaran ke perusahaan yang sama. Akhirnya, keduanya diberi soal tertulis. Hasil dari sepuluh pertanyaan, keduanya hanya salah menjawab satu soal.

Manajer kemudian menghampiri Tio, "Terima kasih atas ketertarikan Anda bekerja di sini. Namun, kami memutuskan memberikan pekerjaan ini kepada si pengangguran."

"Tidak bisa. Kami sama-sama menjawab sembilan pertanyaan dengan benar. Ini adalah perusahaan perlengkapan olahraga dan saya adalah wasit, jadi saya seharusnya yang diterima. Bagaimana bisa satu jawaban yang salah, miliknya bisa lebih baik ketimbang punya saya?" ujar Tio bersikeras.

"Oh, itu sederhana saja. Dalam salah satu soal, si pengangguran itu menjawab, 'Saya tidak tahu', sementara kamu menjawab, 'Saya juga tidak tahu'," jawab si manajer.

Tim i-Humor's picture

NALURI SEORANG HAKIM GARIS

Rita dan Yonan baru saja melangsungkan pernikahan, setelah keduanya cukup lama berpacaran. Suatu hari, Rita mengadu ke ibunya dan mengutarakan niat ingin minta cerai.

Rita: Rasa-rasanya aku sudah tak tahan lagi, Bu.

Ibu: Lho, memangnya ada apa, Nak?

Rita: Mas Yonan itu setiap malam kalau tidur pasti selalu di tepi ranjang. Sepertinya, dia terbiasa dengan pekerjaannya.

Ibu: Memangnya pekerjaan suamimu itu apa?

Rita: Hakim garis sepak bola, Bu.

Tim i-Humor's picture

SEKRETARIS DIBAJAK

Seorang pengusaha sukses ditanya kawannya, "Apa kamu tidak khawatir, memercayakan berbagai data informasi tentang perusahaan kepada sekretarismu?"

"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"

"Bagaimana kalau sekretaris itu 'dibajak' oleh pengusaha sainganmu?"

Dengan santai pengusaha itu menjawab, "Dia memang sudah saya persiapkan untuk 'dibajak'. Oleh karena itu, berbagai data penting selama ini sengaja saya kacaukan sehingga menyesatkan."

Tinggalkan Komentar