Humor Pekerjaan

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (1)

Direktur HRD sudah mendapatkan sekretaris yang diinginkan, sehingga menugaskan asisten HRD, si Gatot, untuk meneruskan wawancara pelamar yang tersisa. Perintahnya adalah menolak semua pelamar yang tersisa. Dengan sangat percaya diri dan penuh semangat, Gatot melaksanakan tugasnya. Satu persatu pelamar dipanggilnya.

Gatot: Kamu minta digaji berapa?
Pelamar 1: Dua juta.
Gatot: Terlalu tinggi.

Pelamar 1: kalau begitu, satu juta saja.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 1: Alasannya?

Gatot: Perusahaan ini tidak menerima staf murahan.

Satu jam berikutnya...

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 2: Punya, Pak.
Gatot: Di mana?
Pelamar 2: Di luar negeri.
Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Nanti kamu hanya telepon ke pacarmu terus, mahal, SLI.
Pelamar 2: Minggu depan pacar saya sudah pulang.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Lha, kamu nanti sering membolos untuk menemui pacar kamu.

Tim i-Humor's picture

MENGUKUR TIANG

Roni berjalan-jalan di suatu daerah dekat tempat tinggalnya. Ia melihat Badu berusaha sekuat tenaga memanjat sebuah tiang dan membawa alat pengukur.

Roni: Hei, sedang apa kamu!?

Badu: Bosku menyuruhku mengukur tiang ini!

Roni: Mengapa tidak kau letakkan saja tiangnya di bawah?

Badu: Dia (bos) meminta ukuran tingginya, bukan panjangnya!

Tim i-Humor's picture

TIDAK, TERIMA KASIH

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya 7 digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu, halaman rumah ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak, terima kasih.

Pemilik toko: Tapi, tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk ibu tadi!

Tim i-Humor's picture

PEMULA TAK TAHU DIRI

Seorang pengurus klub sepak bola tengah mewawancarai calon kiper.

Pewawancara: Jadi, Anda ingin bergabung dengan kami, sebagai kiper?
Calon kiper: Ya.

Pewawancara: Berapa gaji yang Anda minta?
Calon kiper: Saya minta 10 juta sepekan.

Pewawancara: Wah, tinggi sekali. Apakah Anda punya pengalaman?
Calon kiper: Ngg..., Saya belum pernah jadi kiper.

Pewawancara: Lho, Anda ternyata belum berpengalaman jadi kiper, tapi mengapa ingin digaji 10 juta sepekan?

Calon kiper: Ya wajarlah. 'Kan, pekerjaan saya jauh lebih sulit karena saya belum tahu apa-apa dan belum pernah melakukannya.

Tim i-Humor's picture

BUNGA KEPALA BAGIAN

Seorang kepala bagian yang tidak senang bunga, dengan nada berang membentak sekretarisnya, "Siapa yang meletakkan bunga ini di atas meja saya?"

"Saya, Pak," jawab sekretarisnya.

"Siapa yang suruh?"

"Istri Bapak."

"Bagus-bagus, ya, bunganya..."

Tim i-Humor's picture

TERBUKTI

Udin: Kenapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?

Bogel: Bos saya menuduh saya mencuri uang Rp 5.000,00.

Udin: Kenapa tidak kau suruh dia membuktikannya?

Bogel: Sudah. Ternyata dia bisa.

Tim i-Humor's picture

TERLALU MENGADA-ADA

Seorang pemain dan pelatih sebuah klub divisi satu, diwawancarai oleh reporter sebuah stasiun radio. Klub ini tidak pernah promosi ke divisi utama. Pertama-tama, sang pewawancara bertanya kepada pelatih. "Apa yang Anda inginkan untuk 5 tahun ke depan?"

"Saya kira, dalam 2 tahun pertama, kami harus berkonsolidasi. Dua tahun berikutnya menembus papan atas divisi utama, dan tahun ke-5 kami menjadi juara."

Kemudian pewawancara beralih kepada si pemain dengan pertanyaan yang sama. "Saya ingin memenangkan gelar juara liga, juara kompetisi Eropa, dan tidak pernah kalah selama 5 tahun," jawab si pemain.

"Tapi, tidakkah Anda terlalu mengada-ada?" tanya si pewawancara.

"Memang. Habisnya, pelatih duluan sih yang mulai," ujar si pemain kalem.

Tim i-Humor's picture

WASIT DAN PENGANGGURAN

Seorang wasit bernama Tio mengajukan surat lamaran kerja ke perusahaan perlengkapan olahraga terkenal di London. Secara kebetulan, seorang pengangguran juga mengajukan lamaran ke perusahaan yang sama. Akhirnya, keduanya diberi soal tertulis. Hasil dari sepuluh pertanyaan, keduanya hanya salah menjawab satu soal.

Manajer kemudian menghampiri Tio, "Terima kasih atas ketertarikan Anda bekerja di sini. Namun, kami memutuskan memberikan pekerjaan ini kepada si pengangguran."

"Tidak bisa. Kami sama-sama menjawab sembilan pertanyaan dengan benar. Ini adalah perusahaan perlengkapan olahraga dan saya adalah wasit, jadi saya seharusnya yang diterima. Bagaimana bisa satu jawaban yang salah, miliknya bisa lebih baik ketimbang punya saya?" ujar Tio bersikeras.

"Oh, itu sederhana saja. Dalam salah satu soal, si pengangguran itu menjawab, 'Saya tidak tahu', sementara kamu menjawab, 'Saya juga tidak tahu'," jawab si manajer.

Tim i-Humor's picture

NALURI SEORANG HAKIM GARIS

Rita dan Yonan baru saja melangsungkan pernikahan, setelah keduanya cukup lama berpacaran. Suatu hari, Rita mengadu ke ibunya dan mengutarakan niat ingin minta cerai.

Rita: Rasa-rasanya aku sudah tak tahan lagi, Bu.

Ibu: Lho, memangnya ada apa, Nak?

Rita: Mas Yonan itu setiap malam kalau tidur pasti selalu di tepi ranjang. Sepertinya, dia terbiasa dengan pekerjaannya.

Ibu: Memangnya pekerjaan suamimu itu apa?

Rita: Hakim garis sepak bola, Bu.

Tim i-Humor's picture

SEKRETARIS DIBAJAK

Seorang pengusaha sukses ditanya kawannya, "Apa kamu tidak khawatir, memercayakan berbagai data informasi tentang perusahaan kepada sekretarismu?"

"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"

"Bagaimana kalau sekretaris itu 'dibajak' oleh pengusaha sainganmu?"

Dengan santai pengusaha itu menjawab, "Dia memang sudah saya persiapkan untuk 'dibajak'. Oleh karena itu, berbagai data penting selama ini sengaja saya kacaukan sehingga menyesatkan."

Tim i-Humor's picture

KHAWATIR

Seorang pengusaha konfeksi selalu merasa khawatir. Akibatnya, ia sering tidak bisa tidur pada malam hari. Ia merasa beban hidupnya makin berat.

Suatu hari, ia memutuskan datang kepada pendetanya untuk konseling mengenai masalahnya. Ia berkata, "Pak Pendeta, saya benar-benar punya masalah berat. Saya tidak bisa tidur setiap malam. Apa yang harus saya lakukan?"

Pendetanya menjawab, "Apa Bapak sudah mencoba melakukan teknik menghitung domba?" Si pengusaha pulang dan bertekad melaksanakan nasihat sang pendeta. Seminggu kemudian, ia kembali menemui pendetanya dengan wajah yang makin kuyu dan lesu, "Pak Pendeta, saya sudah menjalankan nasihat Bapak. Saya bahkan menghitung domba sampai 20.000 ekor. Tetapi, saya kemudian membayangkan 20.000 ekor domba bisa menghasilkan 40 kilo benang wol. Itu cukup untuk membuat 30 meter bahan wol. Bisa dibikin 12.000 setel jas. Padahal, toko saya hanya muat 2.000 jas. Dengan stok berlebih sebanyak itu, bagaimana saya bisa tidur?"

Tim i-Humor's picture

JARANG LEMBUR

"Dulu kamu sering kerja lembur, mengapa sekarang jarang?" tanya bos pada anak buahnya.

"Ya. Anggaran belanja saya sudah berkurang."

"Maksudmu?"

"Tiga dari empat istri sudah saya cerai."

Tim i-Humor's picture

PEDAGANG OH PEDAGANG

  1. Pedagang yang TIDAK BISA DITAWAR adalah penjual roti. Promosinya: "Roti tawar... roti tawar..." tapi tidak boleh ditawar.

  2. Pedagang yang PALING NEKAT adalah penjual gas. Sudah tahu jalanan menurun masih saja bilang "Gas... gas..." bukannya "Rem...rem..."

  3. Pedagang yang KURANG KERJAAN adalah penjual nasi goreng. Nasi sudah matang masih saja digoreng.

  4. Pedagang yang TIDAK KENAL KATA MENYESAL adalah penjual bubur. Nasi sudah menjadi bubur masih dijual juga.

  5. Pedagang yang PALING ANEH adalah pedagang ikan. Ikan mati dibilang ikan segar.

  6. Pedagang yang TIDAK BELAJAR MATEMATIKA yaitu tukang cetak foto. Ditanya 3X4 berapa, dia jawab 500.

Tim i-Humor's picture

ALASAN LAMARAN DITOLAK (IV)

Mengapa surat lamaran kerja ditolak? karena bahasanya sok akrab:

Dengan hormat,

Hai, apa kabar nih? Baik-baik aja khan? Saya juga dalam keadaan sehat wal afiat ketika menulis surat ini, semoga Bapak juga baik-baik aja seperti saya di sini. Ngomong-ngomong gimana kabar anak-anak, sehat kan? Istri Bapak pasti makin cantik aja... salam ya buat mereka. Oya, hampir lupa nih, saya bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan Bapak.

Tim i-Humor's picture

ALASAN LAMARAN DITOLAK (III)

Karena terlalu banyak singkatan yang menyesatkan seperti contoh di bawah ini:

Dgn hrmt,

Ttrk dng ikl lwg krj yg dmt pd srt kbr Kamps, tgl 10 Mei yg ll, mk sy mbrnkn diri utk mengisi lwg pek yg Bpk bthkn. Brkt ini sy lmprkn cv sy dan srt-srt ref dr tmpt krj sy yg lm. Sy percy pnglman krj sy dpt bergn bg prshsn di tmpt Bpk. Sy mau bkrj krs dan jjr. Trm ksh utk ksmptn interview yg dibrkn kdp sy. Sy tdk akn mngcwkn Bpk.

Hrmt sy.

Pelajaran: Jika ingin menyampaikan sesuatu, sampaikanlah dengan benar, jangan menyesatkan supaya kamu sendiri tidak menjadi sesat.

Tinggalkan Komentar