Humor Pekerjaan

Tim i-Humor's picture

INI TIDAK ADIL

Di suatu lokasi, hiduplah seorang pria yang sangat malas. Ia merasa bahwa tidak ada pekerjaan yang cocok untuknya. Saat ia menikah, ia berkewajiban memenuhi kebutuhan keluarganya. Akhirnya, ia mencari-cari pekerjaan yang tidak harus menggunakan pikiran, tetapi fisik saja.

Ia pun bertanya-tanya ke tetangganya tentang lowongan pekerjaan semacam itu. Si tetangga menyarankan untuk menjadi penjaga kubur di pemakaman. Karena menganggap itu pekerjaan yang mudah, ia pun menerima pekerjaan itu.

Tim i-Humor's picture

PERINGATAN TERAKHIR

Lisa adalah sekretaris kesayangan bosnya. Dia selalu datang terlambat ke kantor. Setiap kali terlambat, dia beralasan bahwa arlojinya yang lambat. Bos yang mengasihinya itu sering memberi dia kesempatan.

Suatu pagi, Lisa datang terlambat lagi. Itu sudah yang ke-8 kalinya. Bos sangat marah. Dia berteriak, "Lisa, jika kamu tidak mengubah arlojimu, Aku yang akan mengubah sekretarisku!"

Tim i-Humor's picture

SALAH MASUK

Dua orang pengamen tidak menyadari bahwa mereka telah menaiki bus yang dipakai untuk antar jemput jemaat gereja di suatu kota besar.

Pengamen 1: Waduh... Penumpangnya pada bawa Alkitab, nih!

Pengamen 2: Iya nih, nyanyi lagu apa ya?

Pengamen 1: Lagu-lagu gereja aja!

Pengamen 2: Kamu hafal lagu apa?

Tim i-Humor's picture

ADA BUBUR DALAM RANTANG KOSONG

Bu Ratna adalah wanita tua yang kaya raya, dan juga terkenal karena kekikirannya. Pada suatu hari, ia menyuruh pembantunya membeli bubur tanpa memberinya uang. Pembantunya bertanya, "Nyonya, bagaimana saya dapat membeli bubur tanpa uang?"

Si Nyonya menjawab dengan marahnya, "Setiap orang dapat membeli sesuatu dengan uang. Hanya orang bijaksanalah yang dapat membeli bubur, tanpa harus membayarnya."

Tim i-Humor's picture

ADA DI LAUT

Jim bekerja sebagai pelayan di sebuah kapal kecil. Suatu pagi, ia memecahkan cangkir kopi kesayangan sang kapten dan dia pun ketakutan. Giliran ia membawa sarapan untuk sang kapten, ia berkata, "Kapten, bolehkah saya mengajukan pertanyaan?"

"Tentu saja, boleh," kata kapten, "Apa itu?"

"Apakah suatu benda dikatakan hilang jika Anda tahu di mana benda itu berada?" kata Jim.

"Tentu saja tidak," kata sang kapten.

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (6)

Gatot: Punya mertua?
Pelamar 7: Punya....

Gatot: Pengusaha kaya?
Pelamar 7: Iya....

Gatot: Kamu tidak diterima.

Pelamar 7: Alasannya?
Gatot: Mertuamu saja tidak mau mempekerjakan kamu.

Pelamar 7: Tapi... sebetulnya, mertua saya tidak kaya.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 7: Alasannya....

Gatot: Nanti kamu sering minta naik gaji dengan alasan untuk membantu mertuamu.

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (5)

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 6: Punya....
Gatot: Yang keberapa?
Pelamar 6: Pertama....
Gatot: Kamu tidak diterima.

Pelamar 6: Alasannya?

Gatot: Lha, kamu cari pacar saja baru dapat satu.

Pelamar 6: Mmm... sebetulnya, saya sudah sering gonta-ganti pacar.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 6: Alasannya?

Gatot: Nanti kamu hanya gonta-ganti pekerjaan dan keluar dari sini.

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (4)

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 5: Punya....

Gatot: Dia ganteng?
Pelamar 5: Iya....

Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 5: Alasannya?

Gatot: Nanti kerjamu tidak tenang. Takut pacar kamu digaet cewek lain.

Pelamar 5: Eh, sebetulnya pacar saya tidak ganteng.
Gatot: Makin tidak saya terima.

Pelamar 5: Alasannya.

Gatot: Cari pacar ganteng saja tidak becus, apalagi mau kerja di sini!

Tim i-Humor's picture

SURAT CINTA DARI PASIEN

Di kereta, Adi duduk bersebelahan dengan seorang dokter yang sedang membaca surat sambil menangis.

Adi: Mengapa menangis, Dok?
Dokter: Ini, Mas. Saya baca surat cinta dari pasien saya. (Sambil menyodorkan surat cinta beserta foto pengirimnya.)

Adi (heran): Kenapa Dokter sedih? Dari fotonya, pasien dokter ini terlihat cantik dan muda.

Dokter (sambil menahan tangis): Usia saya sudah kepala empat, tapi susah dapat pendamping. Tidak ada perempuan yang mau sama saya. Tapi sekalinya ada wanita yang bilang saya ganteng dan tertarik pada saya, dan itu adalah pasien saya.

Adi: Sudahlah, Dok. Apakah kode etik Dokter melarang berpacaran dengan pasien?
Dokter: Tidak, sih.... (sambil menghela napas)

Adi: Apakah dia bersuami?
Dokter: Belum, bukan itu masalahnya.

Adi (makin berlagak menasihati): Nah, kenapa ragu? Toh, rumah sakit tempat Dokter bekerja tidak mungkin melarang seorang dokter menikah dengan pasiennya. Apa lagi?

Dokter: Mas... Mas ini tahu tidak saya kerja di rumah sakit mana?
Adi: Tidak, Dok. Memangnya di mana?

Dokter (sambil menangis): Mas, saya dokter di rumah sakit jiwa....

Adi (dengan polosnya): Apa salahnya dicoba dulu, Dok!

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (2)

Gatot: Kamu melamar sebagai apa?
Pelamar 3: Sekretaris, Pak.

Gatot: Kamu merasa cantik tidak?
Pelamar 3: Sepertinya begitu.

Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 3: Alasannya?

Gatot: Nanti para manajer jatuh cinta sama kamu, bikin perkara!

Pelamar 3: Sebetulnya, saya merasa tidak cantik.
Gatot: Makin tidak saya terima.

Pelamar 3: Alasannya?

Gatot: Tidak enak dipandang!

Tim i-Humor's picture

PENGASONG KORAN

"Koran, Bu. Beritanya masih hangat," ujar seorang pengasong di perempatan jalan.

"Saya tidak suka baca koran."

"Buat kipas-kipas agar tidak gerah 'kan bisa, Bu...."

"Saya tidak perlu kipas-kipas. Mobil saya ini sudah ada AC-nya."

"Buat bungkus kue, alas lemari, atau dibakar kalau nanti sudah sampai di rumah, 'kan juga bisa, Bu...."

Tim i-Humor's picture

ALASAN MENOLAK PELAMAR (1)

Direktur HRD sudah mendapatkan sekretaris yang diinginkan, sehingga menugaskan asisten HRD, si Gatot, untuk meneruskan wawancara pelamar yang tersisa. Perintahnya adalah menolak semua pelamar yang tersisa. Dengan sangat percaya diri dan penuh semangat, Gatot melaksanakan tugasnya. Satu persatu pelamar dipanggilnya.

Gatot: Kamu minta digaji berapa?
Pelamar 1: Dua juta.
Gatot: Terlalu tinggi.

Pelamar 1: kalau begitu, satu juta saja.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 1: Alasannya?

Gatot: Perusahaan ini tidak menerima staf murahan.

Satu jam berikutnya...

Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 2: Punya, Pak.
Gatot: Di mana?
Pelamar 2: Di luar negeri.
Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Nanti kamu hanya telepon ke pacarmu terus, mahal, SLI.
Pelamar 2: Minggu depan pacar saya sudah pulang.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Lha, kamu nanti sering membolos untuk menemui pacar kamu.

Tim i-Humor's picture

MENGUKUR TIANG

Roni berjalan-jalan di suatu daerah dekat tempat tinggalnya. Ia melihat Badu berusaha sekuat tenaga memanjat sebuah tiang dan membawa alat pengukur.

Roni: Hei, sedang apa kamu!?

Badu: Bosku menyuruhku mengukur tiang ini!

Roni: Mengapa tidak kau letakkan saja tiangnya di bawah?

Badu: Dia (bos) meminta ukuran tingginya, bukan panjangnya!

Tim i-Humor's picture

TIDAK, TERIMA KASIH

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya 7 digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu, halaman rumah ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak, terima kasih.

Pemilik toko: Tapi, tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk ibu tadi!

Tim i-Humor's picture

PEMULA TAK TAHU DIRI

Seorang pengurus klub sepak bola tengah mewawancarai calon kiper.

Pewawancara: Jadi, Anda ingin bergabung dengan kami, sebagai kiper?
Calon kiper: Ya.

Pewawancara: Berapa gaji yang Anda minta?
Calon kiper: Saya minta 10 juta sepekan.

Pewawancara: Wah, tinggi sekali. Apakah Anda punya pengalaman?
Calon kiper: Ngg..., Saya belum pernah jadi kiper.

Pewawancara: Lho, Anda ternyata belum berpengalaman jadi kiper, tapi mengapa ingin digaji 10 juta sepekan?

Calon kiper: Ya wajarlah. 'Kan, pekerjaan saya jauh lebih sulit karena saya belum tahu apa-apa dan belum pernah melakukannya.

Tinggalkan Komentar