PERCUMA

Tim i-Humor's picture

Sepulang dari berkunjung ke Kuala Lumpur, teman saya bercerita bahwa meski dikatakan satu rumpun bahasa, namun kedekatan bahasa itu kadang malah membuatnya bingung dan bahkan tertawa-tawa sendiri. Salah satunya adalah ketika ia melihat sebuah spanduk besar:

"SEKOLAH UNTUK PERCUMA!!"

Apakah spanduk itu ditulis oleh siswa yang baru didrop out oleh sekolahnya? Ataukah spanduk itu mewakili ungkapan perasaan para sarjana yang setelah lulus malah banyak jadi pengangguran seperti di Indonesia? Ataukah sistem pendidikan di negara jiran tersebut sedemikian buruk? Jawaban pun baru didapat setelah ia menanyakan hal itu pada pemandunya, dan ternyata semua perkiraan itu salah. Yang terjadi malah sebaliknya, kata "percuma" dalam bahasa Malaysia berarti "gratis". Jadi artinya pemerintah Malaysia malah lebih menaruh perhatian kepada dunia pendidikan karena toh, disana sudah ada sekolah gratis alias tak usah bayar! Ah kok jadi iri...

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. (Amsal 14:30)

Kiriman dari Ary Cahya Utama <ary(at)>.

Tinggalkan Komentar