PENCIPTAAN

Tim i-Humor's picture

Pada hari pertama, Tuhan menciptakan seekor sapi! Dia berkata kepada sapi itu. "Sah Pie! (sapi), hari ini Aku menciptakan kamu sebagaimana adanya kamu! Kamu harus bekerja di ladang dengan petani sepanjang hari.
Kamu harus menguras tenaga untuk membajak sawahnya. Di samping itu kamu juga harus menyediakan susu untuk diminum. Kamu akan bekerja sepanjang hari di bawah terik matahari! Sebaliknya, kamu hanya bisa makan rumput!! Aku akan memberi waktu untuk hidup selama 50 tahun.

Sah Pie protes. "Apa?! Saya bekerja begitu keras dan hanya bisa makan rumput saja?! Dan hidup selama 50 tahun?! Bolehkan saya hanya hidup 20 tahun saja?? Dan 30 tahun saya berikan kepadaMu, ok? Mo ..... Mo ....."

Akhirnya, Tuhan setuju.

Pada hari kedua, Tuhan menciptakan seekor anjing.

Tuhan berkata kepada anjing itu, "Aan Jieng! (anjing), seperti apa adanya kamu, kamu harus duduk sepanjang hari di depan pintu rumahmu! Semua orang yang datang ke rumahmu, kamu harus menggonggong(i) mereka!! Sementara kamu akan makan sisa2x makanan tuanmu, dan kamu akan hidup selama 20 tahun!"

Aan Jieng protes. "Apa?! Sepanjang hari duduk di depan pintu?! Harus menggonggong(i) orang?! Ngga usah lah yao... 10 tahun hidup, saya mau. Dan 10 tahun lainnya saya berikan kepadaMu!?"

Akhirnya, Tuhan pun setuju.

Pada hari ketiga, Tuhan menciptakan seekor monyet. Ia berkata kepada monyet itu, "Maon Yeti (monyet), pekerjaanmu sebagai monyet adalah menghibur orang. Kamu harus membuat mereka tertawa dengan gaya dan mukamu.
Kamu juga harus bisa melakukan salto supaya mereka terkagum2x kepadamu.
Sementara itu, kamu hanya makan pisang, dan Aku akan memberimu hidup 20 tahun.

Maon Yeti protes. "Apa?! Membuat mereka tertawa?! Melakukan atraksi dengan gaya dan muka lucu?! Apalagi, harus bisa salto? Itu tidak gampang! Berikan saya 10 tahun dan 10 tahun lainnya saya berikan kepadaMu.

Tuhan pun setuju dengan tawaran Maon Yeti.

Pada hari yang keempat, Tuhan menciptakan manusia dan berkata kepadanya, "Kamu! Manus Siale! Kerjamu adalah tidur, makan, tidur, main, makan, tidur, main dan tidak bekerja apa pun sepanjang hari. Kamu akan makan apa saja yang ada di dunia ini dan bermain apa saja yang kamu senangi dalam hidupmu. Semua yang kamu perlukan hanya menikmati, menikmati, menikmati dan tidak bekerja apa pun. Itulah hidupmu. Dan aku berikan 20 tahun untuk kamu.

Manus Siale protes. "Apa?! Betapa enaknya hidup sepeti itu! Makan, main, tidur, tidak bekerja?!
Menikmati apa saja dan Engkau memberikan waktu untuk hidup 20 tahun?! Ngga lah yao...! Ok! Bagaimana kalau kita buat kesepakatan? Karena si Sah Pie mengembalikan 30 tahun, Aan Jieng mengembalikan 10 tahun dan Maon Yeti mengembalikan 10 tahun, biar saya saja yang mengambil waktu hidup mereka itu?! Jadi, waktu hidup saya selama 70 tahun, kan?"

Tuhan pun setuju dengan tawaran si Manus Siale.

AKHIRNYA, ITULAH SEBABNYA....

Di 20 tahun pertama, kita hanya makan, tidur, main dan menikmati apa saja dan tidak bekerja. Kemudian selama 30 tahun kita bekerja sepanjang hari, menderita dan harus menanggung keluarga. Setelah itu, 10 tahun kemudian kita menjadi tua, capek dan tinggal di rumah, duduk di depan pintu rumah dan menggonggong(i) orang.
Dan 10 tahun terakhir, kita hanya bisa menghibur cucu2x kita dengan gaya dan wajah lucu (monyet) bahkan sampai harus melakukan salto supaya mendapatkan perhatian mereka.

Kiriman: "leo" <leo@> Terjemahan: bs.

Tinggalkan Komentar