NILAI NOL

Tim i-Humor's picture

Dengan wajah merah padam, nyonya Santi menyerbu masuk ke ruang Kepala Sekolah.
"Saya ingin tahu," katanya dengan gigi gemeletuk, "Mengapa anak saya, Susi, diberi nilai nol untuk ujian bahasa?!"

"Tenang, tenang, Ibu," kata Kepala Sekolah. "Biar kita panggil guru bahasanya. Ia tentu punya alasan."

Beberapa saat kemudian datanglah guru yang dimaksud.

"Mengapa kau berikan nilai nol untuk ujian bahasa kepada Susi anakku?" tanya nyonya Santi sambil meremas-remas tangannya.

"Tidak ada pilihan lain," kata guru itu. "Ia memberikan kertas putih,
tak satu pun yang ditulisnya di sana."

"Itu bukan alasan," potong nyonya Santi dengan kasarnya.
"Setidak-tidaknya Anda ´kan bisa memberikan angka tujuh untuk kebersihannya itu."

karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. (Amsal 3:32)

Sumber: Banyolan Anak Raja 2, p. 23.

Tinggalkan Komentar