KONTES PEDANG

Tim i-Humor's picture

Dalam suatu kontes senjata tajam dunia, tiga orang finalis lolos. Jago pedang dari Spanyol, samurai Jepang, dan pendekar dari Indonesia.

Di babak final, semua peserta mesti unjuk kemampuan membunuh seekor lalat. Kotak penyimpan lalat dibuka, seekor lalat terbang dengan lincahnya. Sang jago pedang dari Spanyol menghunuskan senjatanya dan mengibasnya cepat. Tubuh lalat itu terpotong dua bagian. Penonton bersorak mengaguminya. Giliran sang samurai menghunuskan senjatanya. Dengan satu jurus secepat kilat, tanpa ampun tubuh lalat itu terbagi tiga bagian. Tepuk tangan penonton kembali membahana, memuji sang samurai.

Kini giliran sang pendekar silat Madura. Segera ia menghunus senjata khasnya clurit. Dengan konsentrasi tinggi beberapa detik, ia kibaskan clurit di udara menyambut lalat yang dilepas. Juri dan penonton yang sejak tadi menahan nafas, heran melihat lalatnya tetap utuh dan masih terbang. Melihat reaksi demikian, sang pendekar segera berkata, "Sampeyan jangan salah sangka, itu lalat baru saja saya sunat."

Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, (Kolose 2:18)

Sumber: Kiriman <yusuf-ucup@>.

Tinggalkan Komentar