Yesaya

Tim i-Humor's picture

SI TUA FRED

Si Tua Fred adalah seorang Kristen yang taat. Saat ini dia terbaring di rumah sakit, sekarat. Keluarganya lalu memanggil Pendeta untuk mendampinginya di saat-saat terakhir.

Saat Pendeta itu berdiri di samping ranjang, kondisi Si Tua Fred tampak memburuk dan dia menggerak-gerakkan tangannya dengan kalut, meminta kertas untuk menuliskan sesuatu.

Pendeta itu dengan penuh kasih sayang memberikan pena dan kertas pada Si Tua Fred, yang dengan sisa tenaga yang dimilikinya menuliskan sesuatu, kemudian meninggal.

Pendeta itu berpikir tidaklah baik untuk membaca pesan Si Tua Fred saat itu juga, maka dia menyimpan kertas tersebut di saku jasnya.

Tim i-Humor's picture

LIFT

Seorang anak desa dan ayahnya mengunjungi sebuah mall. Mereka takjub melihat segala sesuatu yang ada di sana. Tapi yang terutama, mereka heran melihat sepasang dinding perak mengkilap yang dapat membuka dan menutup dengan sendirinya.

Si anak bertanya, "Itu apa, Pak?"

Si bapak (yang belum pernah melihat lift) menjawab, "Nak, bapak juga belum pernah melihat barang yang seperti ini seumur hidup. Bapak kagak tahu."

Ketika bapak dan anak memperhatikan benda itu dengan kagum, seorang wanita tua, yang tidak terlalu menarik dan agak gemuk, berjalan menuju dinding bergerak itu dan menekan sebuah tombol. Dinding perak itu terbuka dan wanita tua itu berjalan memasuki sebuah ruangan sempit.

Tim i-Humor's picture

TOLONG...!!!

Suatu kali ada seorang pendaki bukit sedang mendaki sebuat tebing. Pada saat dia mendaki tiba-tiba saja dia jatuh, Oh ...... Tapi untungnya dia memperoleh sebuah pohon yang sudah mati dan tinggal kayunya saja. Dan dia berpegangan pada pohon itu dan hatinya deg degan....

Kalau saja dia jatuh, dia pasti mati karena di bawah adalah sebuah lautan yang sangat dalam, karena bukit ini ada dipinggir laut.
Pada saat yang krisis itu, dia berteriak sekuat tenaga, Tolong !!!! Tolong !!!!
Setelah itu ada suara dari atas yang berwibawa dan disertai guntur dan kilat. Suara itu berkata : Lepaskan tanganmu dan Aku akan menolongmu. tetapi orang itu melihat ke bawah ternyata ada seekor ikan hiu yang sudah siap menyantap. Orang itu berkata lagi : "Tolong !!!! siapa lagi
yang ada diatas ???

Tim i-Humor's picture

LAMPU MERAH, STOP!!!

Seorang pemuda, pengendara sepeda motor, sedang melaju dengan kecepatan 180 km/jam melintasi jalan raya di tengah kota. Ketika ia melihat di depannya ada sebuah perempatan, dan lampu pengatur LaLin- nya menunjukkan warna kuning, iapun menambah gasnya, hingga pada waktu lampu merah menyala, ia terus melaju tanpa berhenti. Akibatnya, sang petugas, polisi LaLin, mengejar sang pemuda itu karena telah menerjang Lampu merah.

Beberapa lama kemudian, tertangkaplah sang pemuda itu oleh polisi yang mengejarnya. Dan, polisi itu berkata, "Selamat siang, Mas!"

Tim i-Humor's picture

KERETA API

Joni dan temannya Bili baru pertama kali ini naik kereta api. Saat ini mereka ditemani oleh ibunya Bili. Seorang pedagang asongan datang ke kursi mereka menawarkan permen yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Ibunya Bili membelikan mereka masing-masing satu.

Joni kecil segera membuka bungkusnya dan memasukannya sedikit demi sedikit ke mulutnya sementara kereta terus berjalan masuk ke sebuah terowongan. Saat kereta sudah keluar dari terowongan tersebut, ia melihat ke Bili dan berkata, "Kalo aku jadi kamu, aku ga akan memakannya."

"Kenapa?" tanya Bili.

Tim i-Humor's picture

BANTUAN

Suatu desa sedang tertimpa musibah banjir. Di dekat desa itu ada sebuah gereja besar dan megah yang beberapa jemaatnya adalah warga desa tersebut.

Seorang wartawan yang meliput musibah itu mewawancarai pendeta gereja tersebut.

Wartawan: "Bantuan apa yang telah gereja ini berikan untuk desa yang tertimpa musibah?"

Pendeta : "Doa!"

Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah hatimu!" (Yesaya 41:6)

Tim i-Humor's picture

MAK EPIH dan MAK IPEH

Mak Epih dan Mak Ipeh adalah dua nenek yang sudah sama-sama pikun yang telah bersahabat selama puluhan tahun. Sejak muda, mereka telah mengalami banyak hal bersama. Namun karena usia, lama-lama kegiatan yang dapat mereka lakukan bersama hanya tinggal satu: main kartu.

Satu hari saat sedang main kartu bersama, seperti wajarya orang main kartu, sambil memandangi kartu yang dipegangnya, keduanya juga sering saling melirik satu sama lain.

Setelah lama saling melirik, mak Epih berkata, "Jangan marah dulu loh ya .... Aku tahu kita memang sudah bersahabat lama ... tapi kali ini aku kok tiba-tiba lupa namamu. Aku sudah coba mengingat-ingat tapi kok masih lupa juga, tolong bantu aku, katakan siapa namamu ...."

Tim i-Humor's picture

PAMERAN LUKISAN

Suatu hari seorang direktur perusahaan yang sangat besar di dunia pergi melihat pameran lukisan-lukisan. Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya untuk menuntunnya.

Direktur: "Wah, lukisan ini apik benar. Gambar ikannya bener-bener hidup."
Ajudan : "Shttt .... Jangan keras-keras, Pak. Itu gambar buaya."

Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.

Direktur: "Gambar Gajah ini benar-benar gagah."
Ajudan : "Shttt .... Jangan keras-keras Pak. Itu gambar banteng!"

Tim i-Humor's picture

CARA MAKAN

Seorang pelayan restoran kelas internasional hapal betul iapa saja tamu yang telah selesai makan di restoran tersebut walaupun bukan ia yang melayaninya.

Rahasianya?...

Kalau terlihat piring, sendok, mangkok dan lainnya berantakan di meja, itu artinya yang makan orang Amerika yang cuek dan kasar.

Kalau terlihat susunan piring, mangkok dan sendok berbaris rapi seperti militer, itu artinya tamunya adalah orang Israel.

Kalau sendok dan garpu bertindihan, piring dan mangkok juga bertindihan, itu artinya yang makan orang Perancis yang romantis.

Tim i-Humor's picture

HARI TUHAN SUDAH DEKAT!!

Di masa bangsanya masih berjaya, seorang Raja Viking -yang suka mabuk- ditemani oleh ajudannya sedang duduk2x di sebuah kedai hendak memesan minuman,

"Mari kita minum dua botol bir dan wishky!", kata raja Viking kepada ajudannya.

"DUA BOTOL BIR DAN WISHKY!!!", teriak si kepala suku kepada pelayan kedai.

Sementara mereka menunggu minuman yang belum di- antar, tiba2x, ada seorang pria berpakaian jubah hitam, ia seorang pendeta, berdiri di depan raja Viking dan ajudan itu sambil membawa papan kayu yang bertuliskan :

Tinggalkan Komentar