Mazmur

Tim i-Humor's picture

APA YANG AKAN MEREKA KATAKAN?

Tiga orang sahabat meninggal karena mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk.

Tim i-Humor's picture

SALAH AMBIL

Seorang misionaris sedang dalam perjalanan menuju pedalaman Papua bersama seorang anggota pramuka dan pengusaha dengan menggunakan pesawat.

Tim i-Humor's picture

SALAH MASUK

Dua orang pengamen tidak menyadari bahwa mereka telah menaiki bus yang dipakai untuk antar jemput jemaat gereja di suatu kota besar.

Pengamen 1: Waduh... Penumpangnya pada bawa Alkitab, nih!

Pengamen 2: Iya nih, nyanyi lagu apa ya?

Pengamen 1: Lagu-lagu gereja aja!

Pengamen 2: Kamu hafal lagu apa?

Tim i-Humor's picture

MASIH 10 MENIT LAGI

Seorang lelaki berpakaian jas lengkap dan perlente sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat. Tiba-tiba seorang anak membawa seekor anjing muncul di hadapannya dan bertanya, "Maaf, Om. Boleh tanya 'kan. Sekarang ini pukul berapa, sih?"

Lelaki tersebut melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tangannya dan berkata, "Sekarang pukul tiga kurang seperempat."

Si anak mengucapkan terima kasih, lalu berkata, "Tepat pukul tiga nanti Om boleh mencium anjing saya," katanya sambil melarikan diri. Lelaki perlente tersebut merasa dilecehkan lalu mengejar si anak dan anjingnya untuk memberikan pelajaran.

Ketika sedang berlari mengejar, seorang rekan kantor menghentikannya, "Ada apa kamu lari-lari begitu?" tanyanya.

Sambil menunjuk si anak, lelaki perlente itu bercerita, "Anak itu bertanya pukul berapa, lalu aku jawab pukul tiga kurang seperempat. Eee, dia bilang pukul tiga tepat, aku boleh mencium anjingnya."

Temannya melihat jam dan berkata, "Lho, masih 10 menit lagi, kenapa buru-buru?"

Tim i-Humor's picture

SARUNGKU JATUH

Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya. Pada suatu hari, nenek menyuruh cucunya yang baru pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.

Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu, sang nenek menyuruh cucunya.

Nenek: "Cucuku, tolong kamu panjatin pohon mangga di depan rumah, nenek ingin makan mangga."
Cucu: "Iya Nek, mau memetik berapa?"
Nenek: "Dua buah saja, cukup. Hati-hati ya!"

Dengan tetap memakai sarung, sang cucu memanjat pohon mangganya. Selang beberapa saat terdengar suara, "buk...!"
Sang nenek menghitungnya,
Nenek: "Satu..."

Beberapa saat kemudian terdengar lagi, "gedebuk...!"
Pikir Nenek, "Dua.... Tapi kok suaranya keras sekali?"
Nenek: "Cu, itu suara apa yang jatuh?"

Sambil meringis,

Cucu: "Sarungku yang jatuh, Nek!"
Nenek: "Kok keras sekali?"
Cucu: "Iya, sarungnya masih kupakai, Nek!"

Tim i-Humor's picture

LIMA PEMUDA PEMBERANI

Seorang preman mendatangi empat pemuda yang baru pulang dari gereja. Ia bermaksud untuk meminta uang kepada mereka.

"Siapa di antara kalian yang berani, hah?" gertaknya.

Pemuda pertama berkata, "Saya."

Pemuda kedua, ketiga, dan keempat berdiri lalu serentak berkata, "Saya juga."

Si preman jadi gentar. Ia kemudian berkata dengan suara keras, "Bagus, bagus. Kalau begitu kita adalah lima orang pemuda pemberani!"

Tim i-Humor's picture

MARAH

Suami: "Mam, kalau Papa marah sama Mama, kok Mama tidak pernah balas marah-marah? Apa sih rahasianya sehingga Mama bisa menguasai diri?"

Istri: "Mama melampiaskannya dengan membersihkan toilet."

Suami: "Kok bisa, apa hubungannya membersihkan toilet dengan melampiaskan marah?"

Istri: "Mama membersihkan toilet pakai sikat gigi Papa."

Tim i-Humor's picture

SALAH PUTAR

Sebuah percakapan telepon:

A: "Hallo, benarkah ini dua dua tiga tiga dua dua?"
B: "Bukan, Pak. Di sini dua ratus dua puluh tiga ribu tiga ratus dua puluh dua."

A: "Oh, maaf. Saya salah putar."

Tim i-Humor's picture

ANAK YATIM

Faqih: "Eh, ... Bet! Mana kalimat berikut yang benar?
a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya.
b. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya."

Albet: "Pasti... a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!"
Faqih: "Salah."

Albet: "Lalu apa?"
Faqih: "Tidak ada yang benar, anak yatim mana punya ayah?"
Albet: "@#%&@$"

Tim i-Humor's picture

BOLEH JUDI TAPI JANGAN CURANG

Empat orang telah bersepakat untuk menunggu Natal menjelang dengan bermain judi.

Sebelum permainan dimulai, sambil mengocok kartu, si bandar judi berkata, "Dalam permainan nanti tidak boleh ada yang main curang. Ingat, curang itu dosa, apalagi ini malam Natal!"

Tim i-Humor's picture

CINCIN BERLIAN

Seorang istri merajuk kepada suaminya agar dibelikan mobil sebagai hadiah Natal. Tetapi si suami malah membelikannya cincin berlian yang luar biasa indahnya. Teman si suami terheran-heran dengan pilihannya.

Diam-diam dia bertanya, "Mengapa kamu justru membelikan istrimu cincin berlian, bukannya mobil?"

Si suami tersenyum, "Susah mencari mobil palsu."

Tim i-Humor's picture

MENIRU DONGENG "GADIS PENJUAL KOREK API"

Seorang gadis penghuni panti asuhan merasa hidupnya tidak dicintai. Saat malam Natal yang dingin tiba, dia berusaha meniru apa yang dilakukan "gadis penjual korek api," dengan harapan akan dikasihani. Dia meninggalkan panti asuhan lalu berjalan ke sekitar tempat itu. Kemudian dia duduk di depan rumah yang paling bagus di daerah itu. Sambil menyalakan korek, dia menangis tersedu-sedu.

Karena merasa tidak diperhatikan, ia mengulangi hal yang sama. Sampai berpuluh-puluh korek api dia nyalakan, tetap tidak ada respons dari pemilik rumah. Tidak berapa lama, si pemilik membuka pintu karena mendengar suara orang menangis. "Yes! Akhirnya dia iba padaku!" Batinnya.

Pemilik rumah mengamati gadis itu, lalu berkata, "Hei kamu! Kamu main api mau bakar rumah saya, ya!! Ayo pergi! Pergi!!"

Tim i-Humor's picture

LAGI MAKAN

Ada 2 ekor lalat hinggap pada kotoran sapi.

Lalat 1: "Aku punya cerita lucu loh...."
Lalat 2: "Ceritain aja, tapi jangan yang jorok-jorok yah, soalnya aku baru makan nih...."

Tim i-Humor's picture

BOM

Ada seorang wartawan yang sedang mewawancarai seorang pendeta yang gerejanya dibom. Puji Tuhan ketika dibom gereja itu kosong sehingga tidak ada korban.

Wartawan: Bagaimana perasaan Bapak setelah gereja Bapak dibom?
Pendeta: Wah, Tuhan itu sangat baik Mas, dan saya sangat bersyukur.
Wartawan: Lho, mengapa Pak Pendeta malah senang?

Pendeta: Tenang dulu. Memang gereja itu sudah ingin kami renovasi, maka bom itu mememudahkan kami untuk membongkarnya.

Tim i-Humor's picture

DIKERJAIN

Pada suatu hari
Penelepon: Halo. Apakah ini kediaman Chow Yun-fat?

Pelayan: Maaf, Anda salah sambung, ini kediaman Keluarga Lin. (Telepon ditutup)

Tidak lama kemudian
Penelepon: Halo. Apakah ini kediaman Chow Yun-fat?
Pelayan: Salah sambung! Ini kediaman Keluarga Lin. (Telepon ditutup)
Beberapa saat kemudian
Penelepon: Halo.

Pelayan: Lagi-lagi kamu! Awas ya! Walau saya cuma pelayan, tapi bisa lapor polisi!

Penelepon: Apakah ini kediaman keluarga Lin?

Pelayan: Aduh ... maaf, maaf... tadi soalnya ada beberapa kali salah sambung. Mau cari siapa?

Penelepon: Chow Yun-fat.
Pelayan: ??!!@#@$!! (Telepon ditutup)
Sejenak kemudian
Penelepon: Halo.
Pelayan: Kamu lagi...kamu lagi...!!!
Penelepon: Saya Mr. Lin

Pelayan: Aduh! Maaf, tuan! Maaf, dari tadi ada orang gila telepon ke sini berkali-kali. Ada perlu apa tuan?

Penelepon: Panggilkan Chow Yun-fat.
Pelayan: ...(pingsan)... (Telepon ditutup)
Akhirnya
Penelepon: Halo!
Pelayan (Oh, ini suara yang berbeda): Mau cari siapa, tuan?
Penelepon: Ini kediaman Keluarga Lin?
Pelayan: Iya, betul.
Penelepon: Saya Chow Yun-fat. Tadi ada orang cari saya?

Tinggalkan Komentar