Ayub

warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/sabda/public_html/humor/sites/all/modules/cck/content.module on line 1333.

n/a
Tim i-Humor's picture

ROTI

Waktu itu ada penjual roti lewat, terus temen gue, Cemplon manggil, kontan penjual roti itu nyamperin kita yang lagi duduk-duduk santai di taman deket rumah.

Tim i-Humor's picture

MANFAAT WORTEL

Seorang guru SD sedang mengajarkan pelajaran IPA kepada murid- muridnya, tepatnya tentang manfaat wortel bagi kesehatan mata. Kemudian guru tersebut bertanya kepada anak didiknya.

Tim i-Humor's picture

BULAN ATAU MATAHARI

Nasruddin sedang ngobrol dengan teman-temannya. Dia bertanya kepada temannya, "Mana yang lebih penting, bulan atau matahari?"

Tim i-Humor's picture

KOK KOSONG?

Seorang pengusaha kaya menunjukkan kepada tamunya halaman belakang rumahnya. Tamu itu bertanya, "Kenapa Anda sampai memiliki tiga kolam renang?"

Tim i-Humor's picture

LIMA RATUS

"Bu, boleh saya minta uang Rp. 500 untuk bapak tua yang menjerit-jerit di luar itu, Bu?"

Tim i-Humor's picture

PERBEDAAN HARGA

Di sebuah toko penjual burung, ada 2 burung Kakatua.

Tim i-Humor's picture

TEST PEMAHAMAN ALKITAB

Suatu sekolah bermaksud menguji sinyalemen bahwa pengetahuan Alkitab anak-anak muda sekarang sangat kurang. Untuk itu dibuatlah suatu test bagi siswa-siswi sekolah itu.

Tim i-Humor's picture

LILIN

Seorang turis sedang makan di sebuah rumah makan. Dia bertanya kepada pemilik rumah makan tersebut, "Buat apa menyalakan lilin di siang hari begini?"

"Untuk lalat, Tuan."

"Wah, hebat!! Bangsa Anda memang benar-benar baik hati. Bukan cuma manusia, lalat pun diberi penerangan sendiri."

Itulah sebabnya Ia ditakuti orang; setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya." (Ayub 37:24)

Tim i-Humor's picture

LEBIH KAYA

Usrok dan Cuplis sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.

Usrok : "Bokap gua kaya banget, dia bentar lagi mau beli Laut Jawa!"

Cuplis: "Oya???? Kalau gitu gua akan bilang sama bokap gua supaya Laut Jawa jangan jadi dijual!!"

(41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku. (Ayub 41:11)

Kiriman: Raymo

Tim i-Humor's picture

BOCAH NAKAL

Dua orang bocah tengah bermain dengan bola baru di halaman rumah mereka. Tiba-tiba terdengar suara nyaring dari dalam rumah.

"Hei...! Darimana kalian mendapat bola itu?" teriak ibu mereka.
"Kami menemukannya, Bu." jawab salah seorang bocah itu.

"Apakah kalian yakin bola itu memang punya orang yang hilang?" tanya sang ibu.

"Tentu saja. Kami melihat ada orang yang sedang kebingungan mencarinya." jawab kedua bocah itu nyaris berbarengan.

Ia harus mengembalikan apa yang diperolehnya dan tidak mengecapnya; ia tidak menikmati kekayaan hasil dagangnya. (Ayub 20:18)

Tim i-Humor's picture

BERGABUNG

Anak I
:
"Kami akan bermain sepakbola. Maukah kamu ikut bergabung?"
Anak II
:
"Saya sih mau-mau saja, tapi saya tidak tahu apa-apa soal sepakbola."
Anak I
:
"Tidak masalah. Kami hanya butuh wasit kok ...."
Tim i-Humor's picture

MELESET

Striker (sambil bersungut-sungut): "Sebenarnya gawang lawan sudah kosong, namun tetap saja aku tidak bisa mencetak gol. Kalau begitu terus-terusan, bisa-bisa aku tendang diriku sendiri."

Manajer (yang marah dengan strikernya): "Tunggu apa lagi. Lakukan saja niatmu itu, berani taruhan tendanganmu nanti pasti juga akan meleset."

tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut. (Ayub 4:5)

Tim i-Humor's picture

SIKAP

Boy
:
"Aku sangat merasa tidak enak apabila di dalam sebuah bis yang penuh sesak aku melihat seorang perempuan berdiri."
Lily
:
"Lalu apa yang akan kaulakukan?"
Boy
:
"Menutup mataku."
Tim i-Humor's picture

SEKARAT

Seorang pria yang merasa penyakitnya semakin bertambah parah memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Setelah selesai menerima hasil pemeriksaan dokter berkata, "Ada kabar buruk mengenai penyakitmu, dan aku takut untuk mengatakannya." Lalu dokter itu melanjutkan, "Penyakitmu sangat parah dan hidupmu tidak akan lama lagi, terlalu singkat bahkan."

"Oh tidak ... berapa lama lagi umurku Dokter, tolong katakanlah!"
jawab si pria dengan wajah penuh kecemasan.

"Sepuluh ... " jawab dokter perlahan dan penuh dukacita

Tinggalkan Komentar