1 Tawarikh

Tim i-Humor's picture

PUKUL DIA LAGI, TUHAN

Gedung gereja tua yang hampir runtuh membutuhkan renovasi, jadi pengkhotbah menyampaikan permohonan dukungan dana, dengan melihat secara langsung kepada pria terkaya di kota itu.

Tim i-Humor's picture

TIDAK TERIMA PERSEMBAHAN DARI PENCURI

Sebuah gereja selalu menerima persembahan yang kecil dari anggota jemaatnya. Padahal, mereka tinggal di lingkungan yang cukup baik. Jemaatnya pun cukup berada.

Tim i-Humor's picture

BENAR-BENAR TIDAK MASUK AKAL

Ayah: Apa yang kamu pelajari hari ini di sekolah minggu?

Anak: Kami belajar tentang Musa dan rombongan orang Yahudi yang sedang dikejar oleh orang Mesir. Musa memerintahkan para insinyur untuk membangun sebuah jembatan ponton. Setelah orang-orang Yahudi menyeberang, ia mengirim para ahli bom untuk mengebomnya saat tank-tank Mesir melewati jembatan itu. Lalu ....

Tim i-Humor's picture

CAPE' DEH!

Seorang anak kelas satu SD tidak mau bergabung dengan teman-teman sebayanya yang dengan ceria ngobrol tentang liburan Natal.

"Apa kamu ngga suka liburan Natal?" tanyaku.

Tim i-Humor's picture

ANAKKU

Seorang wanita hendak naik bis sambil menggendong bayinya. Supir bus mengatakan,

Tim i-Humor's picture

SUKARELA

"Mengapa perolehan kolekte di tempat ini begitu sedikit, padahal warganya tergolong cukup makmur?"

Tim i-Humor's picture

HIDUP BERKELUARGA

"Bu, hari ini ada kenalan yang akan datang berkunjung ke rumah kita." kata sang suami kepada istrinya.

"Kau sembarangan. Lihat saja rumah kita, berantakan seperti kapal pecah. Lantai belum disapu. Pakaian kotor menumpuk di kamar mandi.
Masakanku hangus. Anak kita sedang diare. Aku juga belum mandi, masih dasteran begini. Tetapi kamu, malah enak-enakan mengundang kenalan kemari."

"Jangan marah dulu, sayang. Lupakan semuanya itu. Kenalanku ini mau menikah. Aku sengaja mengundang mereka, supaya mereka melihat hidup berkeluarga yang sesungguhnya."

Tim i-Humor's picture

PERSEMBAHAN

Pada hari Minggu seorang Bapak memberi anak laki-lakinya uang seribuan dan limaratusan.
"Masukkan uang seribuan ini dalam kantong persembahan," kata ayahnya.
"Lalu kamu gunakan uang limaratusan ini buat jajan."

Ketika anak itu pulang, ditangannya masih tergenggam uang seribuan.
"Mengapa kamu tidak memasukkan uang seribuan itu dalam kantong persembahan?" tanya ayahnya.
Anak itu menjawab, "Guruku mengatakan bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan suka cita. Aku lebih bersuka cita untuk memasukkan uang limaratusan dalam kantong persembahan daripada uang seribuan."

Tim i-Humor's picture

TAMBAL BAN DALAM

Seorang guru sekolah minggu sedang mengajar anak-anak sekolah minggu belajar bernyanyi. Pada saat sebelum waktu belajar selesai, sang guru memberikan waktu untuk anak-anak sekolah minggu yang ingin bernyanyi.

Ia berkata, "Anak-anak, siapa yang ingin bernyanyi hari ini? Lagunya bebas .... Nanti saya akan iringi dengan musik!"

Kemudian ada seorang anak sekolah minggu yang mengangkat tangannya.

Sang guru pun bertanya kepada anak ini, "Ya, kamu ... mau nyanyi apa?"

Dengan yakin sang anak berseru, "Tambal Ban Dalam!"

Tim i-Humor's picture

SOPIR BIS

Supir bus mengatakan,

"Wah, bayi anda adalah bayi yang paling jelek yang pernah saya lihat!".

Wanita tadi dengan marah membanting uang ongkos bis, di kotak uang dan mengambil tempat duduk di belakang. Lalu dia berusaha menenangkan diri.
Seorang pria yang duduk di sebelahnya menyadari bahwa wanita tadi sedang marah, dan menanyakan apa sebabnya. Wanita tadi menjawab,

"Supir bus itu menghinaku tadi!".

Dengan bijak sang pria mengatakan,

"Mengapa begitu? Tidak seharusnya supir bis umum seperti dia menghina penumpangnya".

Tinggalkan Komentar