1 Tawarikh

ANAKKU
Submitted by Team i-Humor on Sel, 04/13/2004 - 17:00.Seorang wanita hendak naik bis sambil menggendong bayinya. Supir bus mengatakan,
"Wah, bayi anda adalah bayi yang paling jelek yang pernah saya lihat!".
Wanita tadi dengan marah membanting uang ongkos bis, di kotak uang dan mengambil tempat duduk di belakang. Lalu dia berusaha menenangkan diri. Seorang pria yang duduk di sebelahnya menyadari bahwa wanita tadi sedang marah, dan menanyakan apa sebabnya. Wanita tadi menjawab, "Supir bus itu menghinaku tadi!".
Dengan bijak sang pria mengatakan, "Mengapa begitu? Tidak seharusnya supir bis umum seperti dia menghina penumpangnya".

SUKARELA
Submitted by Team i-Humor on Sel, 03/18/2003 - 17:00."Mengapa perolehan kolekte di tempat ini begitu sedikit, padahal warganya tergolong cukup makmur?"
"Karena kolekte itu sumbangan sukarela. Banyak orang yang sebenarnya rela tetapi sayangnya tidak suka. Sebaliknya banyak yang suka, tetapi sayangnya tidak rela."
Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. (1 Tawarikh 29:17)
Sumber: Merenung Sambil Tersenyum, Tersenyum Sambil Merenung (2), p.26.

HIDUP BERKELUARGA
Submitted by Team i-Humor on Rab, 05/30/2001 - 17:00."Bu, hari ini ada kenalan yang akan datang berkunjung ke rumah kita." kata sang suami kepada istrinya.
"Kau sembarangan. Lihat saja rumah kita, berantakan seperti kapal pecah. Lantai belum disapu. Pakaian kotor menumpuk di kamar mandi.
Masakanku hangus. Anak kita sedang diare. Aku juga belum mandi, masih dasteran begini. Tetapi kamu, malah enak-enakan mengundang kenalan kemari."
"Jangan marah dulu, sayang. Lupakan semuanya itu. Kenalanku ini mau menikah. Aku sengaja mengundang mereka, supaya mereka melihat hidup berkeluarga yang sesungguhnya."

PERSEMBAHAN
Submitted by Team i-Humor on Mgu, 12/10/2000 - 17:00. Pada hari Minggu seorang Bapak memberi anak laki-lakinya uang seribuan dan limaratusan.
"Masukkan uang seribuan ini dalam kantong persembahan," kata ayahnya.
"Lalu kamu gunakan uang limaratusan ini buat jajan."
Ketika anak itu pulang, ditangannya masih tergenggam uang seribuan.
"Mengapa kamu tidak memasukkan uang seribuan itu dalam kantong persembahan?" tanya ayahnya.
Anak itu menjawab, "Guruku mengatakan bahwa Allah mengasihi orang yang memberi dengan suka cita. Aku lebih bersuka cita untuk memasukkan uang limaratusan dalam kantong persembahan daripada uang seribuan."

TAMBAL BAN DALAM
Submitted by Team i-Humor on Sen, 11/29/1999 - 17:00.Seorang guru sekolah minggu sedang mengajar anak-anak sekolah minggu belajar bernyanyi. Pada saat sebelum waktu belajar selesai, sang guru memberikan waktu untuk anak-anak sekolah minggu yang ingin bernyanyi.
Ia berkata, "Anak-anak, siapa yang ingin bernyanyi hari ini? Lagunya bebas .... Nanti saya akan iringi dengan musik!"
Kemudian ada seorang anak sekolah minggu yang mengangkat tangannya.
Sang guru pun bertanya kepada anak ini, "Ya, kamu ... mau nyanyi apa?"
Dengan yakin sang anak berseru, "Tambal Ban Dalam!"

SOPIR BIS
Submitted by Team i-Humor on Sen, 08/02/1999 - 17:00.Supir bus mengatakan,
"Wah, bayi anda adalah bayi yang paling jelek yang pernah saya lihat!".
Wanita tadi dengan marah membanting uang ongkos bis, di kotak uang dan mengambil tempat duduk di belakang. Lalu dia berusaha menenangkan diri.
Seorang pria yang duduk di sebelahnya menyadari bahwa wanita tadi sedang marah, dan menanyakan apa sebabnya. Wanita tadi menjawab,
"Supir bus itu menghinaku tadi!".
Dengan bijak sang pria mengatakan,
"Mengapa begitu? Tidak seharusnya supir bis umum seperti dia menghina penumpangnya".