Yohanes

Tim i-Humor's picture

ONENG KE PASAR

Bajuri sedang nganterin Oneng ke pasar.

Bajuri: "Neng, coba deh lu keluarin pale lu dikit buat ngecek lampu sein bajaj abang nyale kagak?"

Oneng : "Oh iye, Bang ...."

Bajuri: "Gimana Neng? Nyale kagak?"

Oneng : "Rusak Bang! Lampunye soak ... dari tadi cuma nyale ... mati ... nyale ... mati ... nyale ... mati ....!"

/Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.* (Yohanes 8:43)

Tim i-Humor's picture

OREO

Aku punya adik keponakan yang masih berumur 3 tahun. Dia sangat suka makan Oreo. Dia kalau makan selalu berceceran. Kalau sudah berceceran biasanya yang makan itu mamanya.

Pada waktu sore hari adikku itu makan oreo dan berceceran, seperti biasa yang makan itu mamanya. Tiba-tiba mamanya itu berteriak, "Aduh, ini mah bukan oreo, tapi kotoran cecak!"

Langsung deh seisi rumah tanteku ketawa semua.

/Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil."* (Yohanes 7:24)

Tim i-Humor's picture

KETERANGAN KERJA

Seorang wanita sedang mewawancara calon pembantu rumah tangganya yang baru. Calon pembantu itu diminta menceritakan pengalaman kerjanya selama ini dan menunjukan referensi yang dimilikinya.

"Sayang sekali, Bu. surat keterangan bekerja dari keluarga presiden sudah hilang. Tetapi, saya masih menyimpan berapa buah sendok sebagai bukti saya pernah bekerja di sana," ungkap calon pembantu itu.

/Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."* (Yohanes 6:27)

Tim i-Humor's picture

CENDOLNYA GAK ADA

Pada suatu siang cuaca sdg panas dan terik, seorang laki-laki brewok berniat membeli cendol untuk melepas dahaga.

Laki-laki brewok : "Mas, beli cendolnya satu."

Tukang cendol : "Iya Mas, saya buatkan, tunggu sebentar."

Semenit kemudian, sudah terhidang segelas cendol siap untuk diminum. Secepat kilat cendolnya sudah berpindah tempat dari gelas ke perut laki-laki brewok tersebut.

Karena ada suatu kejanggalan pada cendol tersebut dan merasa tertipu, akhirnya laki-laki brewok dengan penuh keheranan bertanya ke tukang cendol.

Tim i-Humor's picture

LAPER BANGET

Jam makan siang tiba. Anak-anak di TK Mentari segera berlarian dengan ramainya ke ruang makan dan duduk dengan rapi di kursi masing-masing. Seperti biasanya sebelum berdoa Ibu Guru pasti harus berteriak-teriak dulu supaya anak-anak diam.

Ibu guru berkata, "Ok, sekarang kita berdoa. Giliran siapa hari ini?"

Anak-anak sibuk mengingat siapa yang ketiban giliran doa hari itu. Tiba-tiba saja semuanya diam dan menundukkan kepala. Sampai beberapa detik kemudian semuanya masih tetap dalam posisi doa. Tiba-tiba kesunyian itu terpecahkan oleh suara, "Kruek... kruek... kruek...."

Tim i-Humor's picture

LIKU-LIKU

Seorang pendeta sedang berkhotbah, "Saudara/i, jalan ke surga itu tidak mulus, berliku-liku, sempit, dan berbatu-batu tajam."

Setelah pendeta tersebut selesai memimpin ibadah, datang seorang pemuda bertanya kepada pak pendeta tadi, "Pak pendeta, saya heran, mengapa sejak saya kecil kakak pengasuh saya bercerita tentang jalan ke surga sama seperti yang pak pendeta khotbahkan tadi. Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa derma yang kita berikan selama ini tidak dipakai untuk memuluskan jalan ke surga?"

/Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."* (Yohanes 14:4)

Tim i-Humor's picture

TIGA BULAN LAGI

Kupluk mendapat panggilan wawancara. Calon majikannya berkata, "Kalau loe mulai kerja sekarang, gue kasih loe sehari 20.000 deh, trus tiga bulan kemudian gue naikin jadi 30 ribu sehari. Jadi gimane nih, kapan loe bisa mulai kerja?"

Dengan antusias Kupluk menjawab, "Kalau gitu aye mulai kerja tiga bulan lagi aje deh, Gan!"

Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. (2Yohanes 1:8)

Tim i-Humor's picture

MENGAPA?

Saat sedang ziarah ke kuburan neneknya, Yudha melihat seorang laki- laki didepan sebuah nisan yang jaraknya hanya beberapa meter dari kuburan nenek Yudha. Lelaki itu kelihatannya sangat frustasi, depresi, dan sedih.

Lelaki itu berlutut dengan tangan yang terus menerus menghantam tanah di sekitar nisan, sambil terus menerus berteriak pelan, "Kenapa kamu mati? Kenapa kamu mati?"

Yudha menghampiri lelaki itu untuk menghibur.

"Kenapa kau mati? Kenapa kau mati?" lelaki itu terus menerus mengatakan hal tersebut ketika Yudha sudah berada di sampingnya.

Tim i-Humor's picture

TOSS

Ini merupakan pengalaman saya pribadi....

Suatu hari saya naik metromini menuju ke Roxy Mas. Di rel kereta, mobil kami dibajak oleh sejumlah preman, mereka berusaha untuk mengambil barang-barang berharga para penumpang. Karena ketakutan saya berusaha untuk menyembunyikan handphone dan dompet ke bawah mobil tapi ketika saya coba tengok ke belakang, salah seorang preman itu tersenyum pada saya, maka terjadilah percakapan antara saya dengannya.

Preman : "Tenang Mbak, Mbak ga akan kita jambret deh."
Saya : "Benar yah Mas, saya ga akan dijambret."
Preman : "Ya pokoknya Mbak tenang aja deh."

Karena merasa kurang yakin, saya coba melihat preman yang di depan yang sedang mengancam penumpang lain dengan pisau. Tubuhnya yang penuh tato membuat saya takut. Saya merasa walau preman di belakang bilang tidak tapi kalo ia mengancam saya pasti saya kena.

Tim i-Humor's picture

GALI SUMUR

Dadang seorang sunda asli bekerja di tempat Pak Nasir seorang pemuka Betawi. Kebetulan saat itu adalah musim kemarau yang panjang. Sumur Pak Nasir sudah kering kerontang, mau tidak mau si Dadang wajib menggali untuk mendapatkan air bersih. waktu makan siang sudah tiba.

"Dang, makan dulu ... !!!" kata Pak Nasir.

"Tarrrajeeee Pak Nasir...," katanya.

Pak Nasir akhirnya makan lebih dulu. Setengah jam lagi dia datang ke sumur yang baru di gali.

"Makan dulu Dang....!!!" katanya.

Tim i-Humor's picture

DALAM ALKITAB

Seorang pendeta yang jarang membuka Alkitab, tetapi yang paling getol mancing, suatu ketika mendapat pertanyaan dari jemaatnya,

"Pak pendeta, saya dengar bapak pandai memancing ikan, ya?"

Jawab si pendeta, "Ya, betul. Itu memang hobi saya."

Jemaat itu berkata lagi, "Jika saya jadi ikan, saya akan bersembunyi di suatu tempat dimana Bapak tidak bisa menemukan saya."

Dengan penasaran, si pendeta bertanya,

"Dimana kau akan bersembunyi?"

Jemaat itu menjawab dengan kalem,

"Di dalam Alkitab bapak!!"

Tim i-Humor's picture

TUHAN YANG MAHA BAIK

Seorang pendeta sedang mengunjungi jemaatnya, bercakap-cakap sambil menikmati secangkir teh dan kue. Tiba-tiba, anak jemaat yang berumur 10 tahun itu masuk sambil memegang tikus besar dan berkata,

"Jangan kuatir bu, tikus ini sudah mati. Pertama saya tangkap, lalu saya pukul, saya tendang dan ..."

Anak ini baru melihat bahwa di rumahnya ada pendeta, ia kaget dan ia melanjutkan kata-katanya,

"Dan Tuhan yang Maha baik mengangkat jiwanya ke Sorga."

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.* (Yohanes 14:10;Yohanes 6:63 )

Tim i-Humor's picture

AKIBAT MINUM

Seorang pendeta dengan ter-buru2 mampir ke barbershop dimana ia bermaksud mencukur jenggotnya untuk acara kebaktian esok harinya. Sialnya, ia mendapat kursi yang tukang cukurnya peminum berat, sehingga bau minuman yang begitu keras keluar dari mulut si tukang cukur membuat sengsara sang pendeta. Ia mencoba menahan nafasnya, tetapi malah ia makin tersiksa. Akhirnya si tukang cukur menyelesaikan tugasnya dengan satu tarikan pisau yang panjang di dagu si pendeta. Dan berkatalah si pendeta,

"Engkau lihat, apa akibatnya jika minum terlalu banyak?!"

Tim i-Humor's picture

BURUNG KAKATUA VS PESULAP

Seorang pesulap mengadakan pertunjukan di atas kapal pesiar mewah di lautan Karibia. Para penumpang yang menonton pertunjukkan itu selalu berganti-ganti setiap minggunya, sehingga pesulap ini melakukan atraksi yang selalu sama berulang-ulang dari minggu ke minggu. Tapi ada satu masalah besar bagi dia: burung Kakatua milik sang Kapten Kapal melihat pertunjukkan sulap itu setiap minggu, dan sampai akhirnya ia mulai mengerti bagaimana pesulap itu melakukan tipuan-tipuan sulapnya.
Suatu saat burung Kakatua itu melihat pertunjukkan sulap itu, dan ia berteriak di tengah-tengah kerumunan para penonton :

Tim i-Humor's picture

JUAN DAN AMAL

Sebuah keluarga mempunyai anak kembar. Sayangnya keluarga tersebut memberi kedua anaknya itu untuk diadopsi orang lain. Salah satu dari mereka diadopsi oleh orang Mesir dan diberi nama "Amal". Yang satunya diadopsi oleh orang Spanyol dan diberi nama "Juan".

Beberapa tahun kemudian, Juan mengirimkan fotonya kepada ayah dan ibu kandungnya. Saat menerim foto Juan, sang ibu berkata bahwa dia juga sangat mengharapkan Amal mengirimkan fotonya.

Dan suaminya dengan santai menjawab, "Ya ampunnn ... mereka kan kembar sayang. Kalau saat ini kau melihat fotonya Juan, itu berarti kau juga sudah melihat Amal."

Tinggalkan Komentar